<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cerita si Abril</title>
	<atom:link href="http://abril.susiloadhy.net/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abril.susiloadhy.net</link>
	<description>yang asam.pedes.manis.asin.</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Dec 2011 14:07:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>take a break</title>
		<link>http://abril.susiloadhy.net/2011/12/25/take-a-break/</link>
		<comments>http://abril.susiloadhy.net/2011/12/25/take-a-break/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Dec 2011 08:45:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abril</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abril.susiloadhy.net/?p=267</guid>
		<description><![CDATA[pantai dan berenang di airnya yang hangat&#8230; deburan ombak dan buih-buihnya yg berkejaran&#8230; angin pantai yg sejuk dan asin&#8230; karang,bebatuan,rumput laut&#8230; pasir yg kadang halus,kadang kasar&#8230; pohon kelapa dan buahnya&#8230; hmmm absolutely fresh seafood&#8230; thats why i always love going to the beach]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://abril.susiloadhy.net/wp-content/uploads/2011/12/20111225-154534.jpg"><img src="http://abril.susiloadhy.net/wp-content/uploads/2011/12/20111225-154534.jpg" alt="20111225-154534.jpg" class="alignnone size-full" /></a></p>
<p>pantai dan berenang di airnya yang hangat&#8230; </p>
<p>deburan ombak dan buih-buihnya yg berkejaran&#8230;</p>
<p>angin pantai yg sejuk dan asin&#8230;</p>
<p>karang,bebatuan,rumput laut&#8230;</p>
<p>pasir yg kadang halus,kadang kasar&#8230;</p>
<p>pohon kelapa dan buahnya&#8230;</p>
<p>hmmm absolutely fresh seafood&#8230;</p>
<p>thats why i always love going to the beach</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abril.susiloadhy.net/2011/12/25/take-a-break/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>membantu bumi, harus mau nggak nyaman…</title>
		<link>http://abril.susiloadhy.net/2011/04/18/membantu-bumi-harus-mau-nggak-nyaman/</link>
		<comments>http://abril.susiloadhy.net/2011/04/18/membantu-bumi-harus-mau-nggak-nyaman/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Apr 2011 03:16:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abril</dc:creator>
				<category><![CDATA[a Must List]]></category>
		<category><![CDATA[Inside Out]]></category>
		<category><![CDATA[Things to Share]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abril.susiloadhy.net/?p=108</guid>
		<description><![CDATA[seorang teman pernah berkata: &#8220;andaikan umur bumi ini 24 jam, manusia (homo sapiens) pertama muncul 3 menit sebelum tengah malam&#8230;&#8221; manusia muncul terakhir dari siklus kehidupan bumi, tapi manusia pula yang memulai kehancuran di muka bumi. padahal menurut agama yang saya anut, manusia itu makhluk paling sempurna, artinya manusia juga harusnya bisa bersikap sempurna dan <a href="http://abril.susiloadhy.net/2011/04/18/membantu-bumi-harus-mau-nggak-nyaman/"> read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">seorang teman pernah berkata:<br />
<em>&#8220;andaikan umur bumi ini 24 jam, manusia (homo sapiens) pertama muncul 3 menit sebelum tengah malam&#8230;&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;">manusia muncul terakhir dari siklus kehidupan bumi, tapi manusia pula yang memulai kehancuran di muka bumi. padahal menurut agama yang saya anut, manusia itu makhluk paling sempurna, artinya manusia juga harusnya bisa bersikap sempurna dan bisa menjaga kehidupannya supaya tidak punah kan? supaya tetap hidup dengan nyaman dan dapat berdampingan dengan makhluk hidup lainnya, tanpa saling menghancurkan. tapi, kenyataannya apa yang terjadi sekarang?<br />
manusia ada, maka ada perubahan<br />
manusia ada, maka ada ekploitasi besar-besaran dengan dalih kesejahteraan<br />
manusia ada, maka ekosistem di bumi tidak lagi seimbang<br />
manusia ada, maka  ada kehancuran di bumi juga semakin nyata<br />
&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">sebagai manusia, kita sebenarnya pernah berpikir gak sih untuk bisa hidup seimbang dengan alam&#8230;<br />
pernah tidak sih kita berpikir kalau kita hidup tidak sendiri, kita hidup  dalam  satu ekosistem berantai yang saling bergantung&#8230;<br />
berpikir untuk bisa meninggalkan warisan kehidupan ini bagi generasi selanjutnya&#8230;<br />
berpikir bahwa kita bisa melakukan sesuatu, walau kontribusi kita tidak akan terlihat dari mikroskop elektron sekalipun&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">sepuluh tahun yang lalu saya pun sama dengan manusia lain pada umumnya, tidak peduli dengan apa itu keberlanjutan lingkungan, tidak peduli saya mendapatkan air bersih dari mana, tidak peduli sampah yang saya buang akan bermuara ke mana, tidak peduli kalau sewaktu-waktu saya tidak akan bisa bernafas karena oksigen di bumi ini sudah habis, lenyap tak berbekas.<br />
kesadaran itu dimulai secara bertahap, pertama dari obrolan santai sana-sini dengan teman2 (baru) yang kebanyakan aktivis lingkungan atau apalah sebutannya (salah satu kutipannya sudah tersebut di atas); kedua dari secara tidak sengaja terjebak untuk ikutan nonton video <em>inconvenient truth</em>-nya Al-Gore; dan terakhir saat berhari-hari harus mengalami penghematan air besar-besaran, karena sumber air bersih di kost-an waktu jaman kuliah ngadat.</p>
<p><span id="more-109"></span><br />
smua itu bikin saya tersadar dan akhirnya tergerak untuk ikut berbuat sesuatu yang ber-bau lingkungan. karena umur masih muda dan semangat masih meluap-luap, saya sempat ikutan jadi sukarelawan (bhs kerennya <em>volunteer</em>) organisasi lingkungan hidup bermaskot panda, trus pernah juga ikutan kegiatan sana sini plus ikut kepanitiaan ini-itu (baca: bantu-bantu teman) dari mulai bikin poster, nempel poster, bagiin stiker/selebaran,  ikut bersih-bersih lingkungan, sampe ikutan demo lingkungan. setelah dijalani beberapa saat kok ya malah nambah kegiatan saya yang sebelumnya memang sudah banyak, takut kuliah keteteran trus diomelin orang tua, akhirnya saya memutuskan untuk pelan-pelan menjauh dari segala aktivitas (yg menurut saya) ber-bau lingkungan itu. tapi, entah kenapa rasanya kok saya merasa sudah saatnya untuk berbuat sesuatu, membuat <em>at least </em>perubahan untuk diri sendiri, daripada sekedar ikutan kegiatan sana-sini yang seringnya cuman bikin energi fisik terkuras dan buntutnya jadi sakit atau tugas kuliah gak selesai. pelan-pelan saya mulai merubah kebiasaan hidup, mulai dari yang kecil dan kelihatan sepele tapi kalau jadi kebiasaan seenggaknya ke depannya bisa ditularkan ke lingkungan di sekitar saya.  kebiasaan-kebiasaan baru saya semakin bertambah seiring dengan bertambahnya faktor U serta bertambahnya tanggung jawab saya yang kini menjadi seorang ibu, isteri, dan seorang pegawai pemerintah.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #008080;"><strong>membuang sampah</strong> <strong>pada tempatnya</strong></span> merupakan kebiasaan baru dan menjadi janji pertama saya untuk diri sendiri sejak saat itu, tentunya tidak sekedar membuang sampah pada tempatnya, tapi makin lama makin berkembang menjadi menyimpan sampah dalam tas jika tidak menemukan tempat sampah yang layak, <span style="color: #008080;"><strong>memilah sampah</strong></span> organik-anorganik, memilah sampah (khususnya plastik, botol, kaleng) jika masih dapat digunakan untuk kebutuhan lain. intinya 3R seperti yang banyak disebutkan di kampanye2 lingkungan itu.</p>
<p style="text-align: justify;">saya <span style="color: #008080;"><strong>berhemat air</strong></span> melalui mandi dengan shower (bukan dengan tidak mandi lho!), menadah air hujan untuk menyiram tanaman, menyimpan air sisa berendam anak untuk membersihkan kamar mandi, mencuci baju menggunakan mesin cuci jika sudah banyak, dan lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">saya juga sedapat mungkin <span style="color: #008080;"><strong>menghindari pemakaian kantong plastik, styrofoam, maupun produk kemasan tidak ramah lingkungan</strong></span>. solusinya saya menggunakan kantong belanja yang saya bawa sendiri (istilah populer sekarang sih sering disebut &#8216;diet kantong plastik&#8217;) atau menggunakan wadah sendiri  untuk mengganti produk styrofoam jika misalnya harus membungkus makanan atau membeli makanan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #008080;">mengurangi pemakaian tissue</span></strong>, menggunakan kertas bekas hingga kedua sisinya digunakan, menyumbangkan buku bacaan dan pakaian yang sudah tidak diperlukan lagi.</p>
<p>saya dan suami <strong><span style="color: #008080;">berhemat listrik</span></strong> dengan pantang menyalakan listrik saat siang hari (kecuali jika mendung, gelap, itu pun cuma di ruang tengah saja), malam hari menyalakan lampu hanya di ruangan yang dihuni/digunakan bersktivitas saja, mematikan lampu jika tidur, mencabut stop kontak jika sudah tidak digunakan (mis. setelah men-charge HP), <strong><span style="color: #008080;">menyalakan AC secara moderat </span></strong>dan jika diperlukan saja.</p>
<p style="text-align: justify;">saya <strong><span style="color: #008080;">pengguna segala macam <em>public transportasi</em> </span></strong>(dari mulai ojeg, angkot, kopaja, metromini, bis damri, trans jakarta, kereta api, hingga taksi) dan seringnya hanya menggunakan kendaraan pribadi (roda empat) hanya jika pergi minimal 3 orang/lebih atau hanya untuk perjalanan jauh; selebihnya saya sangat suka berjalan kaki.</p>
<p style="text-align: justify;">secara garis besar itulah kebiasaan hidup saya sekarang.</p>
<p>memang saya akui terkadang begitu besar godaan untuk keluar dari kebiasaan yang sudah dilakukan, apalagi jika setannya mengatasnamakan kenyamanan, wah kadang saya juga tergoda!<br />
misalnya saja saya sudah bertekad setelah pulang kerja akan berjalan kaki untuk mencapai halte metromini dan kemudian dilanjutkan dengan naik angkot,tapiiiiii kadang tak terduga hujan turun dengan derasnya atau debu dan panas sedemikian mendera atau kadang lelah dan <em>mood </em>tidak beraturan membuat saya (kadang) kesal dan mulai berandai-andai, seandainya nebeng suami naik motor, seandainya bawa mobil ke kantor, seadainya punya supir dan dengan enaknya bisa duduk nyaman dalam mobil ber-AC, berkursi empuk, mendengar lagu menenangkan, dan bisa tidur. seandainya saya tidak perlu repot-repot (baca: idealis) ingin menyelamatkan bumi-lah, ingin berkontribusi mengurangi karbon-lah, sok jadi pahlawan-lah, saya pasti sudah nyaman pulang dan pergi pulang kantor.<br />
atau ketika saya harus mengadapi tatapan penuh tanya cenderung jijik  orang-orang di sekitar saya ketika saya memasukkan sampah entah berupa plastik, kertas, bahkan kulit pisang ke dalam tas saya untuk dibuang kemudian di tempat sampah terdekat.<br />
atau pada sebuah pusat perbelanjaan, saya harus menjelaskan berkali-kali ketika mbak/mas penjaga kasir bertanya kenapa tidak mau menggunakan tas plastik mereka dan memilih berepot-repot sendiri memasukkan semua belanjaan  ke dalam tas yang saya bawa sendiri.<br />
atau mendapatkan tatapan menyebalkan (cenderung merendahkan) dari pramusaji, saat saya menyodorkan wadah plastik untuk membawa makanan pesanan anak saya yang tidak habis dimakannya di sebuah restoran.</p>
<p>semua terkadang membuat saya dipandang berbeda&#8230;<br />
membuat saya terlihat salah, aneh, freak, asing di mata orang-orang itu&#8230;<br />
membuat saya terlihat kecil, sendiri, di antara kerumunan orang-orang asing&#8230;<br />
membuat saya kadang lelah dan berpikir untuk bergabung dengan orang-orang kebanyakan&#8230;</p>
<p>memang sih akhir-akhir ini kesadaran lingkungan semakin meluas, tapi (mohon maaf) terkadang beberapa orang yang saya lihat hanya mengubah kebiasaan dari kulit luarnya saja. contohnya nih, seorang ibu juga ikut membawa tas belanjaan dari rumah tapi tetap saja dia menyuruh kasir menaruh belanjaannya di kantong plastik sebelum memasukkannya ke dalam tas belanjaannya, aneh kan&#8230;</p>
<p>bukan berarti saya lebih baik dari kebanyakan orang, mungkin juga iya, atau bahkan saya lebih buruk dari sebagian orang lainnya. terserah-lah&#8230;<br />
apapun itu, saya sudah cukup bangga dengan diri sendiri, bangga dengan cara saya sendiri melakukan  perubahan, bangga dapat melakukan &#8216;sesuatu&#8217; dan bangga bisa berkontribusi (walaupun hanya  sedikiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit sekali), bangga bangga berani menghadapi  ketidaknyamanan untuk lingkungan kita, untuk bumi kita, yang (akhirnya toh) kita  nikmati bersama juga.</p>
<p>bagaimana dengan anda, apakah anda berani sebentar saja mengesampingkan  kenyamanan hidup untuk sekedar menyapa bumi dengan hangat? apakah anda  berani menghadapi tatapan cemooh orang-orang asing di sekitar anda?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abril.susiloadhy.net/2011/04/18/membantu-bumi-harus-mau-nggak-nyaman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Renaisans Perkotaan</title>
		<link>http://abril.susiloadhy.net/2011/03/09/renaisans-perkotaan/</link>
		<comments>http://abril.susiloadhy.net/2011/03/09/renaisans-perkotaan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Mar 2011 08:42:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abril</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kliping]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abril.susiloadhy.net/?p=263</guid>
		<description><![CDATA[oleh: Prof. Eko Budihardjo sumber: Kompas Cetak, 9 Maret 2011 Berita tentang kemubaziran dana rakyat triliunan rupiah akibat telantarnya ribuan unit rumah susun sewa di DKI Jakata (Kompas, 1-2 Maret 2011) sungguh terasa amat menyesakkan dada. Betapa tidak. Begitu banyak saudara kita sebangsa dan setanah air yang masih tinggal di kolong jembatan, sepanjang tepi rel <a href="http://abril.susiloadhy.net/2011/03/09/renaisans-perkotaan/"> read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #666699">oleh: Prof. Eko Budihardjo<br />
sumber: <a href="http://cetak.kompas.com/read/2011/03/09/04544030/renaisans.perkotaan">Kompas Cetak, 9 Maret 2011<br />
</a></span></p>
<p style="text-align: justify">Berita tentang kemubaziran dana rakyat triliunan rupiah akibat  telantarnya ribuan unit rumah susun sewa di DKI Jakata (Kompas, 1-2  Maret 2011) sungguh terasa amat menyesakkan dada.</p>
<p style="text-align: justify">Betapa  tidak. Begitu banyak saudara kita sebangsa dan setanah air yang masih  tinggal di kolong jembatan, sepanjang tepi rel kereta api, bahkan di  kuburan, dengan kondisi mengenaskan. Kok, bisa-bisanya di negara  Pancasilais ini ada 74 dari 78 menara kembar rumah susun yang sudah  terbangun ternyata mangkrak atau telantar. Kendalanya, menurut pihak  berwenang, karena tak tersedia prasarana (infrastruktur) seperti air  bersih dan listrik, serta sarana pendidikan dan akses transportasi.</p>
<p style="text-align: justify">Ajaib  betul. Bagaimana mungkin rumah susun dibangun tanpa kelengkapan air  bersih dan jaringan listrik. Orang pasti  geleng-geleng kepala tak habis  pikir mendengar adanya rumah susun di Kemayoran yang tak bisa dihuni  karena lift yang dijanjikan Pemprov belum juga dipasang. Menyebalkan,  menggelikan, sekaligus memalukan kisah tragis ini terjadi di ibu kota  negara di era milenium ketiga. Bukan di kota kecil terpencil.</p>
<p style="text-align: justify"><strong>”Pancasila” perencanaan kota</strong></p>
<p style="text-align: justify">Konon,  dari begitu banyak dosa para pejabat pemerintah, dosa  terbesar adalah  dalam ranah perencanaan. Cukup banyak rencana dan program disusun tanpa  melalui studi, kajian, atau penelitian mendalam. Termasuk program seribu  menara yang sebetulnya maksudnya amat mulia, tetapi proses  perencanaannya serba instan. Mang Usil dalam Pojok-nya di Kompas dengan  amat cerdas menyarikannya: ”Ribuan rumah susun telantar, yang penting  uang masuk”.<br />
<span id="more-263"></span>Jika kita semua mau belajar dan merunut jauh ke  belakang, sudah beberapa dekade  silam Koes Hadinoto merumuskan lima  unsur dasar dalam perencanaan kota. Kita bisa menyebutnya dengan  predikat keren ”Pancasila Perencanaan Kota”, yaitu Wisma (perumahan),  Karya (lapangan kerja), Marga (jaringan jalan), Suka (rekreasi, taman),  dan Prasarana (air bersih, listrik, drainase, persampahan).</p>
<p style="text-align: justify">Kisah  memilukan berupa telantarnya ribuan rusunami dan rusunawa adalah akibat  tak diterapkannya kaidah ini. Kebijakan dan program pemerintah terlalu  teknokratik, tertutup, terpasung pada sisi pasokan, berlandaskan prinsip  konvensional: predict and provide. Padahal, di era Reformasi, mestinya  kebijakan dan program lebih demokratik, terbuka, mengutamakan sisi  pemenuhan kebutuhan yang aktual dan terukur, berlandaskan prinsip  kontemporer debate and decide (baca William Saunders, Urban Planning  Today, 2006).</p>
<p style="text-align: justify">Seyogianya sebelum rencana perumahan disusun, sudah  ada studi tentang siapa kelompok sasarannya, berapa jumlahnya,  bagaimana seluk-beluk dan gaya hidupnya, apa lapangan kerjanya,  bagaimana kemampuan ekonominya, dan sebagainya. Perumahan dengan  penghuninya itu ibarat cangkang dengan kerangnya. Pas, tak terlalu  besar, tak terlalu kecil. Kokoh dan kuat konstruksinya, tidak gampang  retak. Tak kalah penting, indah dipandang mata atau estetis.</p>
<p style="text-align: justify">Sesudah  mendalami berbagai hal terkait unit rumah dengan berbagai jenis,  ukuran, dan biaya sesuai tingkat keterjangkauan kelompok sasaran, mesti  dilanjutkan dengan kajian tentang lokasi yang tepat sesuai lapangan  kerjanya. Sangat tak masuk akal jika rusun untuk nelayan terletak di  lokasi terlalu jauh dari pantai. Berikutnya yang ternyata juga sering  terlupakan, keterkaitannya dengan jaringan transportasi dan ketersediaan  prasarana dasar, seperti air bersih, listrik, drainase, persampahan.  Namanya saja prasarana, seharusnya disiapkan lebih dulu sebelum  dipastikan untuk membangun sarana berupa perumahannya.</p>
<p style="text-align: justify"><strong>Generasi Renaisans</strong></p>
<p style="text-align: justify">Sesuai  pesan Romo Mangunwijaya (almarhum), yang sudah telanjur, sikap kita tak  bisa lain kecuali ”apa boleh buat”. Namun,   mesti dipancangkan tekad  membaja untuk tak mengulang kesalahan sama. Sudah banyak bahkan terlalu  banyak kecaman atas  ”absurd”-nya rencana kota dan perumahan di segenap  pelosok Tanah Air. Sampai planologi dipelesetkan jadi plan–no–logic,  alias rencana tanpa penalaran. Kebetulan saya baru saja membaca buku  Patricia Ward, pakar budaya, berjudul Renaissance Generation (2009). Dia  menyatakan, ketika di abad ini suatu kota, atau bahkan negara, sudah  menunjukkan gejala keruntuhan, itulah saatnya lahir Generasi Renaisans  jilid kedua. Pengertian Renaisans secara ringkas dan bernas: ”A movement  or period of robust creative and intellectual activity that is  associated with a rebirth of civilization”.</p>
<p style="text-align: justify">Yang paling penting,  usulannya tentang pendayagunaan seoptimal mungkin apa yang diistilahkan  dengan infrastruktur intelektual. Maksudnya, pelibatan para ilmuwan,  cendekiawan, pakar profesional yang betul-betul kompeten di bidangnya.  Mereka bukan hanya milik kampus perguruan tingginya, melainkan juga jadi  milik bangsa. Sekadar contoh, gagasan menangani masalah lalu lintas di  Beijing dengan inovasi baru berupa pengoperasian bus mengangkang dua  meter di atas tanah datang dari ilmuwan Universitas Shanghai.</p>
<p style="text-align: justify">Yang  juga amat menarik dari paparannya tentang Renaisans Perkotaan, bahwa  dalam era globalisasi ini kita justru bisa lebih banyak belajar  dari-kota menengah seperti Providence (AS), Barcelona (Spanyol), dan  Curitiba (Brasil). Bukannya dari New York, Madrid, atau London. Serupa  dengan Indonesia, keteladanan dalam perencanaan dan pembangunan kota  malah ditunjukkan kota-kota sekunder seperti Solo. Misalnya, penanganan  pedagang kaki lima, pembangunan pasar tradisional, penataan kawasan  pusaka budaya, dan paling mutakhir rintisan rail-bus dan bus tingkat  wisata.</p>
<p style="text-align: justify">Mari memancangkan tekad  bersama membenahi kota-kota kita  dengan semangat Renaisans, merintis terbentuknya peradaban baru  perkotaan. Tanpa harus saling menyalahkan dan merasa paling benar  sendiri seperti sering dipertontonkan para politikus di puncak  kekuasaan.</p>
<p style="text-align: justify"><span style="color: #808080">(Eko Budihardjo<em> Guru Besar Arsitektur dan Perkotaan Universitas Diponegoro; Anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia)</em></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abril.susiloadhy.net/2011/03/09/renaisans-perkotaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>eksis…</title>
		<link>http://abril.susiloadhy.net/2011/02/08/eksis/</link>
		<comments>http://abril.susiloadhy.net/2011/02/08/eksis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Feb 2011 09:26:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abril</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inside Out]]></category>
		<category><![CDATA[gakpenting]]></category>
		<category><![CDATA[Iseng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abril.susiloadhy.net/?p=247</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;lo gak eksis sih?&#8221; &#8220;kemana aja jeng, kok gak eksis lagi?&#8221; &#8220;kaya gw dong, nih&#8230; selalu eksis&#8221; mungkin pernyataan2 di atas sangat sering kita dengar,tapi eksis yg dimaksud sebenarnya apa sih? kalau menurut kamus besar Bahasa Indonesia cetakan tahun 2002, eksis merupakan singkatan (baca: istilah gaul/istilah sehari2) dari kata eksistensi yang berasal dari bahasa Eropa <a href="http://abril.susiloadhy.net/2011/02/08/eksis/"> read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify">&#8220;lo gak eksis sih?&#8221;<br />
&#8220;kemana aja jeng, kok gak eksis lagi?&#8221;<br />
&#8220;kaya gw dong, nih&#8230; selalu eksis&#8221;</p>
<p style="text-align: justify">mungkin pernyataan2 di atas sangat sering kita dengar,tapi eksis yg dimaksud sebenarnya apa sih?</p>
<p style="text-align: justify">kalau menurut kamus besar Bahasa Indonesia cetakan tahun 2002, <span style="color: #008080"><em>eksis merupakan singkatan (baca: istilah gaul/istilah sehari2) dari kata eksistensi yang berasal dari bahasa Eropa dan diartikan sebagai adanya; kehidupan, misalnya: partai-partai yang eksistensinya memang tidak bisa dipertahankan lagi, dipersilakan mundur dari percaturan politik</em></span>.</p>
<p>jadi kalau boleh menarik kesimpulan eksis atau eksistensi merupakan bagian dari kehidupan seseorang atau apa pun itu bentuknya sehingga dapat menimbulkan makna/arti sedemikian rupa bagi dirinya sendiri maupun lingkungan (sosial) tempatnya berada. artinya eksis atau eksistensi dapat merupakan kepuasan akan nilai bagi dirinya sendiri dan juga dapat merupakan pengakuan nilai dari kelompok/lingkungan dimana individu tersebut berada.</p>
<p style="text-align: justify">seperti apa sih bentuk eksis atau eksistensi itu sebenarnya?</p>
<p style="text-align: justify"><span id="more-247"></span>untuk pertanyaan yang satu ini, pastinya tidak ada jawaban yang absolut. bentuk eksis atau eksistensi bisa beragam, tergantung pada situasi, kondisi, dan waktunya. misalnya eksistensi dalam bidang keilmuan/akademis bisa dilihat dari seberapa banyak dihasilkannya jurnal ilmiah, penelitian, atau postulat baru, atau bahkan masuk dalam peringkat ke-sekian dunia. kalau dari bidang keartisan mungkin eksistensi diartikan sebagai seberapa sering tampil di media atau seberapa banyak mendapatkan tawaran keartisan. kalau untuk politikus eksis atau eksistensi pastinya bisa berasal dari jumlah dukungan, seberapa sering muncul di media untuk memberikan opini atau seberapa sering muncul di berbagai acara/undangan, atau mungkin seberapa banyak jejaring (dengan orang penting) yang dimilikinya.</p>
<p>nah, bagaimana eksis atau eksistensi diartikan untuk orang-orang kebanyakan seperti kita ini? entah bisa berupa seberapa banyak teman atau <em>follower</em> di jejaring sosial? selalu ada dalam setiap jepretan foto di lingkungan kita? prestasi kerja?  banyak kenalan di berbagai tempat? saya tidak tau&#8230; mungkin cuman anda sendiri yang bisa menjawabnya <img src='http://abril.susiloadhy.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify">kalau saya sih mengartikan eksis atau eksistensi tidak lebih dari sebuah kata. gak penting punya berapa teman atau <em>follower</em> di berbagai situs jejaring sosial, gak penting selalu ada dalam setiap foto, yang penting bagi saya adalah saya selalu bahagia dalam hidup dan orang-orang di sekitar saya juga tidak menganggap saya berlebihan atas keberadaan diri saya. titik.</p>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abril.susiloadhy.net/2011/02/08/eksis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>mobile tes…</title>
		<link>http://abril.susiloadhy.net/2010/12/14/mobile-tes/</link>
		<comments>http://abril.susiloadhy.net/2010/12/14/mobile-tes/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Dec 2010 15:01:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abril</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Iseng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abril.susiloadhy.net/2010/12/14/mobile-tes/</guid>
		<description><![CDATA[nyoba2 posting via mobile phone smoga ke depannya makin rajin blogging lagi&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>nyoba2 posting via mobile phone <img src='http://abril.susiloadhy.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
smoga ke depannya makin rajin blogging lagi&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abril.susiloadhy.net/2010/12/14/mobile-tes/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>rumah beres tanpa PRT</title>
		<link>http://abril.susiloadhy.net/2010/09/20/rumah-beres-tanpa-prt/</link>
		<comments>http://abril.susiloadhy.net/2010/09/20/rumah-beres-tanpa-prt/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Sep 2010 09:12:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abril</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inside Out]]></category>
		<category><![CDATA[Things to Share]]></category>
		<category><![CDATA[rumahtangga]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abril.susiloadhy.net/?p=239</guid>
		<description><![CDATA[Rumah semua beres, rapi, bersih, apalagi kalau ditambah wangi, siapa sih yang gak mau? Apalagi kalau semua dikerjain tanpa bantuan PRT, pastinya bangga dan puas banget dong ya hehehe… Tapi nih, sebelum menuju ke rumah beres, rapi, bla, bla, bla itu, banyak banget halangannya, contohnya nih, gw aja, ada lebih kali sejuta alasan dari yang <a href="http://abril.susiloadhy.net/2010/09/20/rumah-beres-tanpa-prt/"> read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify">Rumah semua beres, rapi, bersih, apalagi kalau ditambah wangi, siapa sih yang gak mau? Apalagi kalau semua dikerjain tanpa bantuan PRT, pastinya bangga dan puas banget dong ya hehehe…<br />
Tapi nih, sebelum menuju ke rumah beres, rapi, bla, bla, bla itu, banyak banget halangannya, contohnya nih, gw aja, ada lebih kali sejuta alasan dari yang mulai gak ada waktu, sibuk, waktu mepet, capek karena udah seharian kerja, mendingan waktunya dipake untuk ‘<em>quality time</em>’ sm anak, sampe males beneran berakhir dengan ketiduran atau kesiangan bangun.</p>
<p style="text-align: justify">Di masa-masa gak punya PRT seperti sekarang ini (baca: pasca-lebaran) rutinitas kembali seperti sediakala sama seperti sebelum kita ‘<em>addict</em>’ sama yang namanya PRT. Di hari-hari kerja harus bangun lebih pagi dan rela tidur lebih malam (pdhal jam tidur gw udah dini hari) dan di hari-hari <em>weekend</em> harus menyiapkan tenaga ekstra untuk bebersih yang rada ‘berat’.</p>
<p style="text-align: justify">Beberes urusan rumah emang gak ada habisnya…*sigh, dan kalau dipikir-pikir ngapain juga sih capek-capek nyapu lantai kalau besok juga udah kita sapu lagi haha… Tapi, maaf, maaf nih ya, keperfeksionisan gw membuat urusan beberes rumah ini jadi urusan wajib yang gak boleh terlewatkan, males kan kalau pulang kantor, udah capek, kena macet, laper, trus begitu buka pintu yang ada lantai kotor, cucian piring numpuk, atau baju dan buku bertebaran di mana-mana (mau marah gak sih???).<br />
<span id="more-239"></span>Sekali-kali ceritanya bagi-bagi beberapa tips nih untuk para ibu bekerja yang tidak punya PRT atau memang tidak ‘percaya’ dengan PRT-nya dalam urusan beberes rumah:<br />
<span style="color: #800080"><strong>1. bersihkan rumah secara rutin dan dalam waktu yang sudah ditargetkan.</strong></span><br />
di hari kerja, ritme kerja dibagi 2 yaitu:<br />
a.  pagi hari +/- 30 menit s/d 1 jam: sapu lantai, mengepel lantai, cuci piring, beberes mainan anak/baju, beberes kamar tidur, siram tanaman, siapin sarapan dan bekal, persiapan anak sekolah, suami dan gw ke kantor.<br />
b.  pada malam, setelah pulang kantor (seringnya setelah anak tidur) +/- 30 menit – 1 jam: cuci baju, siapkan menu sarapan dan bekal besok, (kadang) menyeterika, beberes kamar anak.<br />
di hari libur:<br />
membersihkan kamar mandi, dapur, bersihkan debu, cuci sprei, atau pekerjaan yg butuh ekstra waktu+tenaga.</p>
<p><strong><span style="color: #800080">2. lakukan pekerjaan yang dapat dikerjakan secara periodik</span></strong>, misalnya mengepel lantai 2 hari sekali, mencuci dan menyetrika baju 2 hari sekali, mencuci piring 1 atau 2 kali sehari saja.</p>
<p style="text-align: justify"><span style="color: #800080"><strong>3. Berbagi pekerjaan rumah dengan pasangan</strong></span>, kalau gw biasanya punya tugas mencuci baju, sementara hubby menyeterika baju.<br />
<span style="color: #800080"><br />
<strong>4. selesaikan apa yang sedang dikerjakan, jangan menunda</strong></span>. Contohnya nih sebelum menyapu lantai bersihkan dulu meja dan debu2 atau sebelum mencuci piring selesaikan dulu memasak, jangan sampai deh udah selesai smua ternyata ada pekerjaan yg harus diulang.</p>
<p><strong><span style="color: #800080">5. lakukan 1 atau 2 pekerjaan sekaligus (multitasking)</span></strong>, misalnya sembari mencuci baju di mesin cuci bisa sekaligus mencuci piring dan merebus kaldu. Gw percaya smua perempuan punya bakat multitasking yang terpendam dan makin ok jika sering terasah hehe&#8230;</p>
<p style="text-align: justify"><strong><span style="color: #800080">6. bersihkan langsung!</span></strong> Misalnya saat anak menumpahkan makanan, jangan tunda, langsung bersihkan saat itu juga. It helps a lot moms <img src='http://abril.susiloadhy.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
<!--more--><br />
<a class="tt-flickr tt-flickr-Medium" title="cleaningtools8" href="http://abril.susiloadhy.net/gallery/photo/5383548139/cleaningtools8.html"><img class="alignleft" src="http://farm6.static.flickr.com/5211/5383548139_da57ba4c82.jpg" alt="cleaningtools8" width="219" height="173" /></a>Selain beberapa tips sebelumnya, jenis peralatan juga penting untuk menunjang proses beberes rumah terutama dari segi efisiensi dan efektivitas waktu dan hasilnya. Beberapa peralatan yang menurut gw wajib dimiliki (terutama jika tanpa PRT) yaitu:</p>
<p><strong><span style="color: #808000">1. Mesin Cuci<span style="color: #000000">.</span></span><span style="color: #000000"> </span></strong>Ini menurut gw penting banget karena cuci mencuci baju biasanya memakan waktu lama, jadi kalau punya mesin cuci bisa ditinggal mengerjakan kerjaan lainnya.</p>
<p style="text-align: justify"><strong><span style="color: #808000">2. Sapu dan Pel bergagang ergonomis</span></strong>. Dua benda ini pastinya wajib dipunyai smua rumah tangga kan? J biar ok pel-nya pilih yg otomatis bisa diperas sendiri cukup dengan menginjak mesin di ember-nya, ih, pokoknya ok banget-lah (#bukanpromosi).</p>
<p style="text-align: justify"><span style="color: #808000"><strong>3. Lap Serba Guna</strong></span>. Kalau lap ini harusnya kita punya beberapa, untuk lap basah semisal kanebo, lap kering, lap debu yang paling ok yang berbahan microfiber. Tips lain, sebaiknya kita memilih lap yang berukuran sedang sampai besar dan men-stok agak banyak (apalagi klo udah seneng sm bahannya) supaya gak sedikit2 beli lagi beli lagi.</p>
<p style="text-align: justify"><strong><span style="color: #808000">4. Cairan Pembersih Serbaguna</span></strong>. Nah kalau yang ini sebaiknya dipilih yang bisa membersihkan smua jenis permukaan, dari mulai kayu, kaca, sampai besi (emang rada mahal sih hehe).</p>
<p style="text-align: justify"><span style="color: #808000"><strong>5. Spons</strong></span>. Kalau benda ini penting untuk cuci-cuci, termasuk cuci piring sampai cuci mobil (tapi harus dibedain ya, jangan cuman satu spons aja hehe).</p>
<p style="text-align: justify"><span style="color: #808000"><strong>6. Spons Kawat</strong></span>. Penting untuk cuci wajan atau panci yang berpantat hitam atau gelas-gelas bernoda akibat kopi atau teh.</p>
<p style="text-align: justify"><strong><span style="color: #808000">7. Baking Soda, Pembersih Keramik, dan Pembersih Toilet</span></strong>. Tiga sekawan ini ampuh+mujarab untuk bebersih kotoran2 yg nempel dimana2, khususnya di area kamar mandi dan di lantai seputaran rumah.</p>
<p style="text-align: justify"><strong><span style="color: #808000">8. Karbol, Kapur Barus</span></strong>. Terus terang gw <em>addict</em> banget sm kedua benda ini, selain bisa bikin wangi dan segar, bisa juga buat pengusir serangga misalnya kecoa dalam waktu singkat.</p>
<p style="text-align: justify"><span style="color: #808000"><strong>9. Vacuum Cleaner</strong></span>. Penting gak penting sih kalau yang ini, masuk ke list ini karena alat ini bisa ngebersihin macem2 dengan bersih, mulai dari pojok dapur sampe plafond rumah.</p>
<p>Sekian dulu ya emak-emak upik abu sekalian, selamat bekerja membersihkan rumah, jangan patah arang, tetap semangat, kita semua tetep cantik kok walau pake daster+apron+penutup hidung di saat yang bersamaan… tosss <img src='http://abril.susiloadhy.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abril.susiloadhy.net/2010/09/20/rumah-beres-tanpa-prt/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>balada PRT</title>
		<link>http://abril.susiloadhy.net/2010/09/16/balada-prt/</link>
		<comments>http://abril.susiloadhy.net/2010/09/16/balada-prt/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Sep 2010 06:26:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abril</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inside Out]]></category>
		<category><![CDATA[Momentum]]></category>
		<category><![CDATA[Things to Share]]></category>
		<category><![CDATA[dilema]]></category>
		<category><![CDATA[lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[prt]]></category>
		<category><![CDATA[rumahtangga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abril.susiloadhy.net/?p=213</guid>
		<description><![CDATA[Lebaran biasanya merupakan masa-masa PRT berjaya, kenapa gw sebut berjaya karena pada masa inilah para PRT 1).mendapatkan jatah cuti tahunan alias pulang kampung dengan (plus) seabrek bawaan hasil kerja setahun di rumah majikan masing-masing; 2).saat dimana mereka bisa pilih-pilih, maksudnya kalau masih betah di rumah majikan lama pasti para PRT ini menagih kenaikan gaji atau <a href="http://abril.susiloadhy.net/2010/09/16/balada-prt/"> read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #993300;"><span style="color: #008080;"><strong><a class="tt-flickr tt-flickr-Medium" title="for blogging" href="http://abril.susiloadhy.net/gallery/album/72157624870407057/for-blogging.html"><img src="http://farm5.static.flickr.com/4149/5007875028_43ea23ff67.jpg" alt="for blogging" width="580" height="127" /></a><br />
</strong></span></span></p>
<p style="text-align: justify;">Lebaran biasanya merupakan masa-masa PRT berjaya, kenapa gw sebut berjaya karena pada masa inilah para PRT 1).mendapatkan jatah cuti tahunan alias pulang kampung dengan (plus) seabrek bawaan hasil kerja setahun di rumah majikan masing-masing; 2).saat dimana mereka bisa pilih-pilih, maksudnya kalau masih betah di rumah majikan lama pasti para PRT ini menagih kenaikan gaji atau perbaikan fasilitas (bisa apa ajah), tapi kalau udah bosan, masa lebaran ini masa yang tepat untuk pindah majikan, atau malah tidak balik sama sekali karena (biasanya) dinikahkan. Bosan yang dimaksud di sini tentunya subyektif, tergantung perspektif dari masing-masing PRT tadi: ada yang memang tidak ‘klop’ sama majikan; kesel sama anak majikan atau majikan yang rewel, bawel, cerewet, dst, dst; kerjaan seabrek tapi gaji minim dan ga ada istirahatnya; ingin cari suasana baru; atau malah dapat perlakuan (sangat) buruk. Pastinya para PRT ini sebelum memutuskan ‘hendak kerja dimana’ sudah terlebih dahulu menimbang-nimbang termasuk bisik sana-sini ke sesama rekan seprofesi, dari situ para PRT ini bisa menyimpulkan ‘kok tempat kerja lo lebih enak, sementara gw nggak’. Yah, akhirnya giliran para majikan yang kedodoran.</p>
<p style="text-align: justify;">Lebaran juga saatnya para PRT dadakan atau istilahnya PRT infal menambang rejeki. PRT infal sebenarnya merupakan PRT pengganti PRT ‘resmi’ yang biasanya sehari-hari bekerja di sebuah rumah pada saat lebaran. Jangan salah loh, walaupun bekerja cuman 1 atau 2 bulan pada masa lebaran penghasilannya bisa lebih gede dari para abdi negara (*tersenyum kecut). Info ini gw dapet dari hasil baca artikel di koran terbesar ibukota, bahkan kabarnya hasil kerja mereka ini sebagian besar untuk membiayai gaya hidup para suaminya, misalnya: untuk beli motor terbaru. Sudah sedemikian pentingnya-kah gaya hidup di kota kecil/pedesaan sehingga seorang wanita/ibu/isteri rela meninggalkan keluarganya di saat seharusnya mereka dan juga sebagian besar orang berkumpul bersama untuk merayakan hari raya?</p>
<p style="text-align: justify;">Pengalaman gw pribadi sih baru tahun ini aja bermasalah dengan yang namanya PRT, soalnya emang baru tahun kemarin bener-bener ada PRT yang nginep dan kerja 24/7 di rumah. Kenapa? Sebelumnya gw merasa ga terlalu butuh PRT nginep, semua bisa diurus dan dikerjain sendiri, kalau pun butuh bantuan terkadang ‘pinjam’ PRT-nya nyokap (pastinya dibayar dong hehe). <span id="more-213"></span>Mulai tahun lalu merasa perlu karena Chey udah mulai gede dan masuk playgroup, jadi si PRT rencananya emang buat nemenin Chey (aka baby sitter jadinya). Tapi yah gitu deh, akhirnya si PRT ikutan bantuin juga kerjaan rumah yang seringnya ga rutin gw kerjain, seperti nyapu, ngepel, nyiram tanaman, bebersih halaman depan, dan tentunya yang paling penting nyetrika (oh gosh, I really hate ironing).</p>
<p style="text-align: justify;">Setahun (tepatnya 11 bulan) berlalu sejak si PRT bekerja di rumah gw. Kita semua jadi ‘addict’ sama bantuannya dia, bahkan makin lama makin cenderung males buat melakukan hal-hal yang sebelumnya gak perlu dibantu, si Chey aja udah jadi lengket dan akrab sama si PRT, sampe lebih milih pergi sekolah naik angkot sama si PRT ketimbang di-drop sama Ayah-Bunda-nya di sekolah (*sigh). Setelah terbiasa… setalah beradaptasi… makin pintar… makin gak perlu disuruh-suruh… ternyata… H+1 lebaran kemarin si PRT cuman mengirimkan pesan singkat (baca: sms) yang mengabarkan dia gak akan balik lagi… dengan alasan harus nunggu neneknya di kampung (alah, paling juga pindah kerja ato dikawinin) sh*t happens…</p>
<p style="text-align: justify;">Yah sudahlah, kita kembali ke dua tahun sebelum ada si PRT, kembali mengerjakan semuanya sendiri, kembali menitipkan Chey 100 % ke nyokap, kembali pada saat-saat penting ‘pinjam’ PRT-nya nyokap, kembali after hours saat orang lain istirahat atau malah hang-out, gw dan hubby kembali ‘banting tulang’ berjibaku sama kerjaan rumah</p>
<p style="text-align: justify;">Yah itulah hidup…</p>
<p style="text-align: justify;">Ada saatnya PRT datang… Ada saatnya PRT pergi…</p>
<p style="text-align: justify;">PRT… oh PRT… dirimu kadang dihina, tak terlihat, tapi selalu dirindukan…</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #999999;"><em>(kisah nyata seorang ibu-pekerja yang kehilangan PRT, berharap dalam waktu dekat ada PRT baru yang lebih baik dan lebih loyal)</em></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abril.susiloadhy.net/2010/09/16/balada-prt/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>lebaran 2010</title>
		<link>http://abril.susiloadhy.net/2010/09/14/lebaran-2010/</link>
		<comments>http://abril.susiloadhy.net/2010/09/14/lebaran-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Sep 2010 07:07:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abril</dc:creator>
				<category><![CDATA[Momentum]]></category>
		<category><![CDATA[Things to Share]]></category>
		<category><![CDATA[greetings]]></category>
		<category><![CDATA[lebaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abril.susiloadhy.net/?p=210</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="tt-flickr tt-flickr-Medium" title="lebaran 2010" href="http://abril.susiloadhy.net/gallery/photo/5006629811/lebaran-2010.html"><img class="alignnone" src="http://farm5.static.flickr.com/4106/5006629811_0a63e468c1.jpg" alt="lebaran 2010" width="500" height="352" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abril.susiloadhy.net/2010/09/14/lebaran-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>janji palsu&#8230;</title>
		<link>http://abril.susiloadhy.net/2010/07/22/janji-palsu/</link>
		<comments>http://abril.susiloadhy.net/2010/07/22/janji-palsu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2010 04:01:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abril</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inside Out]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[curhat]]></category>
		<category><![CDATA[gakpenting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abril.susiloadhy.net/?p=205</guid>
		<description><![CDATA[mana katanya mau semangat nge-blog lagi??? mana??? mana??? mana??? postingan lo??? &#8230; janji palsu bahkan sudah hampir dua tahun berlalu janji lo tetep gombal &#8230; mendingan ga usah janji klo mau nulis ya nulis klo mau blogging ya blogging &#8230; cih!!!]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>mana katanya mau semangat nge-blog lagi???<br />
mana???<br />
mana???<br />
mana??? postingan lo???<br />
&#8230;<br />
janji palsu<br />
bahkan sudah hampir dua tahun berlalu<br />
janji lo tetep gombal<br />
&#8230;<br />
mendingan ga usah janji<br />
klo mau nulis ya nulis<br />
klo mau blogging ya blogging<br />
&#8230;<br />
cih!!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abril.susiloadhy.net/2010/07/22/janji-palsu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>janji baru di tahun baru&#8230;</title>
		<link>http://abril.susiloadhy.net/2009/12/21/janji-baru-di-tahun-baru/</link>
		<comments>http://abril.susiloadhy.net/2009/12/21/janji-baru-di-tahun-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 03:54:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abril</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inside Out]]></category>
		<category><![CDATA[Momentum]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[curhat]]></category>
		<category><![CDATA[gakpenting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abril.susiloadhy.net/?p=200</guid>
		<description><![CDATA[akhirnya&#8230;&#8230;&#8230;&#8230; setelah sekian lama hiatus, mulai lagi nih niatan untuk mulai blogging. alasannya? karena (1) banyak banget isi kepala yang kayanya sayang untuk dibuang, lumayan kan bisa curhat ato berbagi ilmu gratis hehe (2) mumpung ada momen tahun baru (islam) jadi (ikut latah) pengen bikin resolusi baru hihi (3) kadang waktu luang sayang dibuang pecuma, <a href="http://abril.susiloadhy.net/2009/12/21/janji-baru-di-tahun-baru/"> read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>akhirnya&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;<br />
setelah sekian lama hiatus, mulai lagi nih niatan untuk mulai blogging. alasannya? karena (1) banyak banget isi kepala yang kayanya sayang untuk dibuang, lumayan kan bisa curhat ato berbagi ilmu gratis hehe (2) mumpung ada momen tahun baru (islam) jadi (ikut latah) pengen bikin resolusi baru hihi (3) kadang waktu luang sayang dibuang pecuma, lagian kan blogging cuman butuh waktu paling lama 30 menit (4) sayang banget udah bayar hosting tapi ga dimanfaatin, dari pada lama2 hubby dah ga mau bayar lagi ^^</p>
<p>emang sih kedengerannya alasan2 tadi pasti cuman numpang lewat, buntutnya pasti dateng lagi tuh si kemalasan, apalagi di jaman sekarang kan blog udah ga jaman lagi (baca: alay, kata anak muda jaman sekarang). iya sih, sekarang ini emang eranya micro blogging, liat aja nge-tweet sm fb-an sekarang jadi doping buat (mungkin) smua orang, mulai dari pekerja kantoran yg super sibuk sampai anak SD dan ibu rumah tangga. sesibuk dan serepot apapun dijabanin tuh buat &#8216;nengok&#8217; twitter ato fb (gw juga gitu kok hehe). makanya untuk menekan virus2 di atas pengen deh mulai blogging lagi. yah doain aja smoga sukses dan gak hiatus kelamaan ky tahun2 lalu ^^</p>
<p>happy new year<br />
happy blogging</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abril.susiloadhy.net/2009/12/21/janji-baru-di-tahun-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

