akhirnya…………
setelah sekian lama hiatus, mulai lagi nih niatan untuk mulai blogging. alasannya? karena (1) banyak banget isi kepala yang kayanya sayang untuk dibuang, lumayan kan bisa curhat ato berbagi ilmu gratis hehe (2) mumpung ada momen tahun baru (islam) jadi (ikut latah) pengen bikin resolusi baru hihi (3) kadang waktu luang sayang dibuang pecuma, lagian kan blogging cuman butuh waktu paling lama 30 menit (4) sayang banget udah bayar hosting tapi ga dimanfaatin, dari pada lama2 hubby dah ga mau bayar lagi ^^
emang sih kedengerannya alasan2 tadi pasti cuman numpang lewat, buntutnya pasti dateng lagi tuh si kemalasan, apalagi di jaman sekarang kan blog udah ga jaman lagi (baca: alay, kata anak muda jaman sekarang). iya sih, sekarang ini emang eranya micro blogging, liat aja nge-tweet sm fb-an sekarang jadi doping buat (mungkin) smua orang, mulai dari pekerja kantoran yg super sibuk sampai anak SD dan ibu rumah tangga. sesibuk dan serepot apapun dijabanin tuh buat ‘nengok’ twitter ato fb (gw juga gitu kok hehe). makanya untuk menekan virus2 di atas pengen deh mulai blogging lagi. yah doain aja smoga sukses dan gak hiatus kelamaan ky tahun2 lalu ^^
happy new year
happy blogging
setelah 9 tahun hidup di kota kembang, tibalah saatnya untuk meninggalkan ‘the most convinient city’ versi gw ini. alasannya simple dan standar banget, “ikut suami”. jadilah satu bulan sebelum melahirkan kita boyongan ke jakarta. yah, apa boleh buat pastinya banyak penyesuaian-penyesuaian ‘lagi’ setelah lama udah ga tinggal di kota yang katanya metropolitan ini.
kalo mau di-list bisa panjang banget dari mulai ganti dokter kandungan, beberes barang dan menata ulang lagi, penyesuaian suhu, air, udara, transportasi, money management, termasuk kebiasaan-kebiasaan yang udah ‘mengakar’ dan biasa dilakukan selama di bandung…sedih juga sih, tapi apa boleh buat “live must go on” kata wong bule, masa kita mau stay terus sih selamanya dalam comfort zone. toh, nantinya kita juga bisa membuat comfort zone versi baru yang udah disesuaikan dengan kehidupan di jakarta.
awalnya nih males banget kalo ngebayangin bakalan tinggal ‘lagi’ di kota yang penuh manusia, polusi, kemacetan, udara kotor, etc… tapi terus terang kalo dipikir-pikir lagi udah ’stuck’ juga sih hidup di bandung yang gitu-gitu aja (baca: kurang dinamis), sedangkan jakarta memberikan berbagai varian tawaran menarik hehehe… so, we take that challenge and also its risks. sekarang kita udah jadi orang jakarta ‘lagi’ yang kalo ke bandung cuma weekend-ers aja (padahal dulu kita paling sebel orang yang model kaya gini)… xixixi
Melewati masa-masa hibernasi, semangat blogging kembali datang. Tapi niatan itu kok hilang lagi begitu melihat tampilan blog ini….. membosankan, atau karena terlalu lama off blogging, atau terlalu banyak blog walking ke blog-blog lain yang lebih ‘menyegarkan’? atau karena timing-nya yang pas, bersamaan dengan tahun baru, jadi ikutan latah pengen sesuatu serba baru? Gak tau deh… pokoknya blog ini harus di-redesign lagi, tepatnya redesign template…hahaha
Semoga setelah ini jadi lebih rajin blogging.
Thanks for my hubby yang udah baik banget, you’re the best mas.

Baby itu kita beri nama Cheryn Alisya Wulandari, anak perempuan yang cantik sekali dengan bobot lahir 3,2 kg dan panjang 47 cm. Dia lahir dengan normal di RSIA Buah Hati di daerah Kedaung. Sebelumnya kelahiranku harus melewati waktu-waktu kontraksi akibat induksi yang panjang dan melelahkan karena ketuban pecah 16 jam sebelumnya.
Untuk proses yang telah dijalani, hanya ada satu kata untuk semuanya: its so AMAZING…
Sudah hampir 2 tahun sejak waktu ikrar itu berlalu
Banyak yang terjadi
Kebersamaan…
Keterikatan…
Ketergantungan…
Kesetiaan…
Kesedihan…
Kemarahan…
Kecemburuan…
Dan yang pasti kebahagiaan…
Diantaranya terselip rasa sepi
Terkadang sepi itu datang tiba-tiba
Terkadang sepi itu pergi, juga tiba-tiba
Beberapa kali sepi datang tanpa pergi lagi
Terkadang sepi juga datang saat kita berdua
Kapan sepi itu pergi…
…
Kini dan sembilan bulan kedepan
Sepi itu tidak akan datang lagi
Sepi akan pergi selamanya…
…
tepat hari ini, 61 tahun yang lalu, di bandung telah terjadi suatu peristiwa perjuangan heroik yang kini dikenal dengan peristiwa bandung lautan api. mungkin tidak sedikit dari generasi sekarang yang tidak tau sebenarnya ‘cerita’ seperti apa yang terjadi di peristiwa itu. memang sih setiap tahun selalu ada acara peringatan bandung lautan api yang biasanya diadakan oleh pemda kota bandung. tapi menurut gue acara yang diselenggarakan kok kurang ‘berjiwa’ bandung lautan api ya… kaya tahun ini aja malah bikin bazaar, panggung hiburan dan malah cari orang sebanyak-banyaknya untuk ikutan long march obor supaya bisa masuk MURI… huh ga penting banget sih.
kegiatan yang agak lumayan sih adalah acara long march alias napak tilas dengan berjalan kaki yang biasanya diwajibkan bagi perwakilan sekolah. agak lumayan karena pertama rutenya kok kebalik ya kenapa mulai dari tegalega dan berakhir di gedung sate, padahal gedung sate nggak terlalu bernilai sejarah bagi peristiwa bandung lautan api ini (lagian ngungsinya kan ke bagian selatan bandung, ini kok rutenya malah masuk kota???). udah gitu ga ada penjelasan atau interpretasi tentang kenapa? apa? dan gimana sejarahnya…. yah gitu deh karena wajib yang keliatan malah pesta kostum dan pawai obornya aja. bahkan mungkin dari peserta yang ikutan juga banyak yang ga ngerti mereka lagi ngapain……
Sejarah Singkat
sejarah bangsa ini mencatat kemerdekaan Indonesia diproklamirkan pada tanggal 17 agustus 1945, namun ternyata perjuangan bangsa kita belum berakhir. kedatangan tentara sekutu (Inggris) yang diboncengi Belanda memaksa para pejuang bangsa harus kembali bertempur kembali demi mempertahankan kemerdekaan yang baru seumur jagung. perlawanan terjadi di berbagai daerah, termasuk bandung yang pada akhirnya menimbulkan peristiwa bandung lautan api.
tentara Inggris dibawah komando Brigjen MacDonald mendarat di bandung pada bulan Oktober 1945. awalnya misi mereka adalah melucuti tentara Jepang serta membebaskan tawanan perang. namun dalam perkembangannya, mereka malah membuka jalan bagi Belanda untuk kembali menjajah Indonesia. hal ini tentu saja menimbulkan kemarahan rakyat sehingga peperangan tidak dapat terelakkan.
Read the rest of this entry »
Kemarin ada kabar yang sangat menyedihkan, karena satu lagi dari peninggalan pusaka di indonesia hilang.
Pusaka tersebut adalah Istana Basa Pagaruyuang, Kanagrian (kecamatan) Pagaruyuang, Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat yang telah habis terbakar oleh sambaran petir pada hari Selasa, 27 Februari 2007 kemarin, sekitar pukul 20.00 WIB. Api dikabarkan sangat cepat menjalar di atap bangunan yang terbuat dari ijuk itu. Sedihnya lagi peninggalan Kerajaan Pagaruyuang berupa benda-benda bersejarah juga ikut terbakar habis… (tapi kok kabar dari Puti Raudha Thain, ahli waris Kerajaan Pagaruyuang, kok bilangnya ga ada barang bernilai sejarah didalamnya? so, yang mana yang bener sih?).
Walaupun sebenarnya Istana yang terbakar kemarin merupakan replika dari istana aslinya yang juga terbakar pada tahun 1961, tapi tetap amat disayangkan salah satu objek wisata terbesar di Sumatera Barat ini harus musnah tanpa bekas. Padahal saya dan mungkin juga banyak dari teman-teman belum sempat berkunjung kesana….
Istana Pagaruyuang atau dalam bahasa Minang disebut Ustano Basa Pagaruyuang dibangun karena Ustano Si Linduang Bulan, tempat Kerajaan Pagaruyuang, terbakar pada tahun 1804. Namun sayang pada tahun 1961 yang telah dibangun terbakar lagi. Kemudian pada tahun 1975, ada inisiatif dari Pemda Provinsi Sumbar yang didukung pemerintah pusat untuk membangun kembali Ustano (Istana) yang terbakar dengan syarat tidak untuk diperuntukkan bagi tempat tinggal. Untuk keperluan itu maka, pihak keluarga istana menyerahkan tanah ulayat ahli waris Daulat Yang Dipertuan Raya Pagaruyuang yang terletak di Padang Siminyak, Jorong Balai Jango, Kenagarian Pagaruyuang, Kabupaten Tanah Datar guna dibangunnya kembali Iistana yang kembali terbakar selasa malam kemarin.
yah, semoga saja pemda setempat dapat segera merehabilitasi kembali Istana Pagaruyung yang bersejarah ini, seperti yang terjadi pada tahun 1975 lampau….
semoga…
berita lebih lanjut dapat dilihat di:
> detik.com
> blog mpri dan ikeow
> kompas
> media indonesia online
> portal nasional RI
atau foto-foto cantik istana ini di:
> fotografer.net
> west-sumatra.com
sekali lagi, turut berduka (lagi) untuk pusaka indonesia…
detik berganti menit…
menit berganti jam…
jam berganti hari…
hari berganti minggu…
minggu berganti bulan…
bulan berganti tahun…
semakin cepat, nyaris tak terasa…
tak terasa kita sudah berada di penghujung tahun 2006
dan tak terasa pula tahun 2007 sudah didepan mata
banyak hal maupun peristiwa terjadi
banyak hal pula yang kita alami dan rasakan
ada kebahagiaan dan kegembiraan…
ada pula kesedihan dan penderitaan…
bahkan bencana dan malapetaka…
silih berganti mengisi ruang dan waktu
banyak yang berulang, namun ada juga yang tak kembali
ada kesempatan, namun ada pula kekecewaan
banyak rencana, tapi ada pula mimpi-mimpi semu
pencapaian yg tinggi atau bahkan khayalan tanpa batas
masih silih berganti mengisi ruang dan waktu
ada yang datang dan pergi
ada yang kembali datang, ada yang tidak
ada yang berkesan, namun ada yang sekedar lalu
ada yang selalu dikenang, tapi ada pula yang ingin dilupakan
selalu ada teman berbagi, teman sejati…
semua masih silih berganti mengisi ruang dan waktu
(bahkan) akan kembali berulang di ruang dan waktu yang baru
di tahun yang baru, tahun 2007
harapan kembali berulang…
resolusi kembali terucapkan…
apapun bentuknya… selamat tahun baru 2007
semoga Yang Kuasa selalu meridhoi langkah kita di tahun ini

workshop greenmap bandung
hari ini 10 november, commonly dikenal sebagai hari pahlawan
hari dimana dimana kita mengenang para pahlawan aka pejuang bangsa ini yang sudah mengorbankan segalanya untuk kemerdekaan kita, sebagai bangsa indonesia.
tapi rasanya kok dari tahun ke tahun hari pahlawan semakin ga ‘dianggap’ bahkan nyaris terlupakan, masih untung ada yang inget kalo 10 november itu hari pahlawan. soanya ada beberapa kenalan malah nyangka kalo hari pahlawan tuh tanggal 10 oktober… what? mungkin ga ya fenomena model kaya gini mengindikasikan bahwa nilai-nilai kebangsaan kita udah mulai luntur? yah apa juga parameternya, ga jelas toh.
tapi wajar aja sih kalo orang banyak yang ga inget sama hari pahlawan. alasannya macem2, mungkin ada yang bilang ga penting-lah, ada yang emang ga care-lah, ada yang ngerasa ga kenal siapa itu pahlawan2 yang harus dikenal, ada yang merasa kok sok jadi nasionalis pake hari pahlawan segala, dan malah ada yang mengira buat apa hari pahlawan, toh kita pun sampe sekarang belom merdeka… pokoknya macam2-lah. tapi kalo bagi gue pribadi hari pahlawan sebenernya seperti semacam refleksi untuk sadar bahwa masih banyak pahlawan disekitar kita yang perlu dihargai. mereka bisa siapa saja, guru atau dosen kita, aktivis lingkungan, pengacara, tukang sapu jalanan, office boy di kantor atau bisa jadi mbok atau bibik yang ngebantu kita dirumah. semuanya punya kontribusi masing-masing, karena menurut gue pahlawan itu bukan saja para pejuang kemerdekaan, tapi juga siapa saja yang bisa memperjuangkan dengan sungguh2 dan ikhlas apa yang dianggapnya benar untuk kebaikan banyak orang tanpa melukai orang lain serta tanpa mengejar imbalan yang berlebihan.
tapi momen ini bisa jadi refleksi sekaligus pertanyaan bagi kita semua, seberapa besar kontribusi ‘kepahlawanan’ kita bagi lingkungan yang ada disekitar kita?
just ask and answer it by yourself…