cerita si abril…

yang HambarAsamManisPedasAsin

Kemarin ada kabar yang sangat menyedihkan, karena satu lagi dari peninggalan pusaka di indonesia hilang.

Pusaka tersebut adalah Istana Basa Pagaruyuang, Kanagrian (kecamatan) Pagaruyuang, Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat yang telah habis terbakar oleh sambaran petir pada hari Selasa, 27 Februari 2007 kemarin, sekitar pukul 20.00 WIB. Api dikabarkan sangat cepat menjalar di atap bangunan yang terbuat dari ijuk itu. Sedihnya lagi peninggalan Kerajaan Pagaruyuang berupa benda-benda bersejarah juga ikut terbakar habis… (tapi kok kabar dari Puti Raudha Thain, ahli waris Kerajaan Pagaruyuang, kok bilangnya ga ada barang bernilai sejarah didalamnya? so, yang mana yang bener sih?).

Walaupun sebenarnya Istana yang terbakar kemarin merupakan replika dari istana aslinya yang juga terbakar pada tahun 1961, tapi tetap amat disayangkan salah satu objek wisata terbesar di Sumatera Barat ini harus musnah tanpa bekas. Padahal saya dan mungkin juga banyak dari teman-teman belum sempat berkunjung kesana….

Istana Pagaruyuang atau dalam bahasa Minang disebut Ustano Basa Pagaruyuang dibangun karena Ustano Si Linduang Bulan, tempat Kerajaan Pagaruyuang, terbakar pada tahun 1804. Namun sayang pada tahun 1961 yang telah dibangun terbakar lagi. Kemudian pada tahun 1975, ada inisiatif dari Pemda Provinsi Sumbar yang didukung pemerintah pusat untuk membangun kembali Ustano (Istana) yang terbakar dengan syarat tidak untuk diperuntukkan bagi tempat tinggal. Untuk keperluan itu maka, pihak keluarga istana menyerahkan tanah ulayat ahli waris Daulat Yang Dipertuan Raya Pagaruyuang yang terletak di Padang Siminyak, Jorong Balai Jango, Kenagarian Pagaruyuang, Kabupaten Tanah Datar guna dibangunnya kembali Iistana yang kembali terbakar selasa malam kemarin.

yah, semoga saja pemda setempat dapat segera merehabilitasi kembali Istana Pagaruyung yang bersejarah ini, seperti yang terjadi pada tahun 1975 lampau….

semoga…

berita lebih lanjut dapat dilihat di:
> detik.com
> blog mpri dan ikeow
> kompas
> media indonesia online
> portal nasional RI
atau foto-foto cantik istana ini di:
> fotografer.net
> west-sumatra.com

sekali lagi, turut berduka (lagi) untuk pusaka indonesia…

update: rabu, 21 februari 2007
sumber: kompas cetak>humaniora

Kontekstualisasi Ziarah (2-Habis)
Menanti Kebangkitan Wisata Ziarah

oleh: Evy Rachmawati

Tradisi ziarah biasanya dilakukan terhadap leluhur, orangtua, maupun anggota keluarga yang dicintai. Di Indonesia, ziarah dalam artian umum merupakan kunjungan ke makam, masjid, relik-relik tokoh agama, raja dan keluarganya, dan terutama ke makam para wali penyebar agama Islam sebagai wujud kecintaan.

Karisma para leluhur ini begitu melekat di dalam hati masyarakat sampai sekarang.

Dalam terminologi Arab, perjalanan atau wisata diistilahkan sebagai as-Safar atau az-Ziyarah. Jadi, wisata ziarah merupakan sebuah bentuk kunjungan ritual dan dilakukan ke makam dan masjid bersejarah. Dari prosesnya, wisata ziarah juga dipahami sebagai perjalanan batin seseorang, sehingga memiliki muatan emosi dan kontemplasi tinggi.

Secara umum, kita mengenal konsepsi ziarah ke makam dalam berbagai konteksnya, antara lain ziarah sebagai wujud rasa bakti seorang anak ke makam orangtua atau kerabat, ziarah ke makam pahlawan sebagai bentuk peringatan. Selain itu, ziarah sebagai penghayatan nilai-nilai keulamaan.

Tradisi ziarah ke makam para wali sudah cukup populer, terutama Walisanga yang menyebarkan agama Islam di Jawa. Para wali itu di antaranya Sunan Ampel, Sunan Giri, Sunan Drajat, Sunan Bonang, Sunan Gunung Jati, Sunan Kalijaga, dan Sunan Kudus.

Sebenarnya, hampir seluruh wilayah di Tanah Air memiliki makam-makam wali. Ini memperlihatkan bahwa di hampir semua daerah di Indonesia pernah hidup dan berjuang seorang ulama besar.

Kini, makam para wali si seluruh Indonesia hampir tiap hari dikunjungi umat sebagai pertanda kecintaan terhadap para walinya. Sebagai dampak dari berkembangnya budaya ziarah ke makam, terutama makam para wali, pemrintah maupun swasta merespons positif dengan mengembangkan tempat ziarah sebagai obyek wisata ziarah.

Read the rest of this entry »

update: rabu, 21 februari 2007
sumber: kompas cetak>humaniora

Kontekstualisasi Ziarah (1)
Perjalanan Pencari Berkah di Tengah Artefak
oleh: Evy Rachmawati

Langit cerah di Cirebon. Tanah basah sisa hujan semalam pun telah kering. Tak tersisa lagi awan kelabu yang menggayut. Terik matahari menerangi pelataran kompleks pemakaman Sunan Gunung Jati di Cirebon, Jawa Barat.

Jarum jam menunjukkan pukul satu siang. Sejak pagi para peziarah datang silih berganti, sebagian datang bersama rombongannya dari berbagai daerah. Begitu masuk pintu gapura sebelah timur kompleks makam, mereka dikerumuni belasan anak dan orang dewasa peminta sedekah.

Para peziarah lalu memasuki pintu serambi muka untuk berpamitan pada salah seorang juru kunci yang menunggu di ruang itu. Mereka kemudian menuju ke arah Barat, yaitu ruang di depan pintu pasujudan (pintu Selama Tangkep). Pada dinding di lorong menuju ruangan itu terdapat barang-barang keramik atau porselen dari Tiongkok.

Setelah berwudu, puluhan peziarah duduk bersimpuh di depan pintu pasujudan yang tertutup rapat. Mereka lalu memanjatkan doa sebagai wujud penghormatan atas jasa-jasa Sunan Gunung Jati dalam mengembangkan Islam di Jawa Barat. Seusai berdoa, mereka bergantian menghampiri pintu pasujudan untuk menaburkan bunga maupun sekadar menyentuh pintu.

Read the rest of this entry »

sebenernya udah lama banget mau blogging tentang midnight culinary di bandung… cuman gitu deh, seperti biasa, malas dan ga sempat hehehehe….
berawal dari rapat kantor yang memutuskan kalau untuk warta pariwisata (buletin terbitan kantor-ku) akhir tahun lalu mau ngebahas tentang kuliner. so, setelah dipilah-pilih keluarlah ide untuk membahas tentang kuliner bandung di kala malam hari, sebagai salah satu artikel. akhirnya terpilihlah 2 orang untuk survei penyusunan artikel, yaitu gw dan radin, tapi seperti acara survei lainnya selalu aja banyak yang mau ikut hehehe…

akhirnya diputuskanlah untuk berangkat pada suatu malam buta di bulan november (udah lama ternyata). dari sekian banyak yang daftar untuk ikutan, ternyata cuma 3 orang termasuk gw yang nongol. perjalanan dimulai dari jam 23.00 wib dan langsung putar-putar kota bandung untuk nyari tempat2 yang potensial dan ramai oleh kuliner-nya. sebenarnya sih, kita udah punya target lokasi yang akan didatangi, cuman pengen aja puter2 dulu… kapan lagi coba iseng2 muter2 bandung tengah malem gini hehehe…

dari berbagai lokasi yang ada di bandung, gw pilih 3 tempat yang bakal direview di blog ini. tempat pertama yaitu:

Kawasan Gardujati
siapa sih yang ga tau jalan gardujati (baca: pusat “hiburan malam” kota bandung) yang lebih identik dengan sebuah gang bernama saritem. eits, jangan berburuk sangka dulu, kita malam itu khusus mau meliput tentang kuliner-nya lho, bukan yang ‘lain’ haha…
kawasan yang masih termasuk daerah pecinan ini mulai ramai sejak jam 4 sore. selain toko2 dan restoran khas cina, juga banyak pedagang kaki lima yang ikut meramaikan suasana jalan ini. kebanyakan pedagang di kawasan ini memang menjual makanan atau minimal sesuatu berhubungan dengan makanan. untuk makanan yang paling gampang ditemui disini (selain chinese food tentunya), yaitu minuman hangat, misalnya bandrek, bajigur, ronde jahe sampai yang standar, kopi dan teh panas. jenis lain yaitu makanan ringan, mulai dari gorengan, ubi dan kacang rebus, mie baso, dan masih banyak lagi. kalau yang tidak puas dengan sekedar makanan ringan, di kawasan ini juga banyak yang menjajakan makanan berat, misalnya saja nasi goreng, mie goreng, nasi rames dan lainnya. kalau mau yang lebih istimewa lagi, di gardujati juga menyediakan extreme food yang berbahan dasar ‘langka’, contoh simple-nya saja, ular dan kodok.

wisata kuliner malam 1

setelah puas berkeliling di kawasan gardujati, akhirnya kita memutuskan untuk mencicipi minuman hangat saja. soalnya ini kan baru tempat pertama yang kita datangi, ntar keburu kenyang lagi hehehe….

Read the rest of this entry »

hari ini di jam 4 sore di kantor ada acara nonton DVD bareng. awalnya sih gw cuek dan merasa nggak terlalu penting, soalnya disebutnya cuman “nonton bareng film kampanyenya Al Gore”… males dong, karena emang gue pikir isinya tentang politik gitu. apalagi gue juga belom pernah denger ada DVD ini. ternyata, film yang mau ditonton itu judulnya an inconvenient truth yang menceritakan kampanye lingkungan hidup-nya Al Gore tentang global warming atawa pemanasan global.

an inconvenient truth film yang juga menyisipkan sisi-sisi kehidupan Al Gore ini sangat menarik dan menurut gue penting banget untuk ditonton. kenapa? karena isu yang diangkat sangat terkait erat dengan keberlanjutan kehidupan, keberlanjutan bumi sebagai rumah kita dan tentunya terkait dengan keberlanjutan manusia. dari fakta-fakta yang disebutkan bisa disimpulkan kalau sekarang ini kita hidup dalam sebuah bom waktu yang dapat meledak kapan saja akibat pemanasan global. jika prediksi para peneliti dunia benar, maka kira-kira sepuluh tahun dari sekarang pemanasan global secara drastis akan mengubah siklus di bumi ini menjadi putaran kehancuran yang dapat menyebabkan perubahan cuaca ekstrim, banjir, kekeringan, epidemi dan bahkan gelombang panas mematikan yang belum pernah kita alami. kondisi ini tentunya akan sangat membahayakan makhluk hidup dibumi, termasuk kita….manusia.

Read the rest of this entry »