sebenernya udah lama banget mau blogging tentang midnight culinary di bandung… cuman gitu deh, seperti biasa, malas dan ga sempat hehehehe….
berawal dari rapat kantor yang memutuskan kalau untuk warta pariwisata (buletin terbitan kantor-ku) akhir tahun lalu mau ngebahas tentang kuliner. so, setelah dipilah-pilih keluarlah ide untuk membahas tentang kuliner bandung di kala malam hari, sebagai salah satu artikel. akhirnya terpilihlah 2 orang untuk survei penyusunan artikel, yaitu gw dan radin, tapi seperti acara survei lainnya selalu aja banyak yang mau ikut hehehe…
akhirnya diputuskanlah untuk berangkat pada suatu malam buta di bulan november (udah lama ternyata). dari sekian banyak yang daftar untuk ikutan, ternyata cuma 3 orang termasuk gw yang nongol. perjalanan dimulai dari jam 23.00 wib dan langsung putar-putar kota bandung untuk nyari tempat2 yang potensial dan ramai oleh kuliner-nya. sebenarnya sih, kita udah punya target lokasi yang akan didatangi, cuman pengen aja puter2 dulu… kapan lagi coba iseng2 muter2 bandung tengah malem gini hehehe…
dari berbagai lokasi yang ada di bandung, gw pilih 3 tempat yang bakal direview di blog ini. tempat pertama yaitu:
Kawasan Gardujati
siapa sih yang ga tau jalan gardujati (baca: pusat “hiburan malam” kota bandung) yang lebih identik dengan sebuah gang bernama saritem. eits, jangan berburuk sangka dulu, kita malam itu khusus mau meliput tentang kuliner-nya lho, bukan yang ‘lain’ haha…
kawasan yang masih termasuk daerah pecinan ini mulai ramai sejak jam 4 sore. selain toko2 dan restoran khas cina, juga banyak pedagang kaki lima yang ikut meramaikan suasana jalan ini. kebanyakan pedagang di kawasan ini memang menjual makanan atau minimal sesuatu berhubungan dengan makanan. untuk makanan yang paling gampang ditemui disini (selain chinese food tentunya), yaitu minuman hangat, misalnya bandrek, bajigur, ronde jahe sampai yang standar, kopi dan teh panas. jenis lain yaitu makanan ringan, mulai dari gorengan, ubi dan kacang rebus, mie baso, dan masih banyak lagi. kalau yang tidak puas dengan sekedar makanan ringan, di kawasan ini juga banyak yang menjajakan makanan berat, misalnya saja nasi goreng, mie goreng, nasi rames dan lainnya. kalau mau yang lebih istimewa lagi, di gardujati juga menyediakan extreme food yang berbahan dasar ‘langka’, contoh simple-nya saja, ular dan kodok.
setelah puas berkeliling di kawasan gardujati, akhirnya kita memutuskan untuk mencicipi minuman hangat saja. soalnya ini kan baru tempat pertama yang kita datangi, ntar keburu kenyang lagi hehehe….


rasanya ga afdol kalo postingan yang sebelumnya ga dibarengi sama postingan ini, kenapa? jawabannya simple, karena batagor kan juga termasuk makanan khas-nya bandung, sodara deket malah sama si baso tahu hehehe… ada sebuah tempat makan batagor yang kayanya ‘wajib’ dikunjungi kalo datang ke bandung, esp. buat org2 jakarta yang emang suka cari makanan ke bandung. tempatnya apalagi kalo bukan warung makan batagor yang bernama batagor riri. buat yang belom tau batagor dan susah bedainnya sama baso tahu, gampang aja kok kalo batagor itu digoreng (BAso TAhu diGOReng = BATAGOR) sedangkan kalo baso tahu dikukus. tapi pengertian itu langsung rancu begitu ada menu baru yaitu batagor kuah…. apalagi bedanya tuh? sebenernya sama aja kok, batagor2 juga cuman dikuah-in kaya baso gitu deh, jadi agak mirip baso malang.


