akhir-akhir ini sering banget ya posting resep… hmmm lagi rajin masak atau tanda-tanda blog ini udah bertransformasi jadi blog-nya emak-emak ya, huh ga tau deh pokoknya asal blog ini ga hiatus terus aja hehehe
kali ini gw mau berbagi resep selat solo aka steak-nya wong njowo yang kalo dirasa-rasa sebenernya bukan steak tapi semur. apapun namanya makanan ini merupakan menu wajib yang nongol hampir tiap minggu di meja makan mertua gw. aslinya sih pakai daging, tapi sama beliau (dengan alasan “biar ga bosen”) sering dimodifikasi jadi ayam, telur, tahu atau kombinasi diantaranya. kalau menurut gw sih pakai apa aja rasanya tetep enak, tetep khas jawa dengan dominasi rasa manis-nya.
omong-omong aslinya selat solo ini merupakan akulturasi (kalau boleh disebut begitu) dari makanan bercitarasa belanda, yaitu bistik (aka beefsteak) dan selada belanda (baca: salad) yang kemudian disesuaikan dengan lidah jawa. beberapa penyesuaiannya (menurut gw) bisa dilihat dari penggunaan kecap yang menimbulkan rasa manis, makanan ini pakai banyak kuah (orang jawa senang makanan berkuah), trus juga citarasanya lebih ‘kaya’ dan spicy. terlepas dari itu semua, menurut gw selat solo adalah one dish meal (baca: hidangan sepinggan) yang simple, gampang dibuat, gak ngebosenin dan enak.
bahan:
500 gr daging sapi has dalam
250 gr atau 5 buah kentang
3 buah wortel, iris korek api
150 gr buncis
1 buah brokoli/kembang kol sedang
Read the rest of this entry »
