<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Abril\'s blog &#187; JalanJalan</title>
	<atom:link href="http://abril.susiloadhy.net/category/jalanjalan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abril.susiloadhy.net</link>
	<description>Just another Susiloadhy.net Blogs weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 21 Dec 2009 04:34:14 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>midnight culinary</title>
		<link>http://abril.susiloadhy.net/2007/02/20/midnight-culinary/</link>
		<comments>http://abril.susiloadhy.net/2007/02/20/midnight-culinary/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Feb 2007 09:28:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Culinary]]></category>
		<category><![CDATA[Eating Out]]></category>
		<category><![CDATA[JalanJalan]]></category>
		<category><![CDATA[bandung]]></category>
		<category><![CDATA[jajan]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abril.susiloadhy.net/2007/02/20/midnight-culinary/</guid>
		<description><![CDATA[sebenernya udah lama banget mau blogging tentang midnight culinary di bandung&#8230; cuman gitu deh, seperti biasa, malas dan ga sempat hehehehe&#8230;.
berawal dari rapat kantor yang memutuskan kalau untuk warta pariwisata (buletin terbitan kantor-ku) akhir tahun lalu mau ngebahas tentang kuliner. so, setelah dipilah-pilih keluarlah ide untuk membahas tentang kuliner bandung di kala malam hari, sebagai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>sebenernya udah lama banget mau blogging tentang <em>midnight culinary</em> di bandung&#8230; cuman gitu deh, seperti biasa, malas dan ga sempat hehehehe&#8230;.<br />
berawal dari rapat kantor yang memutuskan kalau untuk warta pariwisata (buletin terbitan kantor-ku) akhir tahun lalu mau ngebahas tentang kuliner. so, setelah dipilah-pilih keluarlah ide untuk membahas tentang kuliner bandung di kala malam hari, sebagai salah satu artikel. akhirnya terpilihlah 2 orang untuk survei penyusunan artikel, yaitu gw dan radin, tapi seperti acara survei lainnya selalu aja banyak yang mau ikut hehehe&#8230;</p>
<p>akhirnya diputuskanlah untuk berangkat pada suatu malam buta di bulan november (udah lama ternyata). dari sekian banyak yang daftar untuk ikutan, ternyata cuma 3 orang termasuk gw yang nongol. perjalanan dimulai dari jam 23.00 wib dan langsung putar-putar kota bandung untuk nyari tempat2 yang potensial dan ramai oleh kuliner-nya. sebenarnya sih, kita udah punya target lokasi yang akan didatangi, cuman pengen aja puter2 dulu&#8230; kapan lagi coba iseng2 muter2 bandung tengah malem gini hehehe&#8230;</p>
<p>dari berbagai lokasi yang ada di bandung, gw pilih 3 tempat yang bakal direview di blog ini. tempat pertama yaitu:</p>
<p><span style="color: #000000;"><strong>Kawasan Gardujati</strong></span><br />
siapa sih yang ga tau jalan gardujati (baca: pusat &#8220;hiburan malam&#8221; kota bandung) yang lebih identik dengan sebuah gang bernama saritem. eits, jangan berburuk sangka dulu, kita malam itu khusus mau meliput tentang kuliner-nya lho, bukan yang &#8216;lain&#8217; haha&#8230;<br />
kawasan yang masih termasuk daerah pecinan ini mulai ramai sejak jam 4 sore. selain toko2 dan restoran khas cina, juga banyak pedagang kaki lima yang ikut meramaikan suasana jalan ini. kebanyakan pedagang di kawasan ini memang menjual makanan atau minimal sesuatu berhubungan dengan makanan. untuk makanan yang paling gampang ditemui disini (selain <em>chinese food</em> tentunya), yaitu minuman hangat, misalnya bandrek, bajigur, ronde jahe sampai yang standar, kopi dan teh panas. jenis lain yaitu makanan ringan, mulai dari gorengan, ubi dan kacang rebus, mie baso, dan masih banyak lagi. kalau yang tidak puas dengan sekedar makanan ringan, di kawasan ini juga banyak yang menjajakan makanan berat, misalnya saja nasi goreng, mie goreng, nasi rames dan lainnya. kalau mau yang lebih istimewa lagi, di gardujati juga menyediakan <em>extreme food </em>yang berbahan dasar &#8216;langka&#8217;, contoh simple-nya saja, ular dan kodok.<br />
<a class="tt-flickr" href="http://abril.susiloadhy.net/gallery/photo/329810379/wisata_kuliner_malam_1.html"></a></p>
<div style="text-align: center"><a class="tt-flickr" href="http://abril.susiloadhy.net/gallery/photo/329810379/wisata_kuliner_malam_1.html"><img src="http://farm1.static.flickr.com/134/329810379_a30aedd98a.jpg" border="0" alt="wisata kuliner malam 1" width="409" height="290" /></a></div>
<p>setelah puas berkeliling di kawasan gardujati, akhirnya kita memutuskan untuk mencicipi minuman hangat saja. soalnya ini kan baru tempat pertama yang kita datangi, ntar keburu kenyang lagi hehehe&#8230;.</p>
<p><span id="more-75"></span><br />
pilihan tempat nongkrong jatuh pada kios kaki lima bernama &#8220;ronde jahe gardujati&#8221;. sembari ngobrol-ngobrol <em>ngalor-ngidul</em>, ternyata kios ini sudah berdiri sejak tahun 1986 dan masih bertahan hingga sekarang. malahan kini ronde jahe ini sudah membuka cabang di sebuah pusat jajanan di <em>hypersquare</em> pascal. jadi penasaran aja gimana ya rasanya ini ronde?&#8230;. setelah di-<em>sruput</em>, dikunyah dan kemudian diresapi, ternyata enak juga, walaupun rasanya kalah dengan minuman sejenis di daerah jawa tengah hehehe. dengan hanya 7500 perak aja udah lumayan menghangatkan badan deh. apalagi pilihannya bisa 2 macam, terserah aja mau kuah gula putih atau gula merah, trus mau ronde yang kecil2nya aja (non-kacang) atau mau ronde isi kacang yang besar, mau campur juga ok kok. setelah puas nangkring di gardujati, kita pindah tongkrongan ke tempat kedua yaitu:</p>
<p><span style="color: #000000;"><strong>Warung Nasi M. Unus </strong></span><br />
tongkrongan kedua ini terletak di kawasan terminal di stasiun bandung atau yang lebih populer disebut terminal st. hall. disini kita berencana untuk mampir sebentar doang, karena memang masih mau muter-muter lagi. rumah makan sederhana ini selain terkenal dengan nasi rames ala rumahan-nya yang murah meriah juga terkenal dengan perkedel kentang gorengnya yang kabarnya sih uenak buanget. uniknya lagi perkedel kentangnya ini disebut orang-orang dengan perkedel <em>bondon</em> (dalam bahasa sunda <em>bondon</em> = pelacur). kenapa disebut bondon? ceritanya karena daerah ini memang kawasan &#8216;hiburan malam&#8217; maka banyak neng-neng <em>bondon</em> itu pada makan atau <em>nge</em>-bungkus makanan di warung ini. nah, jadi aja itu perkedel dijuluki perkedel <em>bondon</em>.</p>
<p>melihat tempatnya yang sederhana, agak shock juga waktu ngeliat ternyata banyak banget yang makan disini, apalagi pengunjungnya kebanyakan orang-orang bermobil bagus. jadi penasaran kaya apa sih enaknya&#8230;<br />
lewat antrian yang cukup panjang, akhirnya perkedel seharga 700 perak perbuah ini pun didapat. ternyata&#8230;. perkedel yang dimakan dengan cocolan sambal ini jaauuuuuuuuuuh banget dari rasa enak (ini menurut gw dan teman2 lho). gw aja bingung kenapa orang ada yang bilang perkedel ini enak banget&#8230;. enaknya dimana aja ga jelas&#8230;. <em>honestly</em>, rasanya kalau dirangking 1 sampai 10, cuman dapet nilai 1, udah gitu sambelnya pedes doang lagi plus berasa asap (<em>san&#8217;git</em>, orang jawa bilang mah). what a shock&#8230; jangan2 ada &#8217;sesuatunya&#8217; nih kenapa orang pada bilang enak&#8230;. wahahaha.</p>
<p><a class="tt-flickr" href="http://abril.susiloadhy.net/gallery/photo/329810547/wisata_kuliner_malam_2.html"></a></p>
<div style="text-align: center"><a class="tt-flickr" href="http://abril.susiloadhy.net/gallery/photo/329810547/wisata_kuliner_malam_2.html"><img src="http://farm1.static.flickr.com/124/329810547_b6d71fb1fe.jpg" border="0" alt="wisata kuliner malam 2" width="411" height="290" /></a></div>
<p>tapi udah ah dari pada gosipin si perkedel itu mendingan kita lanjut ke tempat terakhir, yaitu:<br />
<strong><span style="color: #000000;">Warung Nasi Ceu Mar</span></strong><br />
kalau mau makan malam <em>after-midnight</em>, warung nasi ceu mar ini-lah pilihannya. terletak di jalan banceuy, dekat dengan sungai cikapundung, lokasi warung nasi ini dapat diakses melalu jalan banceuy atau dari jalan asia afrika (belok kanan setelah gedung merdeka). warung yang buka dari mulai jam 9 malam sampai dengan jam 9 pagi ini (itu juga kalau makanannya belum habis) menawarkan nasi rames dengan berbagai pilihan lauk pauk dan sayuran. menu spesialnya di sini adalah gulai daging+lemak dan sambal olahan ceu mar. pilihan lainnya tentu masih banyak, misalnya saja, tahu, tempe, bakwan, aneka tumisan sayur, aneka olahan ayam, telur dan daging, aneka semur, lalapan, aneka minuman hangat, dingin atau <em>juice</em>, hingga kerupuk dan rokok. pembeli bisa dengan bebas memilih makanan sekaligus porsi yang diinginkan, karena warung ini menggunakan model prasmanan&#8230; jadi berasa di rumah sendiri.</p>
<p>namun, warung dan meja prasmanan yang tidak terlalu besar membuat pembeli sering harus antri dengan tertib. tapi, untung-lah malam ini kita bisa dengan santai karena antrian tidak ada. berdasarkan info, waktu-waktu mengantri paling parah yaitu sekitar jam 9 sampai jam 11 malam dan tentunya pada saat <em>weekend</em>, dimana banyak pelancong (orang jakarta) yang kelaparan. tapi jangan kuatir, tempat duduk tanpa meja yang cukup banyak (walaupun mengunakan badan jalan) tidak akan membuat kita juga harus mengantri untuk sekedar duduk menikmati lezatnya makanan racikan ceu mar.</p>
<p>untuk soal rasa, makanan di warung nasi ceu mar ini cocok untuk semua jenis lidah, alias enak&#8230; yah kira-kira dapet deh kalau cuman bintang 3 sih. tapi yang membuat kita ingin datang lagi dan lagi ke warung ini adalah keramahan khas ceu mar pada setiap penunjung. contohnya saja waktu kita datang kesana dan ingin membayar makanan di kasir ala ceu mar, terjadi percakapan seperti ini:<br />
<em> &#8220;atos kasep, geulis?&#8221; (sudah, ganteng, cantik?)</em><br />
&#8220;atos ibu, sabaraha?&#8221; (sudah ibu, berapa?)<br />
<em>&#8220;iyeu teh, 11 ribu&#8221; (ini ,11 ribu)</em><br />
&#8220;iyeu, bu&#8221; (ini, bu)<br />
&#8220;nuhun, bu&#8221; (terimakasih, bu)<br />
<em>&#8220;sami-sami, geulis&#8221; (sama-sama, cantik)<br />
</em>hahaha&#8230;.. jadi berasa cantik ga sih gw&#8230;.hahaha. tapi mungkin bukan gw aja yang ke-geer-an kaya gitu, buktinya ada temennya temen gw yang kabarnya kalau lagi bete atau ngerasa nggak pede pasti selalu dateng dan makan di warung ini. bukan karena kelaperan, tapi cuman pengen dibilang kasep sama ceu mar. konon setelah percakapan seperti tersebut diatas, maka dia akan merasa kembali pede&#8230; mmm, boleh tuh dicoba kapan-kapan.</p>
<p>selain keramahan ala ceu mar, ada juga hal unik lainnya yang bikin warung makan ini ga sepi penunjung, apalagi kalau bukan harganya yang miring. tapi jangan heran kalau sekali kita makan disini dengan harga misalnya saja 11 ribu rupiah dan dua hari kemudian kembali lagi untuk makan dengan menu dan porsi yang tidak berubah, harganya akan berbeda menjadi 9 ribu rupiah&#8230;. hahaha. hal ini terjadi karena ceu mar memang tidak mematok harga pasti pada setiap makanannya, jadi sistem harganya cuman dari <em>scan</em> mata (baca: melihat) ala ceu mar.</p>
<p>kok ga kerasa sudah hampir 3 jam kita berkeliling bandung untuk survei kuliner malam&#8230;.. hooaahmmm&#8230;. mata udah mulai ngantuk plus masih harus nge-drop 2 orang teman di rumahnya masing-masing. jalan-jalan malam kali ini berakhir sudah. ternyata walaupun malam, kota bandung masih berdenyut dan masih banyak sudut-sudut kota menarik lainnya yang dapat kita kunjungi selain dari &#8216;hiburan malam&#8217;-nya. mungkin lain kali gw kembali napak tilas kuliner malam yang menyenangkan ini lagi.</p>
<p>selamat makan malam-malam&#8230;<br />
awas jangan kekenyangan, ntar malah jadi gemuk lho hihihi&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abril.susiloadhy.net/2007/02/20/midnight-culinary/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>candirejo: sebuah pembelajaran dari kaki pegunungan menoreh</title>
		<link>http://abril.susiloadhy.net/2006/12/22/candirejo-sebuah-pembelajaran-dari-kaki-pegunungan-menoreh/</link>
		<comments>http://abril.susiloadhy.net/2006/12/22/candirejo-sebuah-pembelajaran-dari-kaki-pegunungan-menoreh/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Dec 2006 03:36:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Interesting Spot]]></category>
		<category><![CDATA[JalanJalan]]></category>
		<category><![CDATA[Things to Share]]></category>
		<category><![CDATA[arsitektur]]></category>
		<category><![CDATA[borobudur]]></category>
		<category><![CDATA[candirejo]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abril.susiloadhy.net/2006/12/22/candirejo-sebuah-pembelajaran-dari-kaki-pegunungan-menoreh/</guid>
		<description><![CDATA[Berlokasi sekitar 3 km ke arah tenggara Candi Borobudur, atau kira-kira 1 jam perjalanan berkendara dari Kota Yogyakarta, terdapat sebuah desa wisata yang bernama Candirejo. Desa yang termasuk ke dalam wilayah Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah ini memiliki luas sekitar 3 kilometer persegi dan dihuni oleh 4.056 penduduk yang tersebar di 14 (empat belas) [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%" lang="ES-CO">Berlokasi sekitar 3 km ke arah tenggara Candi Borobudur, atau kira-kira 1 jam perjalanan berkendara dari Kota Yogyakarta, terdapat sebuah desa wisata yang bernama Candirejo. Desa yang termasuk ke dalam wilayah Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah ini memiliki luas sekitar 3 kilometer persegi dan dihuni oleh 4.056 penduduk yang tersebar di 14 (empat belas) dusun. Lokasi desa ini terletak pada bentang alam yang merupakan gabungan antara dataran rendah dan kaki pegunungan yang tererosi, sehingga banyak dijumpai keunikan geologi seperti adanya mata air asin serta bongkahan bebatuan sisa gunung api (<em>Watu Kendil</em>, <em>Watu Tambak</em>, <em>Watu Ambeng</em>, dan lainnya). Secara geologis, wilayah Desa Candirejo berupa daerah berbukit yang termasuk ke dalam kawasan Pegunungan Menoreh, yang merupakan bekas gunung api tua.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%" lang="ES-CO">Menurut cerita turun temurun, nama Candirejo awalnya berasal dari kata <em>Candighra</em> yang seiring dengan waktu berubah menjadi <em>Candirga,</em> lalu <em>Candirja</em> dan terakhir Candirejo. </span><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%">Kata Candi sendiri berarti batu, sedangkan <em>Rejo</em> berarti subur, sehingga Candirejo dapat berarti desa berbatu yang subur. Cerita lain menyebutkan bahwa nama Candirejo berasal dari ditemukannya sebuah candi di tempat ini. Berdasarkan penemuan berupa batu candi, arca dan yoni, membuktikan bahwa memang pernah ada sebuah candi di desa ini, yang oleh penduduk sekitar disebut Candi Brangkal.</span></p>
<p><a class="tt-flickr" href="http://abril.susiloadhy.net/gallery/photo/329856670/candirejo_1.html"></a></p>
<div style="text-align: center"><a class="tt-flickr" href="http://abril.susiloadhy.net/gallery/photo/329856670/candirejo_1.html"><img src="http://farm1.static.flickr.com/126/329856670_1c42423e6b.jpg" border="0" alt="candirejo 1" width="422" height="301" /></a></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%"><br />
Wilayah Candirejo yang berada dalam kawasan Cagar Budaya Borobudur membuat kehidupan sosial ekonomi masyarakatnya berkaitan erat dengan perkembangan Borobudur. Pengaruh ekonomi dan gegar budaya akibat pertumbuhan pariwisata di Borobudur merupakan dampak yang dengan mudah ditemui. Kehidupan masyarakat Candirejo yang saat ini masih didominasi oleh kegiatan pertanian dan perhutanan (<em>social argo-forestry</em>) perlahan tapi pasti berubah akibat pariwisata. Kaum muda lebih senang menawarkan jasa sebagai <em>guide</em> atau berjualan di kawasan Candi Borobudur. Faktor ekonomi pertanian yang makin lama dianggap kurang berkembang, membuat penduduk Candirejo banyak yang akhirnya mengalihkan mata pencahariannya pada sektor jasa pariwisata. Akibatnya â€™bebanâ€™ Candi Borobudur yang disebabkan oleh pariwisata menjadi sangat berat. Kencenderungan ini membuat resah berbagai pihak, khususnya pemerintah dan pemerhati pelestarian pusaka. Salah satu alasannya adalah bila kondisi fisik dan budaya masyarakat di sekitar kawasan Borobudur berubah, maka akan berdampak negatif bagi keberlanjutan Borobudur.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span id="more-76"></span><br />
<span style="font-size: 8pt; line-height: 150%">Cagar budaya Borobudur memiliki nilai historis dan budaya yang saling terkait dengan kawasan dan masyarakat disekitarnya. Kondisi ini sudah berlangsung sejak awal dibangunnya Borobudur pada abad ke-8, jadi bisa dipastikan tanpa keterkaitan antara alam dan budaya, Borobudur akan kehilangan â€™jiwanyaâ€™. Oleh karena itu konservasi terhadap <em>intangible cultural heritage</em> dan penguatan masyarakat sekitar kawasan Borobudur menjadi penting untuk dilakukan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%">Pegunungan Menoreh merupakan bentang alam yang berfungsi sebagai penyangga Borobudur. </span><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%" lang="ES-CO">Wilayah Candirejo sendiri memiliki cakupan luas permukaan 48.735 kilometer persegi dari Pegunungan Menoreh. Kawasan ini menjadi daerah tangkapan air dari ke tiga sungai, yaitu Sungai Progo, Sungai Sileng dan Sungai Serayu. Jika kawasan ini gundul, selain menyebabkan ketidaksuburan ladang pertanian juga akan mengakibatkan banjir di wilayah Borobudur. Kondisi ini akan semakin memperburuk kehidupan warga sekitar dan juga meningkatkan arus urbanisasi yang pada akhirnya akan mengurangi keterikatan kultur masyarakatnya dengan Candi Borobudur.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%" lang="ES-CO">Berdasarkan latar belakang tersebut di atas serta kesadaran bersama, maka penduduk Desa Candirejo sepakat membuat solusi untuk keberlanjutan kawasan Borobudur sekaligus meningkatkan â€™nilaiâ€™ desanya. Salah satu langkah awal adalah dengan menjadikan Desa Candirejo sebagai desa wisata berbasis masyarakat. Pengembangan desa wisata ini juga dimaksudkan agar aktivitas pariwisata tidak hanya terpusat di Borobudur, namun juga ke wilayah di sekitarnya sehingga, wisatawan yang datang akan lebih mengenal Candi Borobudur dan ikut melestarikannya. Tujuan lainnya adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat yang pada akhirnya akan meningkatkan kesadaran akan konservasi budaya di kawasan Borobudur. Dalam pengembangannya, desa wisata yang diresmikan tanggal 18 April 2003 ini, difasilitasi oleh Yayasan Patra-Pala <em>Institute for Social Ecology and Ecotourism</em> dengan bantuan dana dari JICA (<em>Japan International Cooperation Agency</em>).</span></p>
<p><a class="tt-flickr" href="http://abril.susiloadhy.net/gallery/photo/329856819/candirejo_2.html"></a></p>
<div style="text-align: center"><a class="tt-flickr" href="http://abril.susiloadhy.net/gallery/photo/329856819/candirejo_2.html"><img src="http://farm1.static.flickr.com/152/329856819_5ef92db6a1.jpg" border="0" alt="candirejo 2" width="413" height="291" /></a></div>
<div><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%" lang="SV"></p>
<p>Desa wisata ini sepenuhnya dikelola oleh masyarakat desanya secara mandiri melalui koperasi. Pengelolaannya mencakup penyediaan <em>local guide</em>, <em>home stay </em>di rumah tradisional Jawa, konsumsi, transportasi lokal, cenderamata, paket wisata hingga atraksi hiburan dan kesenian. Paket wisata yang ditawarkan berkisar antara Rp. 50.000,- sampai dengan Rp. 350.000,- tergantung dari pengalaman berwisata yang diinginkan. Misalnya saja, untuk paket wisata tinggal bersama penduduk (<em>home stay</em>) dipatok hanya dengan harga Rp. 50.000,- per-malam sudah termasuk makan 3 kali dan <em>snack</em>. Daya tarik yang ditawarkan diantaranya wisata jelajah desa dengan bersepeda atau <em>andong, home industry</em> penduduk, <em>trekking/hiking</em> ke Pegunungan Menoreh, agro wisata, dan tentunya berwisata ke Borobudur. Pemandangannya yang indah dengan siluet Candi Borobudur dikejauhan serta suasana desa beserta penduduknya yang ramah, merupakan keunggulan desa wisata ini.</p>
<p></span></p>
<p><a class="tt-flickr" href="http://abril.susiloadhy.net/gallery/photo/334717359/candirejo_3.html"></a></p>
<div style="text-align: center"><a class="tt-flickr" href="http://abril.susiloadhy.net/gallery/photo/334717359/candirejo_3.html"><img src="http://farm1.static.flickr.com/166/334717359_25481d4adf.jpg" border="0" alt="candirejo 3" width="408" height="288" /></a></div>
</div>
<p align="justify"><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%" lang="SV">Candirejo juga memiliki tradisi dan seni budaya lokal yang masih dipertahankan, diantaranya <em>nyadran</em>, yaitu upacara mengirim doa untuk arwah leluhur setiap bulan <em>Ruwah</em> (kalender Jawa) dan Bersih Desa, yang merupakan ritual syukuran atas keberhasilan panen. Selain acara tahunan, Candirejo juga menyuguhkan acara kesenian berupa <em>jathilan</em> (kuda lumping), wayang kulit, dan tari-tarian seperti <em>Gatholocol</em>, <em>Wulangsunu</em>, <em>Kubrosiswo</em> dan Shalawatan. Acara kesenian diadakan secara periodik maupun atas permintaan khusus dari wisatawan. Selain menikmati kesenian tradisional, wisatawan yang datang ke Candirejo juga bisa belajar kesenian rakyat, seperti tari tradisional, kerajinan tangan dan gamelan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%" align="justify"><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%" lang="SV">Keberhasilan Desa Candirejo semakin dikuatkan dengan adanya program <em>digital village</em> (kampung digital) dari telkom flexi bersama-sama dengan 9 desa lainnya di Jawa Tengah. Program ini diadakan dengan tujuan agar Desa Candirejo semakin dikenal, terutama di dunia internasional, sehingga pada akhirnya akan meningkatkan jumlah wisatawan yang datang ke desa wisata ini. Program ini juga dilaksanakan dalam rangka pengembangan telekomunikasi bagi keperluan wisatawan serta pengenalan teknologi informasi bagi penduduk desa sendiri. Rencana kedepannya akan dikembangkan <em>internet goes to school</em>, yaitu pemasangan jaringan internet di sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Magelang, termasuk Desa Candirejo, sehingga diharapkan para siswa dapat memperoleh informasi lebih luas. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span style="font-size: 8pt; line-height: 150%" lang="SV">Upaya yang dilakukan secara bersama-sama oleh penduduk Desa Candirejo sudah memberikan dampak positif bagi keberlanjutan desa tersebut, sehingga kekayaan budaya masyarakat di sekitar Candi Borobudur dapat terpelihara dengan baik. Dalam perkembangan desa ini, terlihat adanya sistem kerjasama yang baik antara masyarakat, pemerintah, maupun lembaga swadaya masyarakat, sehingga semua pihak merasa senang dan diuntungkan. Namun yang terpenting adalah pusaka saujana Borobudur akan semakin lestari, sehingga masih dapat dinikmati oleh generasi mendatang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span style="font-size: 5pt; line-height: 150%; color: black;">____________________________<br />
Disarikan dari berbagai sumber dalam rangkaian kegiatan <em>3<sup>rd</sup> Borobudur Field School on Borobudur Cultural Landscape Heritage Conservation</em> di Yogyakarta, 27 Maret â€“ 2 April 2006 dan media internet (<a href="http://www.desa-digital.com/"><span style="text-decoration: none; color: black;">www.desa-digital.com</span></a>, <a href="http://www.central-java-tourism.com/"><span style="text-decoration: none; color: black;">www.central-java-tourism.com</span></a>, <a href="http://cybertravel.cbn.net.id/"><span style="text-decoration: none; color: black;">http://cybertravel.cbn.net.id/</span></a>). Telah dimuat dalam Warta Pariwisata, sebuah buletin terbitan Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan (P-P2Par) ITB.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abril.susiloadhy.net/2006/12/22/candirejo-sebuah-pembelajaran-dari-kaki-pegunungan-menoreh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>bandung: disney lantern fun-tasy</title>
		<link>http://abril.susiloadhy.net/2006/10/31/bandung-disney-lantern-fun-tasy/</link>
		<comments>http://abril.susiloadhy.net/2006/10/31/bandung-disney-lantern-fun-tasy/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Oct 2006 16:01:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Interesting Spot]]></category>
		<category><![CDATA[JalanJalan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abril.susiloadhy.net/2006/10/31/bandung-disney-lantern-fun-tasy/</guid>
		<description><![CDATA[ sejak tanggal 20 oktober di bandung ada event unik yang bertajuk sensasi pesta cahaya: disney lantern fun-tasy. sama seperti namanya, event ini mempertontonkan lampion-lampion berkarekter disney, ada mickey dan minnie mouse, donald duck, alladin, lilo and stich, alice in wonderland, cars, dan masih banyak lagi yang lain. tapi kalo gw pribadi sih paling suka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="left"><a class="tt-flickr" href="http://abril.susiloadhy.net/gallery/photo/281200037/glowing_mickey.html"><img style="width: 233px; height: 172px" height="172" alt="glowing mickey" src="http://static.flickr.com/110/281200037_999a0c0efa_m.jpg" width="233" align="left" border="0" /></a> sejak tanggal 20 oktober di bandung ada <em>event </em>unik yang bertajuk <strong>sensasi pesta cahaya: <em>disney lantern fun-tasy</em></strong>. sama seperti namanya, event ini mempertontonkan lampion-lampion berkarekter disney, ada <em>mickey</em> dan <em>minnie mouse, donald duck, alladin, lilo</em> and <em>stich, alice in wonderland, cars</em>, dan masih banyak lagi yang lain. tapi kalo gw pribadi sih paling suka sama istana yang buesar banget dan lampion karakter2 laut esp. nemo, si ikan badut. selain melihat2 lampion, di acara ini juga ada berbagi kegiatan lainnya, yaitu <em>bazaar </em>makanan dan pernakpernik <em>disney</em>/anak2, ada mainan dari mulai <em>bombom car</em> sampe <em>bungee jumping</em> mini, trus yang paling rame nih apalagi kalo bukan panggung hiburannya. ada sulap, <em>street dancer, games</em>, nyanyi2, dan masih banyak lagi deh, pokoknya seru.</p>
<p><a class="tt-flickr" href="http://abril.susiloadhy.net/gallery/photo/281199958/animal_latern.html"><img style="width: 234px; height: 178px" height="178" alt="animal latern" src="http://static.flickr.com/112/281199958_dc25945ba4_m.jpg" width="234" border="0" /></a> <a class="tt-flickr" href="http://abril.susiloadhy.net/gallery/photo/281199695/sea_of_latern.html"><img style="width: 231px; height: 178px" height="178" alt="sea of latern" src="http://static.flickr.com/95/281199695_8e504a0cf9_m.jpg" width="231" border="0" /></a></p>
<p><span id="more-53"></span></p>
<p align="left">Â </p>
<p align="left">sebenernya sih main ke acara ini ga disengaja, awalnya cuman nganterin (baca: jadi supir) mba sama ponakan2 aja, eh ternyata mampir ke sini deh. asik dan fun banget, berasa main ke dunia dongeng hehehe. emang sih hampir 65% pengunjung adalah anak2 kecil, cuman banyak juga kok orang dewasa, abg apalagi, bahkan ada <em>couples</em> yang pada pacaran dan oma-oma yang udah pake kursi roda juga dateng ke sini. jadi ga usah malu untuk dateng, walaupun ga bawa anak kecil.</p>
<p><a class="tt-flickr" href="http://abril.susiloadhy.net/gallery/photo/281199837/happy_latern.html"><img style="width: 246px; height: 188px" height="188" alt="happy latern" src="http://static.flickr.com/80/281199837_a89bcd36c6_m.jpg" width="246" align="left" border="0" /></a> oia sampe lupa, lokasi acara ini ada di perumahan batununggal permai di jalan soekarno-hatta (by pass). tiket masuk yang dipungut sebesar 20ribu rupiah untuk hari senin sampai kamis, kalo jumat sampai minggu harganya naik jadi 35ribu rupiah (kalo ga salah). <em>event</em> ini dibuka dai mulai jam 17.00 sampai jam 22.00, soalnya kalau siang kan lampionnya ga keliatan hehehe. rencananya <em>lampion festival</em> di bandung ini akan berlangsung sampai tanggal 19 november. acara yang sama pernah juga diadakan di jakarta, tepatnya di daerah senayan selatan, ga jauh beda sih katanya, soalnya yang jadi <em>event organizer</em>-nya sama sih&#8230;. makanya yang belom nonton, sempetin gih dateng, dijamin ga rugi kok, soalnya lebih bagus dan rapi dibandingin acara2 lampion serupa. cuman hati2 aja ya, karena sekarang kan lagi musim hujan, walaupun <em>safe,</em> tetep aja kita harus waspada terhadap aliran listrik yang ada disekitar festival lampion. tips lain hati-hati juga kalau bawa kendaraan, jangan lupa keamanannya, harus dikunci ganda, soalnya tempat parkirnya gelap banget, walaupun banyak penjaganya, tapi kan lebih baik tetap waspada.</p>
<p align="left">untuk yang mau berkunjung kesana, selamat datang di dunia lampion&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abril.susiloadhy.net/2006/10/31/bandung-disney-lantern-fun-tasy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>balada lebaran di kota</title>
		<link>http://abril.susiloadhy.net/2006/10/24/balada-lebaran-di-kota/</link>
		<comments>http://abril.susiloadhy.net/2006/10/24/balada-lebaran-di-kota/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Oct 2006 13:55:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Eating Out]]></category>
		<category><![CDATA[Inside Out]]></category>
		<category><![CDATA[JalanJalan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abril.susiloadhy.net/2006/10/24/balada-lebaran-di-kota/</guid>
		<description><![CDATA[lebaran kali ini kita lewati dengan rekreasi, jalanjalan dan bersantai, soalnya si hubby cuma dapet libur 4 hari (lumayan banget dibandingin tahun lalu) apalagi mama+ayah malah mudik ke jepara. dan seperti biasa ketiga anaknya males ikutan mudik, bukannya apa-apa, tapi ngebayangin minimal 12 jam diperjalanan pas pantura lagi rame2nya kok males banget ya&#8230; jadilah sesudah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>lebaran kali ini kita lewati dengan rekreasi, jalanjalan dan bersantai, soalnya si hubby cuma dapet libur 4 hari (lumayan banget dibandingin tahun lalu) apalagi mama+ayah malah mudik ke jepara. dan seperti biasa ketiga anaknya males ikutan mudik, bukannya apa-apa, tapi ngebayangin minimal 12 jam diperjalanan pas pantura lagi rame2nya kok males banget ya&#8230; jadilah sesudah sholat ied kita bertiga+hubby bengong ga jelas mau ngapain, rumah sepi ga ada tamu pula, karena emang ga ada ortu, ditambah lagi udaranya panas bukan main. oia sebenernya besok sih ada rencana ke pelabuhan ratu sm hubby, cuman males macetnya, udah gitu keuangan udah mulai menipis pula. jadilah solusinya kita jalan2 dan refreshing di dalem kota doang.</p>
<p>waterboom cikarang jadi tujuan kita berempat. pokoknya semua sepakat hari ini kita harus berenang, disamping puanas banget juga sekalian untuk main2 air hehehe&#8230; tapi kok macet banget ya, di tol pondok indah aja udah ramai lancar, keluar di cawang mulai padat merayap, eh di deket uki pas mau masuk cikampek malah macet beneran deh. karena gw seorang yang gaÂ betah dengan kemacetan, plus kasian hubby harus nyetir jauh dan diperjelas dengan info si mama yang katanya baru lewat cikampek setelah 4 jam perjalanan, maka kita putuskan untuk merubah tujuan. kemana lagi kalo bukan ke pondok indah, abis dari pada bete ga jadi berenang mendingan cepet2 putar balik di halim. jadi aja rute kita ciputat-pondokindah-cawang-halim-pondokindah, padahal kalo mau cepet sih bisa aja ciputat langsung pondok indah&#8230; huh.</p>
<p><span id="more-51"></span></p>
<p>untungnya semua kekesalan tertutupi pas bisa berenang (awalnya kita was-was si kolam renangnya tutup) wah, seger banget rasanya udah lama ga renang, apalagi sekarang berempat, rame, ga kaya biasanya cm berdua doang sm hubby. puas berenang, saatnya mencoba seluncuran danÂ seluncuran ban&#8230;seru, full of laugh, relaxing banget deh&#8230; terakhir santai-santai di kolam ombak, tapi kok banyak anak kecilnya ya, jadi aneh hehehe.</p>
<p>abis mandi+bersih2, akhirnya <em>it&#8217;s time to eat</em>, bosen soalnya makan makanan bersantan terus, pengen cari yang lain dan lagi si nana dari tadi ribut banget udah kelaperan. jadi kali ini kita makan di pim2 aja deh, sekalian <em>window shopping</em>, soalnya gw belom pernah jalan2 ke pim2, sejak awal dibangun. ups, ternyata penuh juga ya mal lebaran2 gini, apalagi food courtnya&#8230; penuh sesak. so, makan dimana ya?</p>
<p><a class="tt-flickr" href="http://abril.susiloadhy.net/gallery/photo/282080975/my_sis_and_bro.html"><img style="width: 228px; height: 174px" height="174" alt="my sis and bro" src="http://static.flickr.com/89/282080975_e58d00fb68_m.jpg" width="228" border="0" /></a>Â Â Â Â  <a class="tt-flickr" href="http://abril.susiloadhy.net/gallery/photo/282081223/mie_wun_tan_sayuran.html"><img style="width: 227px; height: 174px" height="174" alt="mie wun tan sayuran" src="http://static.flickr.com/85/282081223_6fa6722d4c_m.jpg" width="227" border="0" /></a></p>
<p>akhirnya pilihan kita jatuh ke sebuah resto taiwan yang bernama <a href="http://www.dintaifung.com.tw/eng/"><em>din tai fung</em></a>. interiornya hangat dengan sentuhan asia <em>chic modern</em>. kali ini kita semua sepakat makan mie <em>wun tan</em>, padahal spesialisasi resto ini tuh sebenernya dimsum (<em>steam dumpling</em>) yang katanya enak banget. lain kali aja deh, soalnya abis renang pengen makan yang berkuahkuah gitu. mmm, mie <em>wun tan</em> ini enak juga kok, udah gitu pilihannya bervariasi lagi ada mie <em>wun tan</em> ayam goreng yang pake sepiring ayam <em>crispy</em>, ada <em>mie wun</em> tan sayur dan ayam trus ada juga mie <em>wun tan</em> udang, dan masih banyak lagi variasinya. selain dimsum dan mie <em>wun tan</em> resto ini juga menyediakan menu bakpao, mie goreng ala taiwan, nasi goreng, beraneka tumis+cah, dan snack pelengkap lainnya. untuk minumnya gw pesen <em>ice lemon tea</em> dan yang lainnya pada pesen italian soda dengan berbagai rasa, ada yang <em>blue coral</em>, <em>green apple</em> sama strawberry. untuk nilai resto ini dapet nilai bintang 3 deh, itu juga karena interior dan pelayanannya yang oke. makanan sih enak, tapi ga terlalu cocok sama lidah gw. oia, untuk harga, resto ini tergolong mahal, kira-kira per-orangnya 70ribuan deh. kalo ada yang mau liat-liat tentang resto, terutama sejarahnyaÂ ini bisa diklik aja ke <a href="http://www.dintaifung.com.tw/eng/">sini</a>.</p>
<p><a class="tt-flickr" href="http://abril.susiloadhy.net/gallery/photo/282080820/mie_wun_tan_ayam.html"><img height="240" alt="mie wun tan ayam" src="http://static.flickr.com/82/282080820_9520ba8d5a_m.jpg" width="179" border="0" /></a>Â Â Â Â  <a class="tt-flickr" href="http://abril.susiloadhy.net/gallery/photo/282081062/ice_lemon_tea.html"><img height="240" alt="ice lemon tea" src="http://static.flickr.com/86/282081062_d83f3d76fb_m.jpg" width="179" border="0" /></a>Â </p>
<p>udah berenang, udah makan, udah jalanjalan, <em>its time to go home</em>&#8230; harus cepet2 pulang, soalnya tadi lupa nyalain lampu rumah nih. kapan-kapan diterusin lagi deh jalanjalannya ya, c u all.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abril.susiloadhy.net/2006/10/24/balada-lebaran-di-kota/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ramadhan shopping&#8230;</title>
		<link>http://abril.susiloadhy.net/2006/10/09/ramadhan-shopping/</link>
		<comments>http://abril.susiloadhy.net/2006/10/09/ramadhan-shopping/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Oct 2006 14:47:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[JalanJalan]]></category>
		<category><![CDATA[Things to Share]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abril.susiloadhy.net/2006/10/09/ramadhan-shopping/</guid>
		<description><![CDATA[puyeng banget weekend kemaren musti ke pasar baru&#8230;
bukannya apa2 sih tapi menjelang lebaran gini dimana2 pasti penuh sesak
kalo bukan hubby yang minta beliin baju koko kaya model udje, gw sih males&#8230;
lagian sekalian juga sih ada beberapa barang yang harus dibeli
jadilah hari sabtu lagi puasa pula dan siang bolong kita pergi kesana
macet, parkir susah, panas, little [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>puyeng banget weekend kemaren musti ke pasar baru&#8230;<br />
bukannya apa2 sih tapi menjelang lebaran gini dimana2 pasti penuh sesak<br />
kalo bukan hubby yang minta beliin baju koko kaya model udje, gw sih males&#8230;<br />
lagian sekalian juga sih ada beberapa barang yang harus dibeli<br />
jadilah hari sabtu lagi puasa pula dan siang bolong kita pergi kesana<br />
macet, parkir susah, panas, little bit haus, puyeng2 kepala dan yang tidak<br />
diragukan lagi penuh sesak banget&#8230;&#8230;. (kok gw mau ya kesana?)<br />
<span id="more-35"></span></p>
<p><img width="166" height="119" alt="penuh sesak" style="width: 166px; height: 119px" id="image33" src="http://abril.susiloadhy.net/wp-content/uploads/2006/10/dscn2812.thumbnail.jpg" /></p>
<p>ditengah kepenuhsesakan itu masih ada aja orang yang mengambil<br />
kesempatan dalam kesempitan (baca: copet) soalnya ini gw liat<br />
dengan mata gw sendiri si mbak pas mau bayar ternyata dompetnya<br />
udah raib entah kemana&#8230;.. kasian sih, tapi apa yang bisa orang2<br />
disekelilingnya lakukan (termasuk gw)&#8230;. lha wong si mbaknya aja<br />
malah terbengong2&#8230;..</p>
<p>ramadhan shopping alias belanja di bulan ramadhan untuk keperluan<br />
lebaran pasti banyak dilakukan, esp. sama ibu2/mama2/tante2 ato<br />
mbak2 sekalian entah beli baju untuk diri sendiri, suami, anak, ortu,<br />
saudara, ato siapa aja, beli mukena, kerudung, peci, sendal/sepatu baru<br />
sajadah baru, toples2 cantik, kue2 kering, bahkan bunga kering&#8230;.<br />
ato malah sekedar window shopping di kala ramadhan, sekalian<br />
ngabuburit nunggu beduk maghrib.</p>
<p>tapi sekarang ramadhan shopping bukan lagi monopoli kaum hawa<br />
tapi sudah merambah ke kaum bapak, mas2, abang2 ato siapapun<br />
bahkan anak kecil sekalipun&#8230;..<br />
maka ga heran kemarin pas ngantri bayar ada anak kecil minta<br />
beliin baju koko kaya model pildacil (sebuah acara tivi dai cilik)&#8230;.<br />
ato suami gw yang minta beliin baju koko model udstadz jefry haha<br />
dan emang sih&#8230;. si mr. udje ini malahan jadi model banner disebuah<br />
toko perlengkapan muslim&#8230;.. sebenernya dia dai apa model ya?<br />
<img width="178" height="124" alt="dscn2815.jpg" style="width: 178px; height: 124px" id="image34" src="http://abril.susiloadhy.net/wp-content/uploads/2006/10/dscn2815.thumbnail.jpg" /></p>
<p>ckckck&#8230; memang ramadhan shopping sudah bukan lagi sebuah<br />
pemenuhan kebutuhan semata, tapi juga sudah menjadi life-style,<br />
ato bahkan budaya&#8230;.konsumerisme? sekedar gengsi? kebiasaan?<br />
ato apalah namanya. yang jelas kok menurut gw  lebaran tanpa<br />
ramadhan shopping sepertinya nuansa ramadhan sudah agak berkurang ya<br />
&#8230;hehehe<br />
oia mungkin juga kebiasaan ramadhan shopping ini udah terbentuk<br />
dari kita masih anak2, iya ga sih?&#8230;.<br />
coba deh pikir2, waktu kecil kan kita suka dijanjiin kalo puasanya full<br />
bakalan dibeliin baju baru ato dapet uang saku ato emang udah<br />
kebiasaan tiap lebaran selalu pake baju baru&#8230;. nah lo<br />
jadi ga salah kan kalo si-anak2  ini udah pada gede mereka jadi<br />
ngikutin pola &#8216;ramadhan shopping&#8217; habit yang sama.<br />
eh, iya tapi kan dengan adanya wabah belanja lebaran ini smua org<br />
jadi dapet berkah dan rejeki ya ga? coba deh, si teteh penjual<br />
mukena bisa beliin anaknya baju baru, si abang penjual kain bisa<br />
ngebiayain keluarganya pulang kampung, si ibu sebelah kebanjiran<br />
pesenan kue kering trus jadi nambah pekerja, si abah penjual ayam<br />
dapet untung besar bisa buat kasih sedekah anak yatim, sampe<br />
mas2 tukang parkir bisa kasih uang lebih buat keluarganya dirumah&#8230;<br />
see&#8230; circle of berkah&#8230;.<br />
semua senang, semua happy, semua bahagia&#8230;.<br />
andai setiap hari ada banyak keberkahan seperti ini&#8230;.</p>
<p>sudahlah ga usah terlalu pusing2 amat&#8230;.<br />
yang penting keberkahan lebaran ini bisa ikut dirasakan sm smua<br />
saudara2 kita sesama muslim di manapun mereka berada&#8230;. amien</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abril.susiloadhy.net/2006/10/09/ramadhan-shopping/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
