“lo gak eksis sih?”
“kemana aja jeng, kok gak eksis lagi?”
“kaya gw dong, nih… selalu eksis”
mungkin pernyataan2 di atas sangat sering kita dengar,tapi eksis yg dimaksud sebenarnya apa sih?
kalau menurut kamus besar Bahasa Indonesia cetakan tahun 2002, eksis merupakan singkatan (baca: istilah gaul/istilah sehari2) dari kata eksistensi yang berasal dari bahasa Eropa dan diartikan sebagai adanya; kehidupan, misalnya: partai-partai yang eksistensinya memang tidak bisa dipertahankan lagi, dipersilakan mundur dari percaturan politik.
jadi kalau boleh menarik kesimpulan eksis atau eksistensi merupakan bagian dari kehidupan seseorang atau apa pun itu bentuknya sehingga dapat menimbulkan makna/arti sedemikian rupa bagi dirinya sendiri maupun lingkungan (sosial) tempatnya berada. artinya eksis atau eksistensi dapat merupakan kepuasan akan nilai bagi dirinya sendiri dan juga dapat merupakan pengakuan nilai dari kelompok/lingkungan dimana individu tersebut berada.
seperti apa sih bentuk eksis atau eksistensi itu sebenarnya?
untuk pertanyaan yang satu ini, pastinya tidak ada jawaban yang absolut. bentuk eksis atau eksistensi bisa beragam, tergantung pada situasi, kondisi, dan waktunya. misalnya eksistensi dalam bidang keilmuan/akademis bisa dilihat dari seberapa banyak dihasilkannya jurnal ilmiah, penelitian, atau postulat baru, atau bahkan masuk dalam peringkat ke-sekian dunia. kalau dari bidang keartisan mungkin eksistensi diartikan sebagai seberapa sering tampil di media atau seberapa banyak mendapatkan tawaran keartisan. kalau untuk politikus eksis atau eksistensi pastinya bisa berasal dari jumlah dukungan, seberapa sering muncul di media untuk memberikan opini atau seberapa sering muncul di berbagai acara/undangan, atau mungkin seberapa banyak jejaring (dengan orang penting) yang dimilikinya.
nah, bagaimana eksis atau eksistensi diartikan untuk orang-orang kebanyakan seperti kita ini? entah bisa berupa seberapa banyak teman atau follower di jejaring sosial? selalu ada dalam setiap jepretan foto di lingkungan kita? prestasi kerja? banyak kenalan di berbagai tempat? saya tidak tau… mungkin cuman anda sendiri yang bisa menjawabnya
kalau saya sih mengartikan eksis atau eksistensi tidak lebih dari sebuah kata. gak penting punya berapa teman atau follower di berbagai situs jejaring sosial, gak penting selalu ada dalam setiap foto, yang penting bagi saya adalah saya selalu bahagia dalam hidup dan orang-orang di sekitar saya juga tidak menganggap saya berlebihan atas keberadaan diri saya. titik.