Abril\’s blog

Just another Susiloadhy.net Blogs weblog

Sejak pindah (lagi) ke Jakarta (walaupun belum terlalu lama), banyak banget yang gw kangenin dari sebuah kota bernama Bandung. Apa sih sebenernya yang istimewa dari Kota Bandung? Padahal kalau dilihat dan dibanding-bandingkan nih, sebenernya mirip kok dengan Jakarta… sama-sama urban, sama-sama macet, sama-sama panas (Bandung sekarang udah panas lho), sama-sama padat penduduk, dan banyak lagi persamaan lainya. Tapi tetep aja, gw lebih cinta sama Bandung dibandingkan Jakarta hehehe…
Honestly ada beberapa hal yang bikin gw inget terus sama Bandung dan pengen selalu datang ke sana.

1. The City of BandungBHW2006
Walaupun image Bandung sebagai kota yang sejuk sudah tidak seindah kenyataannya, tapi menurut gw, Bandung tetap jadi sebuah kota yang enak untuk tempat tinggal. Suasananya masih asri, tidak se-hectic Jakarta, macet juga seringnya pas weekend aja saat orang-orang (esp. dari Jakarta) datang ke Bandung, kriminalitasnya juga nggak seseram Jakarta walaupun memang dibeberapa tempat dan waktu tertentu masih rawan, penduduknya ramah-ramah dan friendly, uang juga masih berharga disini alias segala-gala masih affordable dengan gaya hidup ga terlalu matrialistis, ilmu pengetahuan berkembang pesat di kota ini, banyak hotspot untuk koneksi internet gratis, dan yang paling gw suka nih kemana-mana serba dekat, kalau mau nyaman ga harus naik kendaraan pribadi; naik angkot, mengayuh sepeda dan jalan kaki masih sangat nyaman di kota ini.

2. Memories
Bandung, jelas menyimpan banyak kenangan, khususnya untuk gw pribadi (cieh). Gimana mau nggak banyak kenangan; kenal, masa pacaran sampai tinggal sama suami di Bandung, masa kuliah yang sangat menyenangkan (baca: non-akademik) juga di Bandung, tinggal pertama kali jauh dari ortu di Bandung, teman-teman banyak di Bandung, masa-masa kerja pertama di Bandung, masa-masa kehamilan juga di Bandung, berbagai aktivitas yang gw ikutin semua ada di Bandung… pokoknya Bandung itu full of memories for me.

3. Friends and Community
Kalau msurvei bandung lautan apiau jujur, nomor ketiga ini adalah hal yang paling berat bagi gw untuk pindah dari Bandung… teman-teman dan komunitas, esp. tentunya teman2 di bandung trails hiks… menurut gw Bandung itu adalah tempat dengan komunitas yang paling eksis, coba aja liat, smua jenis komunitas ada di kota ini, dari mulai komunitas pecinta komik, buku, sejarah, jalan-jalan, lingkungan, musik, film, sampai komunitas sport lengkap smua ada. Dan serunya semua komunitas tersebut berjalan dengan baik, hal ini terbukti dari banyaknya minat sampai kegiatan yang tiap minggu selalu ada. Gw aja sampai kadang suka diprotes samablue team 06 suami gw karena weekend juga masih dipake kumpul sama komunitas hehehe…
Tapi yang paling bikin kangen tentunya temen2, apalagi dulu dari mulai kerja, pulang kantor, sampe weekend waktu gw terkadang habis cuman untuk hang-out sama temen2 aja. kalo sekarang bukannya ga punya temen, tapi kadang males pergi karena kemana-mana macet dan lagi ada baby di rumah yang nunggu bundanya dateng. Yah, inilah hidup, people come and go in my life, but i always remember and make them my friends forever…

4. Its Culinary
Kalo yang satu ini tentu bukan gw aja yang suka, hampir smua orang bilang kalo Bandung itu surganya kuliner, mau makan apa aja di kota ini pasti ada, dari yang murah sampe yang mahal, dari mulai makanan ringan, oleh-oleh sampai makanan berat… lengkap, mau cari makanan dari semua daerah juga ada, tinggal pilih mau yang kelas pinggir jalan alias kaki lima sampai yang se-fancy kafe,  smuanya komplit, enak dan smua laku. Ini yang gw heran, dari smua penjaja makanan di Bandung, smuanya pasti ada yang beli, padahal belum tentu enak juga kadang selain urang Bandung, yang jajan kebanyakan emang orang Jakarta yang kadang nglaju/sengaja dateng untuk cuman makan steak atau batagor aja. Udah banyak juga nama-nama beken yang me-nasional dari dunia per-kuliner-an Bandung, sebut aja Brownies Amanada, Molen Kartikasari, Batagor Riri, Batagor Kingsley, smua pasti tau, tapi kalo gw sih lebih seneng sama yang tidak/belum terkenal, karena lebih membumi dan masih mementingkan kualitas. Soalnya terkadang kalau udah terlalu terkenal, repot, banyak yang antri, penjual sibuk, jadi kadang quality control-nya udah jelek duluan. Enaknya lagi nih di Bandung, kalau mau makan apa kemana-mana juga deket, jadi ga keburu laper di jalan hehehe…

5. Bandung’s History
Menurut gw Bandung adalah kota yang paling banyak punya sejarah, pokoknya komplit deh, dari mulai jaman pra sejarah, jaman penjajahan, era awal kemerdekaan sampai sejarah modern ada smuanya. Bukti-bukti sejarah itu masih banyak ditemukan, dalam berbagai bentuk, mulai dari buku-buku, film, gedung-gedung berarsitektur menarik, sampai cerita dari mulut para saksi sejarah. Awalnya gw seneng sama sejarah Kota Bandung, karena dari mulai kuliah dulu udah sering memperhatikan sekaligus hunting foto bangunan-bangunan cantik di kota ini. Dari mulai yang sekedar seneng melihat, lalu mencari apa dan bagaimana sejarah Bandung lewat buku-buku, trus ikutan komunitas Bandung Trails. Alhasil jadi deh jatuh cinta mati sama kota ini.

6. Its Relaxing and Tourism Spot
Yang terakhir ini emang yang paling enak dilakukan pada saat weekend atau waktu senggang. Banyak banget spot-spot menarik yang bisa dikunjungi di Bandung, sukanya lagi adalah karena jarak antaranya yang tidak terlalu jauh. Pokoknya komplit dari yang mulai segala macam spot urban yang menarik, seperti misalnya kehidupan malam di kawasan dago, pameran, berbagai museum, acara musik dan masih banyak lagi. Hal lain yang pasti sih shopping spot-nya (baca: factory outlet) yang bikin macet Bandung tiap weekend; kuliner juga banyak; kalau bosen yang bernuansa urban bisa relaxing ke berbagai spot alam yang menarik, misalnya tangkuban perahu, kebun teh pengalengan, maribaya,  kebun stroberi di daerah ciwidey, danau alam atau kawah putih yang juga di ciwidey, atau sekedar nangkring sambil makan jagung bakar sembari menikmati pemandangan kota Bandung dari atas, semuanya asik, semuanya bikin gw ga mau pindah dari Bandung…

setelah 9 tahun hidup di kota kembang, tibalah saatnya untuk meninggalkan ‘the most convinient city’ versi gw ini. alasannya simple dan standar banget, “ikut suami”. jadilah satu bulan sebelum melahirkan kita boyongan ke jakarta. yah, apa boleh buat pastinya banyak penyesuaian-penyesuaian ‘lagi’ setelah lama udah ga tinggal di kota yang katanya metropolitan ini.

kalo mau di-list bisa panjang banget dari mulai ganti dokter kandungan, beberes barang dan menata ulang lagi, penyesuaian suhu, air, udara, transportasi, money management, termasuk kebiasaan-kebiasaan yang udah ‘mengakar’ dan biasa dilakukan selama di bandung…sedih juga sih, tapi apa boleh buat “live must go on” kata wong bule, masa kita mau stay terus sih selamanya dalam comfort zone. toh, nantinya kita juga bisa membuat comfort zone versi baru yang udah disesuaikan dengan kehidupan di jakarta.

awalnya nih males banget kalo ngebayangin bakalan tinggal ‘lagi’ di kota yang penuh manusia, polusi, kemacetan, udara kotor, etc… tapi terus terang kalo dipikir-pikir lagi udah ’stuck’ juga sih hidup di bandung yang gitu-gitu aja (baca: kurang dinamis), sedangkan jakarta memberikan berbagai varian tawaran menarik hehehe… so, we take that challenge and also its risks. sekarang kita udah jadi orang jakarta ‘lagi’ yang kalo ke bandung cuma weekend-ers aja (padahal dulu kita paling sebel orang yang model kaya gini)… xixixi

bandung sering dijuluki surga-nya kuliner, tapi tenyata ga banyak tempat makan yang menawarkan speciality menu berupa olahan daging bebek. kebanyakan yang menyediakan bebek dengan kualitas rasa yummy malahan berupa kedai atau warung pinggir jalan (alias pedagang kaki lima). karena gue dan suami sama-sama penggemar bebek goreng, maka kita sering bergerilya mencari tempat makan bebek yang enak dengan sambal dahsyat tentunya, nah salah satu tempat makan bebek yang enak banget adalah bebek van java. tentang sejarah nama dan filosofinya kenapa disebut bebek van java gue sendiri ga tau deh. yang gue tau si pedagang bebek goreng ini mulai berjualan sejak tahun 2005 di depan twenty something–butiknya inten dan astin di jalan dipatiukur, tepatnya di belakang bca dago dan disebelah medicore persis, trus juga berseberangan sama madtari, itu lho tempat makan pisang dan roti bakar pindahan dari depan bank danamon dago.

di bebek van java ini sih udah jelas banget menunya apaan…. ya bebek-lah, ada bebek goreng dan bebek bakar. untuk yang ga doyan bebek atau ga tega makan bebek karena inget sama donald duck yang lucu itu (sigh…) di sini tersedia menu ayam goreng dan bakar kok. rekomendasi gue sih bebek gorengnya, karena lebih enak, crispy, ga amis, bumbunya ok dan gurih banget. makannya ya jelaslah sama nasi, sambal dan lalab ketimun. kalo ga pake nasi sbnrnya ga gitu enak soalnya jadi terlalu pedes. oia yang special di sini adalah sambal-nya yang bukan sambal seperti yang dihidangkan di warung makan pecel lele/ayam goreng lainnya alias sambal tomat, tapi sambal matah yang agak berminyak dan pedesnya nendang banget, tapi dijamin ga nyesel deh nyobain sambel ini…. hehehe

bebek van java (4)_upload selain bebek sebagai menu special, di sini tersedia juga cah kangkung yang ueeeenak banget, bumbu dan manisnya pas, kangkungnya juga dimasak ga terlalu matang jadi masih berasa kres… kress kalo dikunyah, plus ada suwiran daging bebeknya juga lho…. wuih pokoknya ga cukup seporsi deh. kenyang makan bebek dan cah kangkung di kedai ini juga tersedia aneka minuman panas atau dingin sebagai dessert buat yang kepedesan. untuk minuman yang paling banyak dipesan biasanya es jeruk atau es teh manis. oia buat yang kalo makan harus ada kerupuk, di tempat ini juga menyediakan kerupuk ikan kok atau kadang ada bapak penjual keliling yang menawarkan. mengenai harga kita ga harus merogoh kantong terlalu dalam, cukup dengan 8.500 perak kita udah bisa menikmati 1 porsi bebek goreng, ditambah 3.000 rupiah untuk seporsi nasi dan 4.000 rupiah untuk semangkuk cah kangkung. kalo mau minuman dingin cukup bayar 2.000 untuk es teh manis dan 3.000 untuk es jeruknya.

kalau niat makan di sini menurut gue jangan pas weekend karena penuuuh banget, kalaupun mau pas weekend jangan lebih dari jam 7 datengnya karena dijamin ngantri atau bakalan keabisan. soalnya emang yang dateng kesini banyakan anak muda (jadi kadang gw berasa ibu-ibu banget kalo makan di sini) plus anak gaul-nya bandung juga hehehe…. tapi hari biasa juga tetep penuh kok apalagi kalo udah jam-jam makan malem sekitar jam 7 sampai jam 8 malem…… pfuiiih ga nyaman banget. soalnya tempat duduknya terbatas dan ngantrinya bisa lama, ga enak dong masih makan diliatin mulu sama yang lagi ngantri, kesannya disuruh cepet2 pergi gitu deh. makanya gue prefer buat dibungkus aja, biar makannya bisa lebih tenang hehehe…. oia tips satu lagi hati-hati buat yang bawa kendaraan karena daerah situ rada gelap, jadi banyak tangan-tangan jahil.

ok deh, selamat ber-kwek-kwek ria ya
jangan lupa cuci tangan sebelum makan…

siapa sih urang bandung yang nggak kenal sama tempat makan yang satu ini?
setau gue hampir semua tau deh, soalnya setiap nanya sama teman dimana nyari tempat makan baso yang enak, udah pasti deh mie baso akung jadi jawabannya. walaupun begitu baru dua kali kok gue makan disini hehehe…. kenapa? selain karena agak jauh alasan paling utama adalah tempat yang selalu ramai bikin gue ga terlalu nyaman untuk makan di sini. tapi untuk siapa pun kalo keinginan untuk makan baso sudah tak terbendung alias ngidam beneran atau ngidam angin-anginan langsung aja dateng, dijamin bakalan pulang dengan kenyang deh. soalnya porsi-nya itu lho ckckck… gede banget, walaupun udah 1/2 porsi nih tetep aja ga muat untuk ukuran perut yang relatif standar (kaya perut gue ini). apalagi kalo pesenannya banyak, alias pesen yang lainnya lagi selain semangkuk bakso…. wah itu sih dijamin ga bisa berdiri sangking kekenyangan hahaha….

mie baso akung

menurut kabar-kabar, mie baso akung ini pertama berjualan di jalan aceh lalu berpindah ke jalan ternate, tapi entah kapan dan tahun berapa gue belom dapet info. setelah semakin sukses mie baso akung pindah ke lokasi yang sekarang ini. untuk specialities-nya ya udah jelas-lah apalagi kalo bukan MIE BASO… tapi seiring dengan selera pelanggan yang beragam, maka sekarang banyak varian lain selain mie baso. kini, mie baso akung juga menyediakan bihun baso dan yamin manis, pelengkapnya selain baso ada juga pilihan lain yaitu pangsit, ceker, tahu dan siomay. uniknya nih kalo kita pesen ga usah susah-susah nyebutnya cukup dengan inisial aja sang koki sudah mengerti, misalnya aja mau pesen 1 porsi bihun kuah pake Baso Pangsit Tahu Ceker dan Siomay cukup bilang pesen 1 porsi bihun kuah BPTCS… simple kan. ga lama kemudian pasti muncul pesanan itu beserta taburan suwiran ayam, sayur sawi, bawang goreng dan irisan daun bawang, jadi pelanggan tinggal menyesuaikan rasa baso sendiri, mau manis ya tambah kecap manis, mau pedes ya tinggal tambah sambel aja… pokoknya smua serba terserah pembeli deh. untuk harga dijamin terjangkau, soalnya harga (termahal) seporsi baso paling komplit saja cuman dibandrol 18.500 rupiah.

Read the rest of this entry »

tepat hari ini, 61 tahun yang lalu, di bandung telah terjadi suatu peristiwa perjuangan heroik yang kini dikenal dengan peristiwa bandung lautan api. mungkin tidak sedikit dari generasi sekarang yang tidak tau sebenarnya ‘cerita’ seperti apa yang terjadi di peristiwa itu. memang sih setiap tahun selalu ada acara peringatan bandung lautan api yang biasanya diadakan oleh pemda kota bandung. tapi menurut gue acara yang diselenggarakan kok kurang ‘berjiwa’ bandung lautan api ya… kaya tahun ini aja malah bikin bazaar, panggung hiburan dan malah cari orang sebanyak-banyaknya untuk ikutan long march obor supaya bisa masuk MURI… huh ga penting banget sih.

kegiatan yang agak lumayan sih adalah acara long march alias napak tilas dengan berjalan kaki yang biasanya diwajibkan bagi perwakilan sekolah. agak lumayan karena pertama rutenya kok kebalik ya kenapa mulai dari tegalega dan berakhir di gedung sate, padahal gedung sate nggak terlalu bernilai sejarah bagi peristiwa bandung lautan api ini (lagian ngungsinya kan ke bagian selatan bandung, ini kok rutenya malah masuk kota???). udah gitu ga ada penjelasan atau interpretasi tentang kenapa? apa? dan gimana sejarahnya…. yah gitu deh karena wajib yang keliatan malah pesta kostum dan pawai obornya aja. bahkan mungkin dari peserta yang ikutan juga banyak yang ga ngerti mereka lagi ngapain……

Sejarah Singkat
sejarah bangsa ini mencatat kemerdekaan Indonesia diproklamirkan pada tanggal 17 agustus 1945, namun ternyata perjuangan bangsa kita belum berakhir. kedatangan tentara sekutu (Inggris) yang diboncengi Belanda memaksa para pejuang bangsa harus kembali bertempur kembali demi mempertahankan kemerdekaan yang baru seumur jagung. perlawanan terjadi di berbagai daerah, termasuk bandung yang pada akhirnya menimbulkan peristiwa bandung lautan api.

tentara Inggris dibawah komando Brigjen MacDonald mendarat di bandung pada bulan Oktober 1945. awalnya misi mereka adalah melucuti tentara Jepang serta membebaskan tawanan perang. namun dalam perkembangannya, mereka malah membuka jalan bagi Belanda untuk kembali menjajah Indonesia. hal ini tentu saja menimbulkan kemarahan rakyat sehingga peperangan tidak dapat terelakkan.

Read the rest of this entry »

sebenernya udah lama banget mau blogging tentang midnight culinary di bandung… cuman gitu deh, seperti biasa, malas dan ga sempat hehehehe….
berawal dari rapat kantor yang memutuskan kalau untuk warta pariwisata (buletin terbitan kantor-ku) akhir tahun lalu mau ngebahas tentang kuliner. so, setelah dipilah-pilih keluarlah ide untuk membahas tentang kuliner bandung di kala malam hari, sebagai salah satu artikel. akhirnya terpilihlah 2 orang untuk survei penyusunan artikel, yaitu gw dan radin, tapi seperti acara survei lainnya selalu aja banyak yang mau ikut hehehe…

akhirnya diputuskanlah untuk berangkat pada suatu malam buta di bulan november (udah lama ternyata). dari sekian banyak yang daftar untuk ikutan, ternyata cuma 3 orang termasuk gw yang nongol. perjalanan dimulai dari jam 23.00 wib dan langsung putar-putar kota bandung untuk nyari tempat2 yang potensial dan ramai oleh kuliner-nya. sebenarnya sih, kita udah punya target lokasi yang akan didatangi, cuman pengen aja puter2 dulu… kapan lagi coba iseng2 muter2 bandung tengah malem gini hehehe…

dari berbagai lokasi yang ada di bandung, gw pilih 3 tempat yang bakal direview di blog ini. tempat pertama yaitu:

Kawasan Gardujati
siapa sih yang ga tau jalan gardujati (baca: pusat “hiburan malam” kota bandung) yang lebih identik dengan sebuah gang bernama saritem. eits, jangan berburuk sangka dulu, kita malam itu khusus mau meliput tentang kuliner-nya lho, bukan yang ‘lain’ haha…
kawasan yang masih termasuk daerah pecinan ini mulai ramai sejak jam 4 sore. selain toko2 dan restoran khas cina, juga banyak pedagang kaki lima yang ikut meramaikan suasana jalan ini. kebanyakan pedagang di kawasan ini memang menjual makanan atau minimal sesuatu berhubungan dengan makanan. untuk makanan yang paling gampang ditemui disini (selain chinese food tentunya), yaitu minuman hangat, misalnya bandrek, bajigur, ronde jahe sampai yang standar, kopi dan teh panas. jenis lain yaitu makanan ringan, mulai dari gorengan, ubi dan kacang rebus, mie baso, dan masih banyak lagi. kalau yang tidak puas dengan sekedar makanan ringan, di kawasan ini juga banyak yang menjajakan makanan berat, misalnya saja nasi goreng, mie goreng, nasi rames dan lainnya. kalau mau yang lebih istimewa lagi, di gardujati juga menyediakan extreme food yang berbahan dasar ‘langka’, contoh simple-nya saja, ular dan kodok.

wisata kuliner malam 1

setelah puas berkeliling di kawasan gardujati, akhirnya kita memutuskan untuk mencicipi minuman hangat saja. soalnya ini kan baru tempat pertama yang kita datangi, ntar keburu kenyang lagi hehehe….

Read the rest of this entry »

workshop greenmap bandung 2
workshop greenmap bandung

warung batagor ririrasanya ga afdol kalo postingan yang sebelumnya ga dibarengi sama postingan ini, kenapa? jawabannya simple, karena batagor kan juga termasuk makanan khas-nya bandung, sodara deket malah sama si baso tahu hehehe… ada sebuah tempat makan batagor yang kayanya ‘wajib’ dikunjungi kalo datang ke bandung, esp. buat org2 jakarta yang emang suka cari makanan ke bandung. tempatnya apalagi kalo bukan warung makan batagor yang bernama batagor riri. buat yang belom tau batagor dan susah bedainnya sama baso tahu, gampang aja kok kalo batagor itu digoreng (BAso TAhu diGOReng = BATAGOR) sedangkan kalo baso tahu dikukus. tapi pengertian itu langsung rancu begitu ada menu baru yaitu batagor kuah…. apalagi bedanya tuh? sebenernya sama aja kok, batagor2 juga cuman dikuah-in kaya baso gitu deh, jadi agak mirip baso malang.

batagor riri 2back to batagor riri, tempat makan batagor yang sudah berdiri sejak tahun 1985 ini dari hari ke hari semakin berjaya saja. malahan sekarang jadi top three-nya tempat makan batagor yang enak. lokasinya ada di jalan burangrang dan sekarang ada cabangnya di pascal hypersquare, gampang kok nyarinya, kalo nyasar bisa liat peta ini. specialities tempat makan ini apalagi kalo bukan batagor, ada dua jenis batagor yaitu batagor bumbu kacang dan batagor kuah. masing2 bisa terdiri dari siomay (kulit pangsit yang dikasih adonan batagor) dan tahu. satu porsi batagor kuah dihargai 10000 perak dengan 1 buah siomay dan 1 buah tahu + kuah yang buanyak, kalo mau batagor bumbu kacang, per-buahnya dihitung 4000 rupiah, emang agak mahal sih dibandingin sama batagor2 lainnya, tapi dijamin ga nyesel deh makan disini. selain batagor ada juga menu lainnya, seperti baso kuah, baso malang, kue2 basah seperti lemper, pastel, beraneka jenis kerupuk, dan minuman. di sini juga ada pojok cemilan, yang jual beraneka keripik2an khas bandung. jadi sekalian makan bisa juga belanja oleh2 di tempat ini. jangan lupa juga beli batagor setengah matang untuk oleh2 orang dirumah ya…

nasi pepes oia ada satu makanan yang lupa, disini juga jual yang namanya nasi pepes. tadinya sih gw pikir biasa aja, tapi tenyata ueenak banget dan emang sesuai dengan tulisan yang tertera… dijamin ketagihan. sebenernya nasinya biasa aja, terbungkus daun pisang, dibumbui santan dan agak berwarna kuning karena pakai kunyit, didalamnya ada irisan ayam, ati ampela, ikan asin jambal roti, kemangi dan cabe rawit. porsinya sih standar, cukup kenyang untuk nasi seharga 7500 rupiah.

beberapa tips yang bisa gw bagi antara lain, kalau mau makan dengan ‘tenang’ dan santai di warung batagor riri (apalagi yang di burangrang) jangan datang pas weekend atau hari libur lainnya, karena dijamin penuh sesak dan ga nyaman. kalo udah pengen banget, bisa dibungkus kok, pesennya pake bumbu kacang sama kuah aja, boleh kok, kuah-nya dihargai sekitar 2000 perak untuk ukuran setengah plastik. tips lain mix and match sendiri rasa kuah-nya kalo dirasa kurang pas, karena emang sering kurang asin, tapi setelah ditambah kecap, garam, saos sambal, sambal cabe rawit, dijamin enak deh… just mix your own taste!!!

DSCN3437 siapa sih yang kenal sama baso tahu atau siomay yang merupakan salah satu makanan khas bandung ini. ada sebuah tempat favorit gw sama hubby kalo makan baso tahu, yaitu baso tahu ternate, soalnya lokasinya berada di jalan ternate, deket perusahaan bis kramat jati. tapi ternyata nama sebenernya bukan baso tahu ternate, tapi baso tahu ades, walaupun begitu semua nama bekennya tetep baso tahu ternate. seperti biasa makanan ini dijual di gerobak dorong alias pedagang kaki lima, tapi dont judje a food by its appereance, soalnya kalo soal rasa boleh deh dibandingin sama baso tahu yang lainnya. keunggulan lain harganya itu lho, murah banget kalo dibandingin sama rasanya. cuman 700 perak doang untuk sebuah baso tahu, pilihannya banyak ada kentang, kol, tahu rebus (ang warnanya putih), tahu goreng (yang warnanya coklat), pare/paria, yang jelas baso tahunya dong. kalo mau pake telor rebus juga ada, sebuah-nya dijual 1000 perak. pelengkapnya seperti biasa bumbu kacang, kecap manis, sambel rawit kalo yang suka pedes, sama kerupuk. minumnya bisa teh tawar yang disediain, cendol yang jualan bersebelahan atau teh botol dingin… mmm kenyang deh pokoknya.

DSCN3392tapi kalo makan disini jangan bete karena terkadang banyak lalat (tapi itu sih hal biasa untuk makanan pinggir jalan), udah gitu tempat duduknya juga kurang nyaman, apalagi kalo pas lagi rame, jadi banyak pembeli yang memilih untuk makan di dalam mobil atau di bawa pulang. oia satu lagi tips-nya jangan coba2 datang ke sini kalo hari minggu atau hari libur, karena dijamin si baso tahu ga akan ada, kalo mereka lagi banyak pesenan untuk acara tertentu juga dijamin ga akan buka, sering-lah udah pengen jajan di sini tapi kecewa. makanya gw sering mikir, kok penjualnya jual mahal banget ya, sampe pembeli aja nunggu2 mereka kalo pengen makan di sini hehehe… tapi tetep deh gw kasih bintang tiga untuk jajanan ini.