cerita si abril…

yang HambarAsamManisPedasAsin

Hari ini gue dapet kabar katanya Gunung Tangkuban Perahu yang ada di Bandung Utara sudah mengeluarkan aktivitas yang berlebihan, alias sewaktu2 bisa meletus!!!

Katanya sih hari ini aja Rabu, 13 April 2005 udah terjadi 100 kali letusan vulkanik yang mengakibatkan gempa vulkanik dangkal dan gempa vulkanik dalam. Gempanya sih ga terasa kok, karena hanya sekitar 2 skala richter. Oleh karena itu oleh Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi status Gunung Tangkuban perahu menjadi siaga.
Pintu gerbang menuju kawasan Gunung Tangkuban Perahu ditutup untuk wisatawan maupun warga agar tidak naik ke atas puncak gunung. 30-50 orang pedagang yang sehari-hari berjualan di sekitar kawah Gunung Tangkuban Perahu, Jawa Barat juga diungsikan.
Saat ini para pedagang yang sempat berjualan di sekitar kawah, diminta turun dan berkumpul di terminal Gunung Tangkuban Perahu, 5 kilometer dari kawasan gunung. untuk menjaga keamanan dan membantu petugas lainnya menutup kawasan tersebut, 10 orang petugas dari kepolisian telah disiagakan di terminal Gunung Tangkuban Perahu. Tapi kepolisian setempat memberitahukan agar kondisi ini tidak diterima secara berlebihan oleh masyarakat sekitar kawasan Tangkuban Perahu.
Sebenarnya yang perlu diwaspadai adalah gas beracun karbonmonoksida, belerang dan sulfur yang keluar dari kawah Gunung Tangkuban Perahu, yakni kawah ratu dan kawah domas. Jika cuaca mendung gas beracun akan naik. Tetapi, kalau cuaca relatif cerah dan panas, tidak akan membahayakan.

Udah gitu Anak Gunung Krakatau di Selat Sunda juga menunjukkan aktivitas menunjukkan peningkatan yang cukup tajam dalam dua hari terakhir ini. Setidaknya, Selasa, kemarin, mulai pukul 00.00 WIB, mulai terjadi gempa vulkanik dalam dan dangkal di kawah gunung itu sebanyak 32 kali, lebih tinggi dibanding biasanya yang hanya 2-9 kali. Akibat peningkatan aktivitas ini Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi meningkatkan statusnya menjadi waspada (level II) dari status aktif normal (level I). Untuk mengevaluasi perkembangan aktivitas gunung tersebut, saat ini Tim Tanggap Darurat dari Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi telah diberangkatkan ke anak gunung Krakatau. Kondisi saat ini, kawah Anak Gunung Krakatau mengeluarkan asap kehitaman. Untuk wilayah Banten dan Serang sudah diberikan warning terkait dengan kondisi tersebut.
Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, dihimbau kepada seluruh wisatawan, baik asing maupun lokal untuk menghindari kunjungan ke Anak Gunung Krakatau. Karena peningkatan aktivitas tersebut sangat berbahaya, terutama gas beracun yang ke luar dari aktivitas volkanologinya.
Mungkin ga ya Anak Gunung Krakatau yang memiliki
aktivitas berbahaya terakhir terjadi pada 5 Juli 2001, jadi meletus atow at lease memiliki aktivitas berlebihan lainnya yang membahayakan???.

Untuk lebih detailnya mendingan liat aja di
> Gunung Tangkuban Perahu
berita1
berita2
berita3
> Gunung Krakatau
berita4

Sebenernya gue rada worried nih, mengingat letak keduanya yang dekat dengan Pulau Jawa. Apalagi Gunung Tangkuban Perahu yang cuman 30 menit dari rumah gue di Bandung….. aduh takut…. harus waspada nih!!!!
Mmmmmm…. tapi kira2 ada ga ya hubungannya sama musibah Tsunami di Aceh atow rangkaian gempa beruntun yang melanda Pulau Sumatera???? Ada kali ya kalo ditelusurin secara geologis….Ppppfffhhh…. mungkin ini musibah dari Yang Kuasa untuk mengingatkan betapa ‘lemah’ dan ‘kecilnya’ manusia ini.
Marilah kita berdoa bersama2, semoga segala musibah dan cobaan yang ada bisa membuat kita semakin baik dan tabah…. Amiiieeeennnn.

 

No Comments :(