<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Abril\'s blog &#187; Culinary</title>
	<atom:link href="http://abril.susiloadhy.net/category/culinary/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abril.susiloadhy.net</link>
	<description>Just another Susiloadhy.net Blogs weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 21 Dec 2009 04:34:14 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>steak a la njowo</title>
		<link>http://abril.susiloadhy.net/2008/09/20/steak-a-la-njowo/</link>
		<comments>http://abril.susiloadhy.net/2008/09/20/steak-a-la-njowo/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Sep 2008 15:55:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abril</dc:creator>
				<category><![CDATA[Recipes]]></category>
		<category><![CDATA[jawa]]></category>
		<category><![CDATA[resep]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abril.susiloadhy.net/?p=180</guid>
		<description><![CDATA[akhir-akhir ini sering banget ya posting resep&#8230; hmmm lagi rajin masak atau tanda-tanda blog ini udah bertransformasi jadi blog-nya emak-emak ya, huh ga tau deh pokoknya asal blog ini ga hiatus terus aja hehehe
kali ini gw mau berbagi resep selat solo aka steak-nya wong njowo yang kalo dirasa-rasa sebenernya bukan steak tapi semur. apapun namanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">akhir-akhir ini sering banget ya posting resep&#8230; hmmm lagi rajin masak atau tanda-tanda blog ini udah bertransformasi jadi blog-nya emak-emak ya, huh ga tau deh pokoknya asal blog ini ga hiatus terus aja hehehe</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignright" style="border: 0pt none; margin-left: 10px; margin-right: 10px;" src="http://farm4.static.flickr.com/3060/2874991775_73fd480d82.jpg" border="0" alt="selat solo" width="262" height="315" />kali ini gw mau berbagi resep selat solo aka steak-nya wong njowo yang kalo dirasa-rasa sebenernya bukan steak tapi semur. apapun namanya makanan ini merupakan menu wajib yang nongol hampir tiap minggu di meja makan mertua gw. aslinya sih pakai daging, tapi sama beliau (dengan alasan &#8220;biar ga bosen&#8221;) sering dimodifikasi jadi ayam, telur, tahu atau kombinasi diantaranya. kalau menurut gw sih pakai apa aja rasanya tetep enak, tetep khas jawa dengan dominasi rasa manis-nya.</p>
<p style="text-align: justify;">omong-omong aslinya selat solo ini merupakan akulturasi (kalau boleh disebut begitu) dari makanan bercitarasa belanda, yaitu bistik (aka beefsteak) dan selada belanda (baca: salad) yang kemudian disesuaikan dengan lidah jawa. beberapa penyesuaiannya (menurut gw) bisa dilihat dari penggunaan kecap yang menimbulkan rasa manis, makanan ini pakai banyak kuah (orang jawa senang makanan berkuah), trus juga citarasanya lebih &#8216;kaya&#8217; dan spicy. terlepas dari itu semua, menurut gw selat solo adalah <em>one dish meal</em> (baca: hidangan sepinggan) yang <em>simple</em>, gampang dibuat, gak ngebosenin dan enak.</p>
<p>bahan:<br />
500 gr daging sapi has dalam<br />
250 gr atau 5 buah kentang<br />
3 buah wortel, iris korek api<br />
150 gr buncis<br />
1 buah brokoli/kembang kol sedang<br />
<span id="more-180"></span>6 siung bawang merah, haluskan<br />
3 siung bawang putih, haluskan<br />
1 siung bawang putih, cincang kasar<br />
1 buah bawang bombay, dirajang<br />
1 buah tomat, iris halus<br />
4 sendok makan kecap manis<br />
1/2 sendok teh lada<br />
pala secukupnya<br />
garam secukupnya<br />
1 liter air mendidih<br />
tepung bumbu siap pakai<br />
2 sendok makan mentega untuk menumis<br />
minyak untuk menggoreng</p>
<p>cara membuat:<br />
- potong daging kira2 berukuran 1/2 x 4 x 6 cm, kemudian campur dengan bawang putih dan bawang merah yang telah dihaluskan, 2 sdm kecap manis, lada, pala dan garam secukupnya. diamkan selama 1 jam<br />
- tumis bawang putih cincang, rajanngan bawang bombay dengan mentega hingga harum<br />
- masukkan daging beserta bumbu yang telah didiamkan kemudian tambahkan air dan irisan tomat. tambahkan sisa kecap, serta garam secukupnya. koreksi rasanya<br />
- masak hingga daging empuk dan air tinggal 1/4-nya<br />
- kukus sayuran (wortel, buncis dan brokoli/kembang kol), beri sedikit garam<br />
- Iris kentang, celup dalam tepung bumbu dan goreng dengan minyak panas hingga kecokelatan<br />
- susun daging, sayuran, kentang, kemudian siram dengan kuah daging<br />
- sajikan hangat</p>
<p>tips:<br />
- sayuran bisa dimodifikasi lho, mau pake timun, jagung, selada atau apa aja bebas, asal jgn pake yang siap saji. oia trus mau dikasih mayones juga tetep enak kok, jangan lupa pake irisan putih telur, dijamin tambah uenak&#8230;<br />
- saran gw sih daging-nya direndam paling cepet 6 jam, supaya lebih cepat empuk dan bumbu meresap<br />
- kasih tambahan bawang goreng, irisan cabe rawit atau sambel botol boleh juga kok</p>
<p>selamat menikmati ya&#8230; jangan lupa cuci piring setelah makan <img src='http://abril.susiloadhy.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abril.susiloadhy.net/2008/09/20/steak-a-la-njowo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>martabak jamur</title>
		<link>http://abril.susiloadhy.net/2008/09/15/152/</link>
		<comments>http://abril.susiloadhy.net/2008/09/15/152/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Sep 2008 17:44:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abril</dc:creator>
				<category><![CDATA[Recipes]]></category>
		<category><![CDATA[Things to Share]]></category>
		<category><![CDATA[cemilan]]></category>
		<category><![CDATA[resep]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abril.susiloadhy.net/?p=152</guid>
		<description><![CDATA[mumpung weekend di bulan puasa enaknya masak, kapan lagi soalnya hari-hari biasa udah penat dan sibuk sm si kecil. lagian ada dua request nih, satunya dari hubby yang pengen makan martabak, tapi kalo beli mmm..ga ada yang sesuai selera dan lagi kita pada abis batuk, kan menggoreng dengan minyak rumahan jauh lebih sehat. request yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>mumpung weekend di bulan puasa enaknya masak, kapan lagi soalnya hari-hari biasa udah penat dan sibuk sm si kecil. lagian ada dua request nih, satunya dari hubby yang pengen makan martabak, tapi kalo beli mmm..ga ada yang sesuai selera dan lagi kita pada abis batuk, kan menggoreng dengan minyak rumahan jauh lebih sehat. request yang kedua datang dari dita yang katanya lagi seneng masak dan pengen &#8216;mencoba&#8217; resep a la gw yang katanya lagi nih gampang dibuat hehehe</p>
<p><a class="tt-flickr tt-flickr-Small" href="http://abril.susiloadhy.net/gallery/photo/2855911573/martabak-jamur.html"><img class="alignleft" style="border: 0pt none; margin-left: 5px; margin-right: 5px;" src="http://farm4.static.flickr.com/3088/2855911573_2cfa6f5fa9_m.jpg" border="0" alt="martabak jamur" width="240" height="270" /></a> bahan-bahan:<br />
20 lembar kulit lumpia siap pakai<br />
3 butir telur bebek (mentah)<br />
5 butir telur ayam<br />
150 gram daging sapi/ayam cincang<br />
4 tangkai sedang daun bawang, iris halus<br />
6 bonggol besar jamur tiram putih, iris kasar<br />
2 siung bawang bombay, iris kecil<br />
2 siung bawang putih, cincang kasar<br />
1 sendok teh lada bubuk<br />
garam secukupnya<br />
margarine secukupnya untuk menumis<br />
putih telur untuk merekatkan<br />
minyak untuk menggoreng</p>
<p><span id="more-152"></span>cara membuat:<br />
- tumis bawang putih hingga harum, kemudian masukkan bawang bombay, tunggu sampai agak layu<br />
- masukkan daging cincang, tunggu sampai agak matang dan air hilang<br />
- masukkan daun bawang, jamur, lada bubuk dan garam, koreksi rasanya (kalau nggak puasa xixixi)<br />
- masukkan telur bebek dan 3 butir telur ayam, aduk cepat hingga setengah matang dan matikan api<br />
- pindahkan isi kedalam mangkuk, kemudian tambahkan sisa telur<br />
- isi lembaran kulit lumpia dengan isian tersebut, lipat dan olesi putih telur pada sisi penutup<br />
- goreng martabak hingga kecokelatan<br />
- sajikan hangat dengan cocolan sambal botol atau cabe rawit</p>
<p>pelengkap:<br />
kalau ada acar timun enak juga, plus teh hangat</p>
<p>tips:<br />
rasanya lebih nendang kalau pakai daging sapi, oia trus biar isian martabak tidak terburai, sebaiknya begitu selesai membungkus dengan kulitnya langsung digoreng, jangan menunggu terlalu lama apalagi pakai disimpan dalam kulkas. enaknya sih ada 2 orang, satu mengisi dan yang satunya lagi khusus menggoreng</p>
<p>nah sekian dulu deh blogging tentang resep masakannya<br />
selamat mencoba dan selamat ketagihan hehehe ;p</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abril.susiloadhy.net/2008/09/15/152/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>bebek van java</title>
		<link>http://abril.susiloadhy.net/2007/03/28/bebek-van-java/</link>
		<comments>http://abril.susiloadhy.net/2007/03/28/bebek-van-java/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Mar 2007 09:46:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Eating Out]]></category>
		<category><![CDATA[bandung]]></category>
		<category><![CDATA[jajan]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abril.susiloadhy.net/2007/03/28/bebek-van-java/</guid>
		<description><![CDATA[bandung sering dijuluki surga-nya kuliner, tapi tenyata ga banyak tempat makan yang menawarkan speciality menu berupa olahan daging bebek. kebanyakan yang menyediakan bebek dengan kualitas rasa yummy malahan berupa kedai atau warung pinggir jalan (alias pedagang kaki lima). karena gue dan suami sama-sama penggemar bebek goreng, maka kita sering bergerilya mencari tempat makan bebek yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>bandung sering dijuluki surga-nya kuliner, tapi tenyata ga banyak tempat makan yang menawarkan speciality menu berupa olahan daging bebek. kebanyakan yang menyediakan bebek dengan kualitas rasa <em>yummy</em> malahan berupa kedai atau warung pinggir jalan (alias pedagang kaki lima). karena gue dan suami sama-sama penggemar bebek goreng, maka kita sering bergerilya mencari tempat makan bebek yang enak dengan sambal dahsyat tentunya, nah salah satu tempat makan bebek yang enak banget adalah <strong>bebek van java</strong>. tentang sejarah nama dan filosofinya kenapa disebut bebek van java gue sendiri ga tau deh. yang gue tau si pedagang bebek goreng ini mulai berjualan sejak tahun 2005 di depan twenty something&#8211;butiknya inten dan astin di jalan dipatiukur, tepatnya di belakang bca dago dan disebelah medicore persis, trus juga berseberangan sama madtari, itu lho tempat makan pisang dan roti bakar pindahan dari depan bank danamon dago.</p>
<p>di <strong>bebek van java</strong> ini sih udah jelas banget menunya apaan&#8230;. ya bebek-lah, ada bebek goreng dan bebek bakar. untuk yang ga doyan bebek atau ga tega makan bebek karena inget sama <em>donald duck</em> yang lucu itu (sigh&#8230;) di sini tersedia menu ayam goreng dan bakar kok. rekomendasi gue sih bebek gorengnya, karena lebih enak, <em>crispy</em>, ga amis, bumbunya ok dan gurih banget. makannya ya jelaslah sama nasi, sambal dan lalab ketimun. kalo ga pake nasi sbnrnya ga gitu enak soalnya jadi terlalu pedes. oia yang special di sini adalah  sambal-nya yang bukan sambal seperti yang dihidangkan di warung makan pecel lele/ayam goreng lainnya alias sambal tomat, tapi sambal matah yang agak berminyak dan pedesnya nendang banget, tapi dijamin ga nyesel deh nyobain sambel ini&#8230;. hehehe</p>
<p><a class="tt-flickr" href="http://abril.susiloadhy.net/gallery/photo/437414498/bebek_van_java_4_upload.html"><img src="http://farm1.static.flickr.com/174/437414498_e002b90387_m.jpg" border="0" alt="bebek van java (4)_upload" width="250" height="186" align="left" /></a> selain bebek sebagai menu special, di sini tersedia juga cah kangkung yang ueeeenak banget, bumbu dan manisnya pas, kangkungnya juga dimasak ga terlalu matang jadi masih berasa kres&#8230; kress kalo dikunyah, plus ada suwiran daging bebeknya juga lho&#8230;. wuih pokoknya ga cukup seporsi deh. kenyang makan bebek dan cah kangkung di kedai ini juga tersedia aneka minuman panas atau dingin sebagai <em>dessert </em>buat yang kepedesan. untuk minuman yang paling banyak dipesan biasanya es jeruk atau es teh manis. oia buat yang kalo makan harus ada kerupuk, di tempat ini juga menyediakan kerupuk ikan kok atau kadang ada bapak penjual keliling yang menawarkan. mengenai harga kita ga harus merogoh kantong terlalu dalam, cukup dengan 8.500 perak kita udah bisa menikmati 1 porsi bebek goreng, ditambah 3.000 rupiah untuk seporsi nasi dan 4.000 rupiah untuk semangkuk cah kangkung. kalo mau minuman dingin cukup bayar 2.000 untuk es teh manis dan 3.000 untuk es jeruknya.</p>
<p>kalau niat makan di sini menurut gue jangan pas <em>weekend</em> karena penuuuh banget, kalaupun mau pas <em>weekend</em> jangan lebih dari jam 7 datengnya karena dijamin ngantri atau bakalan keabisan. soalnya emang yang dateng kesini banyakan anak muda (jadi kadang gw berasa ibu-ibu banget kalo makan di sini) plus anak gaul-nya bandung juga hehehe&#8230;. tapi hari biasa juga tetep penuh kok apalagi kalo udah jam-jam makan malem sekitar jam 7 sampai jam 8 malem&#8230;&#8230; pfuiiih ga nyaman banget. soalnya tempat duduknya terbatas dan ngantrinya bisa lama, ga enak dong masih makan diliatin mulu sama yang lagi ngantri, kesannya disuruh cepet2 pergi gitu deh. makanya gue <em>prefer </em>buat dibungkus aja, biar makannya bisa lebih tenang hehehe&#8230;. oia tips satu lagi hati-hati buat yang bawa kendaraan karena daerah situ rada gelap, jadi banyak tangan-tangan jahil.</p>
<p>ok deh, selamat ber-<em>kwek-kwek</em> ria ya<br />
jangan lupa cuci tangan sebelum makan&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abril.susiloadhy.net/2007/03/28/bebek-van-java/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>mie baso akung</title>
		<link>http://abril.susiloadhy.net/2007/03/25/mie-baso-akung/</link>
		<comments>http://abril.susiloadhy.net/2007/03/25/mie-baso-akung/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Mar 2007 16:12:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Culinary]]></category>
		<category><![CDATA[Eating Out]]></category>
		<category><![CDATA[bandung]]></category>
		<category><![CDATA[jajan]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abril.susiloadhy.net/2007/03/25/mie-baso-akung/</guid>
		<description><![CDATA[siapa sih urang bandung yang nggak kenal sama tempat makan yang satu ini?
setau gue hampir semua tau deh, soalnya setiap nanya sama teman dimana nyari tempat makan baso yang enak, udah pasti deh mie baso akung jadi jawabannya. walaupun begitu baru dua kali kok gue makan disini hehehe&#8230;. kenapa? selain karena agak jauh alasan paling [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>siapa sih urang bandung yang nggak kenal sama tempat makan yang satu ini?<br />
setau gue hampir semua tau deh, soalnya setiap nanya sama teman dimana nyari tempat makan baso yang enak, udah pasti deh mie baso akung jadi jawabannya. walaupun begitu baru dua kali kok gue makan disini hehehe&#8230;. kenapa? selain karena agak jauh alasan paling utama adalah tempat yang selalu ramai bikin gue ga terlalu nyaman untuk makan di sini. tapi untuk siapa pun kalo keinginan untuk makan baso sudah tak terbendung alias ngidam beneran atau ngidam angin-anginan langsung aja dateng, dijamin bakalan pulang dengan kenyang deh. soalnya porsi-nya itu lho ckckck&#8230; gede banget, walaupun udah 1/2 porsi nih tetep aja ga muat untuk ukuran perut yang relatif standar (kaya perut gue ini). apalagi kalo pesenannya banyak, alias pesen yang lainnya lagi selain semangkuk bakso&#8230;. wah itu sih dijamin ga bisa berdiri sangking kekenyangan hahaha&#8230;.</p>
<p><a class="tt-flickr" href="http://abril.susiloadhy.net/gallery/photo/433634960/mie_baso_akung.html"></a></p>
<div style="text-align: center"><a class="tt-flickr" href="http://abril.susiloadhy.net/gallery/photo/433634960/mie_baso_akung.html"><img src="http://farm1.static.flickr.com/152/433634960_6607642206.jpg" border="0" alt="mie baso akung" width="418" height="294" /></a></div>
<p>menurut kabar-kabar, mie baso akung ini pertama berjualan di jalan aceh lalu berpindah ke jalan ternate, tapi entah kapan dan tahun berapa gue belom dapet info. setelah semakin sukses mie baso akung pindah ke lokasi yang sekarang ini. untuk specialities-nya ya udah jelas-lah apalagi kalo bukan MIE BASO&#8230; tapi seiring dengan selera pelanggan yang beragam, maka sekarang banyak varian lain selain mie baso. kini, mie baso akung juga menyediakan bihun baso dan yamin manis, pelengkapnya selain baso ada juga pilihan lain yaitu pangsit, ceker, tahu dan siomay. uniknya nih kalo kita pesen ga usah susah-susah nyebutnya cukup dengan inisial aja sang koki sudah mengerti, misalnya aja mau pesen 1 porsi bihun kuah pake Baso Pangsit Tahu Ceker dan Siomay cukup bilang pesen 1 porsi bihun kuah BPTCS&#8230; simple kan. ga lama kemudian pasti muncul pesanan itu beserta taburan suwiran ayam, sayur sawi, bawang goreng dan irisan daun bawang, jadi pelanggan tinggal menyesuaikan rasa baso sendiri, mau manis ya tambah kecap manis, mau pedes ya tinggal tambah sambel aja&#8230; pokoknya smua serba terserah pembeli deh. untuk harga dijamin terjangkau, soalnya harga (termahal) seporsi baso paling komplit saja cuman dibandrol 18.500 rupiah.</p>
<p><span id="more-93"></span></p>
<p>selain mie baso, ada satu makanan favorit lagi di sini&#8230; apalagi coba kalo bukan es duren!!! hehehe&#8230; mungkin kalo yang bukan maniak duren pasti ga suka dengan buah yang satu ini, tapi dijamin rasanya nomor satu deh. soalnya es duren yang seharga 10.000 rupiah ini memang terbuat dari buah duren asli yang cuma dicampur gula putih encer, susu kental manis sama es batu&#8230;. ya jelas-lah rasanya duren banget. tapi buat yang ga suka duren jangan khawatir, masih banyak pilihan lain kok, misalnya ada es campur (non-duren tentunya), aneka juice, teh manis serta beraneka minuman kemasan botolan sampe minuman hangat. kalo belom puas masih ada aneka kerupuk sebagai pelengkap nge-baso, trus ada rujak coel, kacang rebus, dan aneka jajanan di pelataran depan rumah baso ini. oia lupa untuk yang ga kebagian es duren jangan berkecil hati dulu, karena di pelataran depan juga ada penjual es krim duren keliling yang rasanya ga mengecewakan.</p>
<p>terakhir ada tips dari gue buat yang mau makan di sini:<br />
- kalo weekend jangan kesorean ntar keburu banyak yang abis, esp. es durennya.<br />
- jangan laper mata semua mau dipesan, ntar kekenyangan mubazir lho&#8230; kecuali sebelumnya udah nyiapin perut dulu hehehe&#8230;<br />
- parkir sangat terbatas, jadi hati-hati kalo parkir agak jauh dari lokasi.<br />
- cari tempat dulu sebelum pesan, supaya udah jelas bakalan dapet tempat duduk.<br />
- kalo udah selesai jangan kelamaan duduk (kecuali kalo lagi sepi), kasian kan pelanggan lain yang masih antri untuk duduk.</p>
<p>selamat menikmati&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abril.susiloadhy.net/2007/03/25/mie-baso-akung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>special red spicy spaghetti</title>
		<link>http://abril.susiloadhy.net/2007/03/24/special-red-spicy-spaghetti/</link>
		<comments>http://abril.susiloadhy.net/2007/03/24/special-red-spicy-spaghetti/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Mar 2007 12:21:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Recipes]]></category>
		<category><![CDATA[masakan]]></category>
		<category><![CDATA[resep]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abril.susiloadhy.net/2007/03/24/special-red-spicy-spaghetti/</guid>
		<description><![CDATA[sekarang mau blogging resep masakan lagi deh&#8230;. semoga ga pada bosen ya bacanya, abisan walaupun gue kerja, tetep aja kan harus masak juga toh hehehe. tapi ini resep yang spesial soalnya kata hubby dan keluarga gue (termasuk mertua lho ini) katanya spaghetti buatan gue very very special and delicious. mau coba bikin? nih gue kasih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>sekarang mau blogging resep masakan lagi deh&#8230;. semoga ga pada bosen ya bacanya, abisan walaupun gue kerja, tetep aja kan harus masak juga toh hehehe. tapi ini resep yang spesial soalnya kata hubby dan keluarga gue (termasuk mertua lho ini) katanya spaghetti buatan gue very very special and delicious. mau coba bikin? nih gue kasih resepnya:</p>
<p><a class="tt-flickr" href="http://abril.susiloadhy.net/gallery/photo/433598473/DSCN4540.html"><img src="http://farm1.static.flickr.com/188/433598473_6dbdc24eb2_m.jpg" border="0" alt="DSCN4540" width="239" height="176" align="left" /></a><span style="text-decoration: underline;"><strong>bahan-bahan:</strong></span><br />
250 gram mie spaghetti siap pakai, rebus hingga matang<br />
250 gram daging sapi/ayam giling<br />
3 buah sosis sapi, iris sesuai selera<br />
150 gram jamur merang, iris kecil<br />
2 buah bawang bombay ukuran sedang, rajang halus<br />
3 siung bawang putih<br />
1 sendok teh merica butiran (black pepper lebih ok)<br />
3 buah tomat matang, rebus hingga kulitnya pecah, haluskan<br />
100 gram saus tomat<br />
2 sendok makan saus cabai<br />
sejumput oregano (kalo ga ada juga tetep enak kok)<br />
garam secukupnya<br />
1/2 sendok makan gula pasir<br />
1 cangkir air<br />
1/2 sendok makan maizena<br />
1 sendok makan mentega untuk menumis</p>
<p><span style="font-weight: bold; text-decoration: underline;">cara membuat:</span><br />
haluskan bawang putih dan merica, kemudian tumis dengan mentega hingga wangi. kemudian masukkan irisan bawang bombay hingga agak layu. berturut-turut masukkan daging giling, sosis, jamur merang, dan tomat yang telah dihaluskan. biarkan matang, lalu tambahkan air, saus tomat, saus cabai, oregano, garam, dan gula pasir, aduk rata hingga matang. koreksi rasanya, jika terlalu pedas atau asam bisa ditambahkan gula pasir. setelah semua matang, terakhir masukkan maizena supaya kental. udah deh&#8230; saos spicy ini siap disajikan dengan spaghetti.</p>
<p><span style="font-weight: bold; text-decoration: underline;">pelengkap:</span><br />
taburan keju parmesan parut atau kalau suka bisa diberi irisan paterseli halus</p>
<p>tips-tips:<br />
- rebus mie spaghetti dengan sedikit mentega atau minyak agar tidak lengket<br />
- jika tidak terlalu suka asam, rebusan tomat dapat diganti dengan pasta spaghetti siap pakai<br />
- untuk yang ga suka pedes merica dikurangi jadi 1/2 sendok makan saja<br />
btw, tapi asam, pedas, dan aroma aneka bumbu yang kuat itu malah yang bikin enak, bikin spaghetti buatan orang asia berbeda dari spaghetti asalnya di italia sana. lagian yang bikin spaghetti ala gue ini dinamain red spicy, ya itu dia&#8230;. karena rasanya yang memang nendang abis. trus kenapa jadi special? mmm&#8230; soalnya masaknya dengan cinta sih, karena emang khusus gue buat untuk orang2 yang special aja hehehe&#8230;..<br />
udah deh, selamat ber-spicy2-ria dengan spaghetti gue ini<br />
dijamin ketagihan!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abril.susiloadhy.net/2007/03/24/special-red-spicy-spaghetti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>midnight culinary</title>
		<link>http://abril.susiloadhy.net/2007/02/20/midnight-culinary/</link>
		<comments>http://abril.susiloadhy.net/2007/02/20/midnight-culinary/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Feb 2007 09:28:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Culinary]]></category>
		<category><![CDATA[Eating Out]]></category>
		<category><![CDATA[JalanJalan]]></category>
		<category><![CDATA[bandung]]></category>
		<category><![CDATA[jajan]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abril.susiloadhy.net/2007/02/20/midnight-culinary/</guid>
		<description><![CDATA[sebenernya udah lama banget mau blogging tentang midnight culinary di bandung&#8230; cuman gitu deh, seperti biasa, malas dan ga sempat hehehehe&#8230;.
berawal dari rapat kantor yang memutuskan kalau untuk warta pariwisata (buletin terbitan kantor-ku) akhir tahun lalu mau ngebahas tentang kuliner. so, setelah dipilah-pilih keluarlah ide untuk membahas tentang kuliner bandung di kala malam hari, sebagai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>sebenernya udah lama banget mau blogging tentang <em>midnight culinary</em> di bandung&#8230; cuman gitu deh, seperti biasa, malas dan ga sempat hehehehe&#8230;.<br />
berawal dari rapat kantor yang memutuskan kalau untuk warta pariwisata (buletin terbitan kantor-ku) akhir tahun lalu mau ngebahas tentang kuliner. so, setelah dipilah-pilih keluarlah ide untuk membahas tentang kuliner bandung di kala malam hari, sebagai salah satu artikel. akhirnya terpilihlah 2 orang untuk survei penyusunan artikel, yaitu gw dan radin, tapi seperti acara survei lainnya selalu aja banyak yang mau ikut hehehe&#8230;</p>
<p>akhirnya diputuskanlah untuk berangkat pada suatu malam buta di bulan november (udah lama ternyata). dari sekian banyak yang daftar untuk ikutan, ternyata cuma 3 orang termasuk gw yang nongol. perjalanan dimulai dari jam 23.00 wib dan langsung putar-putar kota bandung untuk nyari tempat2 yang potensial dan ramai oleh kuliner-nya. sebenarnya sih, kita udah punya target lokasi yang akan didatangi, cuman pengen aja puter2 dulu&#8230; kapan lagi coba iseng2 muter2 bandung tengah malem gini hehehe&#8230;</p>
<p>dari berbagai lokasi yang ada di bandung, gw pilih 3 tempat yang bakal direview di blog ini. tempat pertama yaitu:</p>
<p><span style="color: #000000;"><strong>Kawasan Gardujati</strong></span><br />
siapa sih yang ga tau jalan gardujati (baca: pusat &#8220;hiburan malam&#8221; kota bandung) yang lebih identik dengan sebuah gang bernama saritem. eits, jangan berburuk sangka dulu, kita malam itu khusus mau meliput tentang kuliner-nya lho, bukan yang &#8216;lain&#8217; haha&#8230;<br />
kawasan yang masih termasuk daerah pecinan ini mulai ramai sejak jam 4 sore. selain toko2 dan restoran khas cina, juga banyak pedagang kaki lima yang ikut meramaikan suasana jalan ini. kebanyakan pedagang di kawasan ini memang menjual makanan atau minimal sesuatu berhubungan dengan makanan. untuk makanan yang paling gampang ditemui disini (selain <em>chinese food</em> tentunya), yaitu minuman hangat, misalnya bandrek, bajigur, ronde jahe sampai yang standar, kopi dan teh panas. jenis lain yaitu makanan ringan, mulai dari gorengan, ubi dan kacang rebus, mie baso, dan masih banyak lagi. kalau yang tidak puas dengan sekedar makanan ringan, di kawasan ini juga banyak yang menjajakan makanan berat, misalnya saja nasi goreng, mie goreng, nasi rames dan lainnya. kalau mau yang lebih istimewa lagi, di gardujati juga menyediakan <em>extreme food </em>yang berbahan dasar &#8216;langka&#8217;, contoh simple-nya saja, ular dan kodok.<br />
<a class="tt-flickr" href="http://abril.susiloadhy.net/gallery/photo/329810379/wisata_kuliner_malam_1.html"></a></p>
<div style="text-align: center"><a class="tt-flickr" href="http://abril.susiloadhy.net/gallery/photo/329810379/wisata_kuliner_malam_1.html"><img src="http://farm1.static.flickr.com/134/329810379_a30aedd98a.jpg" border="0" alt="wisata kuliner malam 1" width="409" height="290" /></a></div>
<p>setelah puas berkeliling di kawasan gardujati, akhirnya kita memutuskan untuk mencicipi minuman hangat saja. soalnya ini kan baru tempat pertama yang kita datangi, ntar keburu kenyang lagi hehehe&#8230;.</p>
<p><span id="more-75"></span><br />
pilihan tempat nongkrong jatuh pada kios kaki lima bernama &#8220;ronde jahe gardujati&#8221;. sembari ngobrol-ngobrol <em>ngalor-ngidul</em>, ternyata kios ini sudah berdiri sejak tahun 1986 dan masih bertahan hingga sekarang. malahan kini ronde jahe ini sudah membuka cabang di sebuah pusat jajanan di <em>hypersquare</em> pascal. jadi penasaran aja gimana ya rasanya ini ronde?&#8230;. setelah di-<em>sruput</em>, dikunyah dan kemudian diresapi, ternyata enak juga, walaupun rasanya kalah dengan minuman sejenis di daerah jawa tengah hehehe. dengan hanya 7500 perak aja udah lumayan menghangatkan badan deh. apalagi pilihannya bisa 2 macam, terserah aja mau kuah gula putih atau gula merah, trus mau ronde yang kecil2nya aja (non-kacang) atau mau ronde isi kacang yang besar, mau campur juga ok kok. setelah puas nangkring di gardujati, kita pindah tongkrongan ke tempat kedua yaitu:</p>
<p><span style="color: #000000;"><strong>Warung Nasi M. Unus </strong></span><br />
tongkrongan kedua ini terletak di kawasan terminal di stasiun bandung atau yang lebih populer disebut terminal st. hall. disini kita berencana untuk mampir sebentar doang, karena memang masih mau muter-muter lagi. rumah makan sederhana ini selain terkenal dengan nasi rames ala rumahan-nya yang murah meriah juga terkenal dengan perkedel kentang gorengnya yang kabarnya sih uenak buanget. uniknya lagi perkedel kentangnya ini disebut orang-orang dengan perkedel <em>bondon</em> (dalam bahasa sunda <em>bondon</em> = pelacur). kenapa disebut bondon? ceritanya karena daerah ini memang kawasan &#8216;hiburan malam&#8217; maka banyak neng-neng <em>bondon</em> itu pada makan atau <em>nge</em>-bungkus makanan di warung ini. nah, jadi aja itu perkedel dijuluki perkedel <em>bondon</em>.</p>
<p>melihat tempatnya yang sederhana, agak shock juga waktu ngeliat ternyata banyak banget yang makan disini, apalagi pengunjungnya kebanyakan orang-orang bermobil bagus. jadi penasaran kaya apa sih enaknya&#8230;<br />
lewat antrian yang cukup panjang, akhirnya perkedel seharga 700 perak perbuah ini pun didapat. ternyata&#8230;. perkedel yang dimakan dengan cocolan sambal ini jaauuuuuuuuuuh banget dari rasa enak (ini menurut gw dan teman2 lho). gw aja bingung kenapa orang ada yang bilang perkedel ini enak banget&#8230;. enaknya dimana aja ga jelas&#8230;. <em>honestly</em>, rasanya kalau dirangking 1 sampai 10, cuman dapet nilai 1, udah gitu sambelnya pedes doang lagi plus berasa asap (<em>san&#8217;git</em>, orang jawa bilang mah). what a shock&#8230; jangan2 ada &#8217;sesuatunya&#8217; nih kenapa orang pada bilang enak&#8230;. wahahaha.</p>
<p><a class="tt-flickr" href="http://abril.susiloadhy.net/gallery/photo/329810547/wisata_kuliner_malam_2.html"></a></p>
<div style="text-align: center"><a class="tt-flickr" href="http://abril.susiloadhy.net/gallery/photo/329810547/wisata_kuliner_malam_2.html"><img src="http://farm1.static.flickr.com/124/329810547_b6d71fb1fe.jpg" border="0" alt="wisata kuliner malam 2" width="411" height="290" /></a></div>
<p>tapi udah ah dari pada gosipin si perkedel itu mendingan kita lanjut ke tempat terakhir, yaitu:<br />
<strong><span style="color: #000000;">Warung Nasi Ceu Mar</span></strong><br />
kalau mau makan malam <em>after-midnight</em>, warung nasi ceu mar ini-lah pilihannya. terletak di jalan banceuy, dekat dengan sungai cikapundung, lokasi warung nasi ini dapat diakses melalu jalan banceuy atau dari jalan asia afrika (belok kanan setelah gedung merdeka). warung yang buka dari mulai jam 9 malam sampai dengan jam 9 pagi ini (itu juga kalau makanannya belum habis) menawarkan nasi rames dengan berbagai pilihan lauk pauk dan sayuran. menu spesialnya di sini adalah gulai daging+lemak dan sambal olahan ceu mar. pilihan lainnya tentu masih banyak, misalnya saja, tahu, tempe, bakwan, aneka tumisan sayur, aneka olahan ayam, telur dan daging, aneka semur, lalapan, aneka minuman hangat, dingin atau <em>juice</em>, hingga kerupuk dan rokok. pembeli bisa dengan bebas memilih makanan sekaligus porsi yang diinginkan, karena warung ini menggunakan model prasmanan&#8230; jadi berasa di rumah sendiri.</p>
<p>namun, warung dan meja prasmanan yang tidak terlalu besar membuat pembeli sering harus antri dengan tertib. tapi, untung-lah malam ini kita bisa dengan santai karena antrian tidak ada. berdasarkan info, waktu-waktu mengantri paling parah yaitu sekitar jam 9 sampai jam 11 malam dan tentunya pada saat <em>weekend</em>, dimana banyak pelancong (orang jakarta) yang kelaparan. tapi jangan kuatir, tempat duduk tanpa meja yang cukup banyak (walaupun mengunakan badan jalan) tidak akan membuat kita juga harus mengantri untuk sekedar duduk menikmati lezatnya makanan racikan ceu mar.</p>
<p>untuk soal rasa, makanan di warung nasi ceu mar ini cocok untuk semua jenis lidah, alias enak&#8230; yah kira-kira dapet deh kalau cuman bintang 3 sih. tapi yang membuat kita ingin datang lagi dan lagi ke warung ini adalah keramahan khas ceu mar pada setiap penunjung. contohnya saja waktu kita datang kesana dan ingin membayar makanan di kasir ala ceu mar, terjadi percakapan seperti ini:<br />
<em> &#8220;atos kasep, geulis?&#8221; (sudah, ganteng, cantik?)</em><br />
&#8220;atos ibu, sabaraha?&#8221; (sudah ibu, berapa?)<br />
<em>&#8220;iyeu teh, 11 ribu&#8221; (ini ,11 ribu)</em><br />
&#8220;iyeu, bu&#8221; (ini, bu)<br />
&#8220;nuhun, bu&#8221; (terimakasih, bu)<br />
<em>&#8220;sami-sami, geulis&#8221; (sama-sama, cantik)<br />
</em>hahaha&#8230;.. jadi berasa cantik ga sih gw&#8230;.hahaha. tapi mungkin bukan gw aja yang ke-geer-an kaya gitu, buktinya ada temennya temen gw yang kabarnya kalau lagi bete atau ngerasa nggak pede pasti selalu dateng dan makan di warung ini. bukan karena kelaperan, tapi cuman pengen dibilang kasep sama ceu mar. konon setelah percakapan seperti tersebut diatas, maka dia akan merasa kembali pede&#8230; mmm, boleh tuh dicoba kapan-kapan.</p>
<p>selain keramahan ala ceu mar, ada juga hal unik lainnya yang bikin warung makan ini ga sepi penunjung, apalagi kalau bukan harganya yang miring. tapi jangan heran kalau sekali kita makan disini dengan harga misalnya saja 11 ribu rupiah dan dua hari kemudian kembali lagi untuk makan dengan menu dan porsi yang tidak berubah, harganya akan berbeda menjadi 9 ribu rupiah&#8230;. hahaha. hal ini terjadi karena ceu mar memang tidak mematok harga pasti pada setiap makanannya, jadi sistem harganya cuman dari <em>scan</em> mata (baca: melihat) ala ceu mar.</p>
<p>kok ga kerasa sudah hampir 3 jam kita berkeliling bandung untuk survei kuliner malam&#8230;.. hooaahmmm&#8230;. mata udah mulai ngantuk plus masih harus nge-drop 2 orang teman di rumahnya masing-masing. jalan-jalan malam kali ini berakhir sudah. ternyata walaupun malam, kota bandung masih berdenyut dan masih banyak sudut-sudut kota menarik lainnya yang dapat kita kunjungi selain dari &#8216;hiburan malam&#8217;-nya. mungkin lain kali gw kembali napak tilas kuliner malam yang menyenangkan ini lagi.</p>
<p>selamat makan malam-malam&#8230;<br />
awas jangan kekenyangan, ntar malah jadi gemuk lho hihihi&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abril.susiloadhy.net/2007/02/20/midnight-culinary/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>mie kangkung rebus ala abril</title>
		<link>http://abril.susiloadhy.net/2007/01/25/mie-kangkung-rebus-ala-abril/</link>
		<comments>http://abril.susiloadhy.net/2007/01/25/mie-kangkung-rebus-ala-abril/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Jan 2007 12:27:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Culinary]]></category>
		<category><![CDATA[Recipes]]></category>
		<category><![CDATA[masakan]]></category>
		<category><![CDATA[resep]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abril.susiloadhy.net/2007/01/25/mie-kangkung-rebus-ala-abril/</guid>
		<description><![CDATA[hari ini abis pulang kantor rasanya capeeee&#8217; banget, tenaga berasa kesedot keluar semua. udah gitu hujan turun lumayan deres dan pake acara kebanjiran segala, sepatu basah, celana basah, kedinginan pula&#8230;. lengkap sudah penderitaan ini. pengennya langsung mandi trus leyeh-leyeh di kamar sambil nonton tv/dvd, tapi apa boleh buat sebagai isteri yang baik gw harus nyiapin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>hari ini abis pulang kantor rasanya capeeee&#8217; banget, tenaga berasa kesedot keluar semua. udah gitu hujan turun lumayan deres dan pake acara kebanjiran segala, sepatu basah, celana basah, kedinginan pula&#8230;. lengkap sudah penderitaan ini. pengennya langsung mandi trus <em>leyeh-leyeh</em> di kamar sambil nonton tv/dvd, tapi apa boleh buat sebagai isteri yang baik gw harus nyiapin <em>dinner</em> buat hubby tersayang (duh). males sih, makanya gw berencana buat sesuatu yang <em>simple</em> dan ga merusak selera makan&#8230;. akhirnya kepikiran bikin mie kuah yang hangat dan segar dengan berbagai modifikasi (as usual) hehehe&#8230;</p>
<p>buat yang terinspirasi untuk bikin juga nih ada resepnya:<br />
<span style="color: #336600;"><strong>mie kangkung rebus ala Abril</strong></span><br />
<a class="tt-flickr" href="http://abril.susiloadhy.net/gallery/photo/393919669/mi_kangkung_rebus_5.html"><img src="http://farm1.static.flickr.com/132/393919669_776b685906_m.jpg" border="0" alt="mi kangkung rebus (5)" width="240" height="180" align="left" /></a><span style="color: #336600;"><span style="text-decoration: underline;"><span style="background-color: #ffff99;"> bahan2</span></span>: 1 bgks mie telor yang telah direbus hingga matang, 1 buah dada ayam trus direbus untuk bikin kaldu dengan 1 liter air, 1 ikat kangkung segar iris dan cuci bersih, 1/2 buah tomat, 1 batang daun bawang,1 buah bawang bombay iris halus.</span></p>
<p><span style="color: #336600;"><span style="background-color: #ffff99; text-decoration: underline;">bumbu halus</span>: 1/2 sendok makan merica (kalo ga suka pedas, secukupnya saja), 2 siung bawang putih, 2 siung bawang merah, 1/2 sendok makan garam, 1/2 sendok teh gula pasir, haluskan semua bumbu.</span></p>
<p><span style="color: #336600;"><span style="text-decoration: underline;"><span style="background-color: #ffff99">cara membuat</span></span>:<br />
- buat kaldu ayam sembari rebus ayam hingga matang, setelah matang suwir-suwir ayamnya lalu sisihkan.<br />
- tumis bumbu halus hingga berbau harum/matang,masukkan bawang bombay, tunggu hingga layu.kemudian masukkan daun bawang, tomat hingga agak layu.<br />
- masukkan mie telor yang telah matang.<br />
- masukkan kangkung yang dibarengi dengan 2 sendok sayur (<em>centong</em>) kaldu ayam. diamkan hingga kangkung agak layu.<br />
- masukkan suwiran ayam dan seluruh air kaldunya.<br />
- koreksi rasanya.<br />
- mie rebus kangkung siap dihidangkan hangat.<br />
</span> (porsi: untuk 4 orang)</p>
<p><span style="color: #336600;"><span style="background-color: #ffff99; text-decoration: underline;">pelengkap</span>: untuk citarasa yang lebih ok, bisa ditambahkan dengan sambal kecap, cabe rawit, taburan bawang goreng, kerupuk pangsit atau acar sayur yang segar.</span></p>
<p><span style="color: #336600;">oia ada sedikit tips nih:<br />
- kalau makannya masih lama, sebaiknya kaldu dituang berdekatan dengan waktu makan, agar kuahnya tidak terserap oleh mie-nya.<br />
- agar tidak lengket, setelah mie direbus sebaiknya dilumuri dengan mentega/1 sdm minyak goreng.</span></p>
<p>ternyata mie kangkung ini rasanya ok juga, buktinya mertua gw malah minta bikin lagi lain kali (soalnya beliau cuma nyicip dikit sih hehehe&#8230;)</p>
<p><em>bon appetit</em>!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abril.susiloadhy.net/2007/01/25/mie-kangkung-rebus-ala-abril/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>goodbye 2006, welcome 2007</title>
		<link>http://abril.susiloadhy.net/2007/01/01/goodbye-2006-welcome-2007/</link>
		<comments>http://abril.susiloadhy.net/2007/01/01/goodbye-2006-welcome-2007/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Dec 2006 18:20:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Culinary]]></category>
		<category><![CDATA[Momentum]]></category>
		<category><![CDATA[Iseng]]></category>
		<category><![CDATA[momen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abril.susiloadhy.net/2007/01/01/goodbye-2006-welcome-2007/</guid>
		<description><![CDATA[detik berganti menit&#8230;
menit berganti jam&#8230;
jam berganti hari&#8230;
hari berganti minggu&#8230;
minggu berganti bulan&#8230;
bulan berganti tahun&#8230;
semakin cepat, nyaris tak terasa&#8230;
tak terasa kita sudah berada di penghujung tahun 2006
dan tak terasa pula tahun 2007 sudah didepan mata
banyak hal maupun peristiwa terjadi
banyak hal pula yang kita alami dan rasakan
ada kebahagiaan dan kegembiraan&#8230;
ada pula kesedihan dan penderitaan&#8230;
bahkan bencana dan malapetaka&#8230;
silih berganti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="left"><span style="color: #cc6633;">detik berganti menit&#8230;<br />
menit berganti jam&#8230;<br />
jam berganti hari&#8230;<br />
hari berganti minggu&#8230;<br />
minggu berganti bulan&#8230;<br />
bulan berganti tahun&#8230;<br />
semakin cepat, nyaris tak terasa&#8230;<br />
tak terasa kita sudah berada di penghujung tahun 2006<br />
dan tak terasa pula tahun 2007 sudah didepan mata<br />
banyak hal maupun peristiwa terjadi<br />
banyak hal pula yang kita alami dan rasakan<br />
ada kebahagiaan dan kegembiraan&#8230;<br />
ada pula kesedihan dan penderitaan&#8230;<br />
bahkan bencana dan malapetaka&#8230;<br />
silih berganti mengisi ruang dan waktu<br />
banyak yang berulang, namun ada juga yang tak kembali<br />
ada kesempatan, namun ada pula kekecewaan<br />
banyak rencana, tapi ada pula mimpi-mimpi semu<br />
pencapaian yg tinggi atau bahkan khayalan tanpa batas<br />
masih silih berganti mengisi ruang dan waktu<br />
ada yang datang dan pergi<br />
ada yang kembali datang, ada yang tidak<br />
ada yang berkesan, namun ada yang sekedar lalu<br />
ada yang selalu dikenang, tapi ada pula yang ingin dilupakan<br />
selalu ada teman berbagi, teman sejati&#8230;<br />
semua masih silih berganti mengisi ruang dan waktu<br />
(bahkan) akan kembali berulang di ruang dan waktu yang baru<br />
di tahun yang baru, tahun 2007<br />
harapan kembali berulang&#8230;<br />
resolusi kembali terucapkan&#8230;<br />
apapun bentuknya&#8230; selamat tahun baru 2007<br />
semoga Yang Kuasa selalu meridhoi langkah kita di tahun ini</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abril.susiloadhy.net/2007/01/01/goodbye-2006-welcome-2007/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>batagor mix and match</title>
		<link>http://abril.susiloadhy.net/2006/11/15/batagor-mix-and-match/</link>
		<comments>http://abril.susiloadhy.net/2006/11/15/batagor-mix-and-match/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Nov 2006 13:42:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Culinary]]></category>
		<category><![CDATA[Eating Out]]></category>
		<category><![CDATA[Interesting Spot]]></category>
		<category><![CDATA[bandung]]></category>
		<category><![CDATA[jajan]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abril.susiloadhy.net/2006/11/15/batagor-mix-and-match/</guid>
		<description><![CDATA[rasanya ga afdol kalo postingan yang sebelumnya ga dibarengi sama postingan ini, kenapa? jawabannya simple, karena batagor kan juga termasuk makanan khas-nya bandung, sodara deket malah sama si baso tahu hehehe&#8230; ada sebuah tempat makan batagor yang kayanya &#8216;wajib&#8217; dikunjungi kalo datang ke bandung, esp. buat org2 jakarta yang emang suka cari makanan ke bandung. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="width: 142px; height: 174px;" src="http://static.flickr.com/99/297960427_f49ce3a17f_m.jpg" border="0" alt="warung batagor riri" width="142" height="174" align="left" />rasanya ga afdol kalo postingan yang sebelumnya ga dibarengi sama postingan ini, kenapa? jawabannya simple, karena batagor kan juga termasuk makanan khas-nya bandung, sodara deket malah sama si baso tahu hehehe&#8230; ada sebuah tempat makan batagor yang kayanya &#8216;wajib&#8217; dikunjungi kalo datang ke bandung, esp. buat org2 jakarta yang emang suka cari makanan ke bandung. tempatnya apalagi kalo bukan warung makan batagor yang bernama <strong>batagor riri</strong>. buat yang belom tau batagor dan susah bedainnya sama baso tahu, gampang aja kok kalo batagor itu digoreng (BAso TAhu diGOReng = BATAGOR) sedangkan kalo baso tahu dikukus. tapi pengertian itu langsung rancu begitu ada menu baru yaitu batagor kuah&#8230;. apalagi bedanya tuh? sebenernya sama aja kok, batagor2 juga cuman dikuah-in kaya baso gitu deh, jadi agak mirip baso malang.</p>
<p><em><a class="tt-flickr" href="http://abril.susiloadhy.net/gallery/photo/297959973/batagor_riri_2.html"><img style="width: 181px; height: 244px;" src="http://static.flickr.com/102/297959973_e74c046aa3_m.jpg" border="0" alt="batagor riri 2" width="181" height="244" align="left" /></a>back to</em> <a href="http://www.batagor.com/">batagor riri</a>, tempat makan batagor yang sudah berdiri sejak tahun 1985 ini dari hari ke hari semakin berjaya saja. malahan sekarang jadi <em>top three</em>-nya tempat makan batagor yang enak. lokasinya ada di jalan burangrang dan sekarang ada cabangnya di <em>pascal hypersquare</em>, gampang kok nyarinya, kalo nyasar bisa liat <a href="http://www.batagor.com/images/peta_bdg_riri.jpg">peta</a> ini. <em>specialities</em> tempat makan ini apalagi kalo bukan batagor, ada dua jenis batagor yaitu batagor bumbu kacang dan batagor kuah. masing2 bisa terdiri dari siomay (kulit pangsit yang dikasih adonan batagor) dan tahu. satu porsi batagor kuah dihargai 10000 perak dengan 1 buah siomay dan 1 buah tahu + kuah yang buanyak, kalo mau batagor bumbu kacang, per-buahnya dihitung 4000 rupiah, emang agak mahal sih dibandingin sama batagor2 lainnya, tapi dijamin ga nyesel deh makan disini. selain batagor ada juga menu lainnya, seperti baso kuah, baso malang, kue2 basah seperti lemper, pastel, beraneka jenis kerupuk, dan minuman. di sini juga ada pojok cemilan, yang jual beraneka keripik2an khas bandung. jadi sekalian makan bisa juga belanja oleh2 di tempat ini. jangan lupa juga beli batagor setengah matang untuk oleh2 orang dirumah ya&#8230;</p>
<p><a class="tt-flickr" href="http://abril.susiloadhy.net/gallery/photo/297959643/nasi_pepes.html"><img style="width: 186px; height: 113px;" src="http://static.flickr.com/114/297959643_a921060810_m.jpg" border="0" alt="nasi pepes" width="186" height="113" align="left" /></a> oia ada satu makanan yang lupa, disini juga jual yang namanya nasi pepes. tadinya sih gw pikir biasa aja, tapi tenyata ueenak banget dan emang sesuai dengan tulisan yang tertera&#8230; dijamin ketagihan. sebenernya nasinya biasa aja, terbungkus daun pisang, dibumbui santan dan agak berwarna kuning karena pakai kunyit, didalamnya ada irisan ayam, ati ampela, ikan asin jambal roti, kemangi dan cabe rawit. porsinya sih standar, cukup kenyang untuk nasi seharga 7500 rupiah.</p>
<p>beberapa tips yang bisa gw bagi antara lain, kalau mau makan dengan &#8216;tenang&#8217; dan santai di warung batagor riri (apalagi yang di burangrang) jangan datang pas <em>weekend </em>atau hari libur lainnya, karena dijamin penuh sesak dan ga nyaman. kalo udah pengen banget, bisa dibungkus kok, pesennya pake bumbu kacang sama kuah aja, boleh kok, kuah-nya dihargai sekitar 2000 perak untuk ukuran setengah plastik. tips lain <em>mix and match</em> sendiri rasa kuah-nya kalo dirasa kurang pas, karena emang sering kurang asin, tapi setelah ditambah kecap, garam, saos sambal, sambal cabe rawit, dijamin enak deh&#8230; <em>just mix your own taste</em>!!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abril.susiloadhy.net/2006/11/15/batagor-mix-and-match/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>baso tahu ternate</title>
		<link>http://abril.susiloadhy.net/2006/11/12/baso-tahu-ternate/</link>
		<comments>http://abril.susiloadhy.net/2006/11/12/baso-tahu-ternate/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Nov 2006 16:42:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Culinary]]></category>
		<category><![CDATA[Eating Out]]></category>
		<category><![CDATA[bandung]]></category>
		<category><![CDATA[jajan]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abril.susiloadhy.net/2006/11/12/baso-tahu-ternate/</guid>
		<description><![CDATA[ siapa sih yang kenal sama baso tahu atau siomay yang merupakan salah satu makanan khas bandung ini. ada sebuah tempat favorit gw sama hubby kalo makan baso tahu, yaitu baso tahu ternate, soalnya lokasinya berada di jalan ternate, deket perusahaan bis kramat jati. tapi ternyata nama sebenernya bukan baso tahu ternate, tapi baso tahu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="tt-flickr" href="http://abril.susiloadhy.net/gallery/photo/295391890/DSCN3437.html"><img src="http://static.flickr.com/99/295391890_7b96a3775b_m.jpg" border="0" alt="DSCN3437" width="233" height="174" align="left" /></a> siapa sih yang kenal sama baso tahu atau siomay yang merupakan salah satu makanan khas bandung ini. ada sebuah tempat favorit gw sama hubby kalo makan baso tahu, yaitu baso tahu ternate, soalnya lokasinya berada di jalan ternate, deket perusahaan bis kramat jati. tapi ternyata nama sebenernya bukan baso tahu ternate, tapi baso tahu ades, walaupun begitu semua nama bekennya tetep <strong>baso tahu ternate</strong>. seperti biasa makanan ini dijual di gerobak dorong alias pedagang kaki lima, tapi <em>dont judje a food by its appereance</em>, soalnya kalo soal rasa boleh deh dibandingin sama baso tahu yang lainnya. keunggulan lain harganya itu lho, murah banget kalo dibandingin sama rasanya. cuman 700 perak doang untuk sebuah baso tahu, pilihannya banyak ada kentang, kol, tahu rebus (ang warnanya putih), tahu goreng (yang warnanya coklat), pare/paria, yang jelas baso tahunya dong. kalo mau pake telor rebus juga ada, sebuah-nya dijual 1000 perak. pelengkapnya seperti biasa bumbu kacang, kecap manis, sambel rawit kalo yang suka pedes, sama kerupuk. minumnya bisa teh tawar yang disediain, cendol yang jualan bersebelahan atau teh botol dingin&#8230; mmm kenyang deh pokoknya.</p>
<p><a class="tt-flickr" href="http://abril.susiloadhy.net/gallery/photo/295392613/DSCN3392.html"><img src="http://static.flickr.com/99/295392613_dd51dedefa_m.jpg" border="0" alt="DSCN3392" width="234" height="174" align="left" /></a>tapi kalo makan disini jangan bete karena terkadang banyak lalat (tapi itu sih hal biasa untuk makanan pinggir jalan), udah gitu tempat duduknya juga kurang nyaman, apalagi kalo pas lagi rame, jadi banyak pembeli yang memilih untuk makan di dalam mobil atau di bawa pulang. oia satu lagi tips-nya jangan coba2 datang ke sini kalo hari minggu atau hari libur, karena dijamin si baso tahu ga akan ada, kalo mereka lagi banyak pesenan untuk acara tertentu juga dijamin ga akan buka, sering-lah udah pengen jajan di sini tapi kecewa. makanya gw sering mikir, kok penjualnya jual mahal banget ya, sampe pembeli aja nunggu2 mereka kalo pengen makan di sini hehehe&#8230; tapi tetep deh gw kasih bintang tiga untuk jajanan ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abril.susiloadhy.net/2006/11/12/baso-tahu-ternate/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
