take a break

20111225-154534.jpg

pantai dan berenang di airnya yang hangat…

deburan ombak dan buih-buihnya yg berkejaran…

angin pantai yg sejuk dan asin…

karang,bebatuan,rumput laut…

pasir yg kadang halus,kadang kasar…

pohon kelapa dan buahnya…

hmmm absolutely fresh seafood…

thats why i always love going to the beach

membantu bumi, harus mau nggak nyaman…

seorang teman pernah berkata:
“andaikan umur bumi ini 24 jam, manusia (homo sapiens) pertama muncul 3 menit sebelum tengah malam…”

manusia muncul terakhir dari siklus kehidupan bumi, tapi manusia pula yang memulai kehancuran di muka bumi. padahal menurut agama yang saya anut, manusia itu makhluk paling sempurna, artinya manusia juga harusnya bisa bersikap sempurna dan bisa menjaga kehidupannya supaya tidak punah kan? supaya tetap hidup dengan nyaman dan dapat berdampingan dengan makhluk hidup lainnya, tanpa saling menghancurkan. tapi, kenyataannya apa yang terjadi sekarang?
manusia ada, maka ada perubahan
manusia ada, maka ada ekploitasi besar-besaran dengan dalih kesejahteraan
manusia ada, maka ekosistem di bumi tidak lagi seimbang
manusia ada, maka ada kehancuran di bumi juga semakin nyata

sebagai manusia, kita sebenarnya pernah berpikir gak sih untuk bisa hidup seimbang dengan alam…
pernah tidak sih kita berpikir kalau kita hidup tidak sendiri, kita hidup dalam satu ekosistem berantai yang saling bergantung…
berpikir untuk bisa meninggalkan warisan kehidupan ini bagi generasi selanjutnya…
berpikir bahwa kita bisa melakukan sesuatu, walau kontribusi kita tidak akan terlihat dari mikroskop elektron sekalipun…

sepuluh tahun yang lalu saya pun sama dengan manusia lain pada umumnya, tidak peduli dengan apa itu keberlanjutan lingkungan, tidak peduli saya mendapatkan air bersih dari mana, tidak peduli sampah yang saya buang akan bermuara ke mana, tidak peduli kalau sewaktu-waktu saya tidak akan bisa bernafas karena oksigen di bumi ini sudah habis, lenyap tak berbekas.
kesadaran itu dimulai secara bertahap, pertama dari obrolan santai sana-sini dengan teman2 (baru) yang kebanyakan aktivis lingkungan atau apalah sebutannya (salah satu kutipannya sudah tersebut di atas); kedua dari secara tidak sengaja terjebak untuk ikutan nonton video inconvenient truth-nya Al-Gore; dan terakhir saat berhari-hari harus mengalami penghematan air besar-besaran, karena sumber air bersih di kost-an waktu jaman kuliah ngadat.

read more »

Renaisans Perkotaan

oleh: Prof. Eko Budihardjo
sumber: Kompas Cetak, 9 Maret 2011

Berita tentang kemubaziran dana rakyat triliunan rupiah akibat telantarnya ribuan unit rumah susun sewa di DKI Jakata (Kompas, 1-2 Maret 2011) sungguh terasa amat menyesakkan dada.

Betapa tidak. Begitu banyak saudara kita sebangsa dan setanah air yang masih tinggal di kolong jembatan, sepanjang tepi rel kereta api, bahkan di kuburan, dengan kondisi mengenaskan. Kok, bisa-bisanya di negara Pancasilais ini ada 74 dari 78 menara kembar rumah susun yang sudah terbangun ternyata mangkrak atau telantar. Kendalanya, menurut pihak berwenang, karena tak tersedia prasarana (infrastruktur) seperti air bersih dan listrik, serta sarana pendidikan dan akses transportasi.

Ajaib betul. Bagaimana mungkin rumah susun dibangun tanpa kelengkapan air bersih dan jaringan listrik. Orang pasti geleng-geleng kepala tak habis pikir mendengar adanya rumah susun di Kemayoran yang tak bisa dihuni karena lift yang dijanjikan Pemprov belum juga dipasang. Menyebalkan, menggelikan, sekaligus memalukan kisah tragis ini terjadi di ibu kota negara di era milenium ketiga. Bukan di kota kecil terpencil.

”Pancasila” perencanaan kota

Konon, dari begitu banyak dosa para pejabat pemerintah, dosa terbesar adalah dalam ranah perencanaan. Cukup banyak rencana dan program disusun tanpa melalui studi, kajian, atau penelitian mendalam. Termasuk program seribu menara yang sebetulnya maksudnya amat mulia, tetapi proses perencanaannya serba instan. Mang Usil dalam Pojok-nya di Kompas dengan amat cerdas menyarikannya: ”Ribuan rumah susun telantar, yang penting uang masuk”.
read more »

eksis…

“lo gak eksis sih?”
“kemana aja jeng, kok gak eksis lagi?”
“kaya gw dong, nih… selalu eksis”

mungkin pernyataan2 di atas sangat sering kita dengar,tapi eksis yg dimaksud sebenarnya apa sih?

kalau menurut kamus besar Bahasa Indonesia cetakan tahun 2002, eksis merupakan singkatan (baca: istilah gaul/istilah sehari2) dari kata eksistensi yang berasal dari bahasa Eropa dan diartikan sebagai adanya; kehidupan, misalnya: partai-partai yang eksistensinya memang tidak bisa dipertahankan lagi, dipersilakan mundur dari percaturan politik.

jadi kalau boleh menarik kesimpulan eksis atau eksistensi merupakan bagian dari kehidupan seseorang atau apa pun itu bentuknya sehingga dapat menimbulkan makna/arti sedemikian rupa bagi dirinya sendiri maupun lingkungan (sosial) tempatnya berada. artinya eksis atau eksistensi dapat merupakan kepuasan akan nilai bagi dirinya sendiri dan juga dapat merupakan pengakuan nilai dari kelompok/lingkungan dimana individu tersebut berada.

seperti apa sih bentuk eksis atau eksistensi itu sebenarnya?

read more »

mobile tes…

nyoba2 posting via mobile phone :)
smoga ke depannya makin rajin blogging lagi…

rumah beres tanpa PRT

Rumah semua beres, rapi, bersih, apalagi kalau ditambah wangi, siapa sih yang gak mau? Apalagi kalau semua dikerjain tanpa bantuan PRT, pastinya bangga dan puas banget dong ya hehehe…
Tapi nih, sebelum menuju ke rumah beres, rapi, bla, bla, bla itu, banyak banget halangannya, contohnya nih, gw aja, ada lebih kali sejuta alasan dari yang mulai gak ada waktu, sibuk, waktu mepet, capek karena udah seharian kerja, mendingan waktunya dipake untuk ‘quality time’ sm anak, sampe males beneran berakhir dengan ketiduran atau kesiangan bangun.

Di masa-masa gak punya PRT seperti sekarang ini (baca: pasca-lebaran) rutinitas kembali seperti sediakala sama seperti sebelum kita ‘addict’ sama yang namanya PRT. Di hari-hari kerja harus bangun lebih pagi dan rela tidur lebih malam (pdhal jam tidur gw udah dini hari) dan di hari-hari weekend harus menyiapkan tenaga ekstra untuk bebersih yang rada ‘berat’.

Beberes urusan rumah emang gak ada habisnya…*sigh, dan kalau dipikir-pikir ngapain juga sih capek-capek nyapu lantai kalau besok juga udah kita sapu lagi haha… Tapi, maaf, maaf nih ya, keperfeksionisan gw membuat urusan beberes rumah ini jadi urusan wajib yang gak boleh terlewatkan, males kan kalau pulang kantor, udah capek, kena macet, laper, trus begitu buka pintu yang ada lantai kotor, cucian piring numpuk, atau baju dan buku bertebaran di mana-mana (mau marah gak sih???).
read more »

balada PRT

for blogging

Lebaran biasanya merupakan masa-masa PRT berjaya, kenapa gw sebut berjaya karena pada masa inilah para PRT 1).mendapatkan jatah cuti tahunan alias pulang kampung dengan (plus) seabrek bawaan hasil kerja setahun di rumah majikan masing-masing; 2).saat dimana mereka bisa pilih-pilih, maksudnya kalau masih betah di rumah majikan lama pasti para PRT ini menagih kenaikan gaji atau perbaikan fasilitas (bisa apa ajah), tapi kalau udah bosan, masa lebaran ini masa yang tepat untuk pindah majikan, atau malah tidak balik sama sekali karena (biasanya) dinikahkan. Bosan yang dimaksud di sini tentunya subyektif, tergantung perspektif dari masing-masing PRT tadi: ada yang memang tidak ‘klop’ sama majikan; kesel sama anak majikan atau majikan yang rewel, bawel, cerewet, dst, dst; kerjaan seabrek tapi gaji minim dan ga ada istirahatnya; ingin cari suasana baru; atau malah dapat perlakuan (sangat) buruk. Pastinya para PRT ini sebelum memutuskan ‘hendak kerja dimana’ sudah terlebih dahulu menimbang-nimbang termasuk bisik sana-sini ke sesama rekan seprofesi, dari situ para PRT ini bisa menyimpulkan ‘kok tempat kerja lo lebih enak, sementara gw nggak’. Yah, akhirnya giliran para majikan yang kedodoran.

Lebaran juga saatnya para PRT dadakan atau istilahnya PRT infal menambang rejeki. PRT infal sebenarnya merupakan PRT pengganti PRT ‘resmi’ yang biasanya sehari-hari bekerja di sebuah rumah pada saat lebaran. Jangan salah loh, walaupun bekerja cuman 1 atau 2 bulan pada masa lebaran penghasilannya bisa lebih gede dari para abdi negara (*tersenyum kecut). Info ini gw dapet dari hasil baca artikel di koran terbesar ibukota, bahkan kabarnya hasil kerja mereka ini sebagian besar untuk membiayai gaya hidup para suaminya, misalnya: untuk beli motor terbaru. Sudah sedemikian pentingnya-kah gaya hidup di kota kecil/pedesaan sehingga seorang wanita/ibu/isteri rela meninggalkan keluarganya di saat seharusnya mereka dan juga sebagian besar orang berkumpul bersama untuk merayakan hari raya?

Pengalaman gw pribadi sih baru tahun ini aja bermasalah dengan yang namanya PRT, soalnya emang baru tahun kemarin bener-bener ada PRT yang nginep dan kerja 24/7 di rumah. Kenapa? Sebelumnya gw merasa ga terlalu butuh PRT nginep, semua bisa diurus dan dikerjain sendiri, kalau pun butuh bantuan terkadang ‘pinjam’ PRT-nya nyokap (pastinya dibayar dong hehe). read more »

lebaran 2010

lebaran 2010

janji palsu…

mana katanya mau semangat nge-blog lagi???
mana???
mana???
mana??? postingan lo???

janji palsu
bahkan sudah hampir dua tahun berlalu
janji lo tetep gombal

mendingan ga usah janji
klo mau nulis ya nulis
klo mau blogging ya blogging

cih!!!

janji baru di tahun baru…

akhirnya…………
setelah sekian lama hiatus, mulai lagi nih niatan untuk mulai blogging. alasannya? karena (1) banyak banget isi kepala yang kayanya sayang untuk dibuang, lumayan kan bisa curhat ato berbagi ilmu gratis hehe (2) mumpung ada momen tahun baru (islam) jadi (ikut latah) pengen bikin resolusi baru hihi (3) kadang waktu luang sayang dibuang pecuma, lagian kan blogging cuman butuh waktu paling lama 30 menit (4) sayang banget udah bayar hosting tapi ga dimanfaatin, dari pada lama2 hubby dah ga mau bayar lagi ^^

emang sih kedengerannya alasan2 tadi pasti cuman numpang lewat, buntutnya pasti dateng lagi tuh si kemalasan, apalagi di jaman sekarang kan blog udah ga jaman lagi (baca: alay, kata anak muda jaman sekarang). iya sih, sekarang ini emang eranya micro blogging, liat aja nge-tweet sm fb-an sekarang jadi doping buat (mungkin) smua orang, mulai dari pekerja kantoran yg super sibuk sampai anak SD dan ibu rumah tangga. sesibuk dan serepot apapun dijabanin tuh buat ‘nengok’ twitter ato fb (gw juga gitu kok hehe). makanya untuk menekan virus2 di atas pengen deh mulai blogging lagi. yah doain aja smoga sukses dan gak hiatus kelamaan ky tahun2 lalu ^^

happy new year
happy blogging