cerita si abril…

yang HambarAsamManisPedasAsin

tepat hari ini, 61 tahun yang lalu, di bandung telah terjadi suatu peristiwa perjuangan heroik yang kini dikenal dengan peristiwa bandung lautan api. mungkin tidak sedikit dari generasi sekarang yang tidak tau sebenarnya ‘cerita’ seperti apa yang terjadi di peristiwa itu. memang sih setiap tahun selalu ada acara peringatan bandung lautan api yang biasanya diadakan oleh pemda kota bandung. tapi menurut gue acara yang diselenggarakan kok kurang ‘berjiwa’ bandung lautan api ya… kaya tahun ini aja malah bikin bazaar, panggung hiburan dan malah cari orang sebanyak-banyaknya untuk ikutan long march obor supaya bisa masuk MURI… huh ga penting banget sih.

kegiatan yang agak lumayan sih adalah acara long march alias napak tilas dengan berjalan kaki yang biasanya diwajibkan bagi perwakilan sekolah. agak lumayan karena pertama rutenya kok kebalik ya kenapa mulai dari tegalega dan berakhir di gedung sate, padahal gedung sate nggak terlalu bernilai sejarah bagi peristiwa bandung lautan api ini (lagian ngungsinya kan ke bagian selatan bandung, ini kok rutenya malah masuk kota???). udah gitu ga ada penjelasan atau interpretasi tentang kenapa? apa? dan gimana sejarahnya…. yah gitu deh karena wajib yang keliatan malah pesta kostum dan pawai obornya aja. bahkan mungkin dari peserta yang ikutan juga banyak yang ga ngerti mereka lagi ngapain……

Sejarah Singkat
sejarah bangsa ini mencatat kemerdekaan Indonesia diproklamirkan pada tanggal 17 agustus 1945, namun ternyata perjuangan bangsa kita belum berakhir. kedatangan tentara sekutu (Inggris) yang diboncengi Belanda memaksa para pejuang bangsa harus kembali bertempur kembali demi mempertahankan kemerdekaan yang baru seumur jagung. perlawanan terjadi di berbagai daerah, termasuk bandung yang pada akhirnya menimbulkan peristiwa bandung lautan api.

tentara Inggris dibawah komando Brigjen MacDonald mendarat di bandung pada bulan Oktober 1945. awalnya misi mereka adalah melucuti tentara Jepang serta membebaskan tawanan perang. namun dalam perkembangannya, mereka malah membuka jalan bagi Belanda untuk kembali menjajah Indonesia. hal ini tentu saja menimbulkan kemarahan rakyat sehingga peperangan tidak dapat terelakkan.


kondisi tentara di bandung saat itu tidak menguntungkan dan sangat tidak seimbang. para pejuang hanya memiliki 100 pucuk senjata api dan sisanya hanya berupa senjata tajam serta bambu runcing. sedangkan pasukan Inggris berkekuatan 12.000 tentara ditambah pula pasukan Belanda yang telah siap dengan berbagai perlengkapan perang modernnya. keadaan ini diperparah dengan meluapnya sungai cikapundung sejak tanggal 25 november 1945, akibatnya terjadilah banjir besar di kawasan balubur, lengkong, sasakgantung, kebonjati dan wilayah lain di sekitarnya. ratusan korban terbawa hanyut dan ribuan lainnya kehilangan tempat tinggal, tentu saja keadaan ini dimanfaatkan musuh untuk menyerang rakyat yang saat itu sedang lemah.

keadaan semakin parah ketika pada tanggal 27 november 1945, Brigjen MacDonald mengeluarkan ultimatum pertama yaitu “wilayah bandung dibagi dua dengan batasan rel kereta api, bagian utara diperuntukkan bagi orang Belanda, Eropa dan sebagian Cina, sedangkan wilayah selatan diperuntukkan bagi pribumi”. setelah ultimatum ini ratusan pribumi yang tinggal di wilayah utara segera mengungsi dibawah tekanan para tentara sekutu.

berbagai serangan terus dilakukan oleh pihak musuh. di bulan november 1945, Inggris melakukan pengeboman di daerah lengkong dan cicadas yang menewaskan banyak korban. salah satu pertempuran yang terkenal yaitu pertempuran yang terjadi di daerah fokkerweg (sekarang jl. garuda). pada pertempuran tersebut, tembakan mortir pejuang RI yang tidak tepat sasaran menimbulkan korban sipil Eropa. Akibat kejadian iniInggris membalas dengan membombardir tegalega yang menimbulkan banyak korban sipil pribumi.

Inggris kembali mengeluarkan ultimatum kedua oleh Letjen Montagu Stophord pada tanggal 17 maret 1946, yang berisi “memerintahkan Tentara Republik Indonesia (TRI) untuk meninggalkan bandung selatan hingga radius 11 km dari pusat kota selambat- lambatnya tanggal 24 maret 1946 pada pukul 24.00 dan jika ultimatum ini tidak dilaksanakan, Inggris akan membombardir bandung selatan”.

setelah perundingan yang cukup alot diantara pimpinan pejuang, diputuskan bahwa rakyat diminta untuk meninggalkan kota bandung. langkah ini akan diikuti oleh pejuang setelah sebelumnya akan dilakukan bumi hangus terhadap bangunan-bangunan penting. keputusan ini diambil agar pihak musuh tidak dapat memanfaatkan kota bandung pasca pribumi mengungsi. Kolonel A.H. Nasution selaku Komandan Divisi III mengumumkan hasil musyawarah tersebut pada tanggal 24 maret 1946 pukul 14.00. maka hari itu juga rombongan besar penduduk kota bandung dengan suka rela meninggalkan kota serta rumahnya dengan membawa barang-barang seadanya, tanpa tau tujuan dan berapa lama harus mengungsi… mereka kebanyakan mengungsi ke ciapay, ciwidey, garut, majalaya, dan wilayah lain disekitarnya.

malamnya, pembakaran kota berlangsung besar-besaran, hingga tengah malam bandung telah kosong dan hanya meninggalkan puing-puing bangunan yang masih menyala. pembumihangusan kota bandung ini merupakan langkah yang tepat, karena kekuatan TRI tidak akan sanggup melawan musuh yang berkekuatan besar.
pengorbanan dan perjuangan penduduk dan pejuang kota bandung yang heroik ini kemudian memberikan inspirasi hingga terciptanya sebuah lagu yang berjudul “Halo-Halo Bandung”. apabila kini kita mendengarkan kembali lagu ini, bisa dipastikan kita masih dapat merasakan semangat juang yang terjadi pada peristiwa bandung lautan api.

(lets sing together)
…..
“halo-halo bandung…. ibukota pariangan
halo-halo bandung…. kota kenang-kenangan
sudah lama beta, tidak berjumpa dengan kau
sekarang, telah menjadi lautan api
mari bung, rebut kembali…”

to be continued…. next posting i will write about bandung lautan api walking tour

3 Comments

  1. Ranty Yustina Dewi
    4:31 pm on June 16th, 2008

    Hi. G tertarik banget untuk tahu detil dan rinci2 dari peristiwa bandung lautan api. Wonder if I can make a movie about it. Tolong bantu saya kalau kamu punya info lebih banyaaaaak lagi soal ini. email aja ke rantyyustinadewi@yahoo.com. Thanks!

  2. Fitto
    8:12 pm on September 11th, 2008

    hey..
    gw anak IKJ. gw skrg sedang ingin membuat film utk tugas akhir sekaligus utk disertakan ke Festival2. sama seperti Ranty jg. setelah lama reset ttg peperangan yg terjadi di SELURUH Indonesia gw tertarik pada Perang Bandung lautan Api ini (bkn karena gw orang bandung). gw sangat berharap byk informasi dari lo.
    baik informasi ttg alamat veteran2 di Bandung.
    reply ke email gw aja.mksh

  3. Ghe2 novan Mattariez
    3:20 pm on October 4th, 2008

    hy,,..
    gw pelajar sma, skaligus penulis skenario..
    gw dtugasin bwt bkin skenario tntang bandung lautan api, mo dpke festival di Germany.
    makanya, gw harap bisa dpt info, fakta atau cerita sisi lainnya,..repp ke mail gw yah,,thanks..